[SERIES] Queen Of My Heart Part.12

image

Kyuhyun terlihat sangat kacau hari ini. Semua dimulai dari Choi Sooyoung yang tidak mempedulikannya hingga hampir semalaman ia tidak bisa memejamkan matanya karena sang manajer yang terlalu sibuk bahkan untuk menemaninya tidur.

“Kau baik-baik saja, Kyuhyun-ssi ?”

Kyuhyun sedikit mengendus sebal. Jika itu yang bertanya bukan Yoonji melainkan Sooyoung, ia pasti dengan senang hati akan menjawab. “Gwaenchanha, aku baik-baik saja. Hanya kurang tidur.”

“Kau pasti terlalu senang pergi ke Kyoto sampai-sampai tidak bisa tidur.” Yoonji tersenyum maklum.

Apa-apaan ini ? Apa dia mencoba berbaik hati denganku ?

Kyuhyun yang memang sedang dalam suasana hati yang buruk merasa malas meladeni Yoonji untuk pagi ini.

“Maaf, Yoonji-ssi. Sebaiknya aku segera bersiap-siap.”

Tanpa menunggu jawaban lagi, Kyuhyun segera melenggang menuju rest room.

Ceklek!

Tak disangka-sangka disana ia bertemu dengan Sooyoung dan Soongmi. Dia perlahan masuk dan melihat Sooyoung yang tampak begitu sibuk. Ia menatap kesekeliling dan ada banyak sekali makanan di ruangan ini. Kyuhyun mendekat dan melihat ada sticker di setiap kotak makanan yang bertuliskan fans Kyuhyun dan fans Sooyoung.

Ia melihat Sooyoung dan hendak bertanya apa semua makanan ini dari fans mereka. Namun ia melihat Sooyoung yang sibuk dengan makanan-makanam itu. Sooyoung menatap Kyuhyun sesaat. Dan lihat wajahnya! Sangat ceria seakan ia melupakan masalahnya dengan Kyuhyun semalam. Makanan benar-benar ampuh mengembalikam mood Choi Sooyoung.

“Kenapa kau berdiri di situ ?”

“Apa semau makanan ini dari fans ?”

Sooyoung mengangguk dengan semangat. “Benar. Ini semua dari fans kita. Lihat! Bahkan hampir dari semua makanan ini adalah makanan mahal yang sangat lezat.”

Kyuhyun menggelengkan kepalanya mendengar kalimat Sooyoung.

“Soongmi-ya, tolong ambilkan fotoku bersama makanan-makanan ini. Aku ingin berterima kasih pada semua fansku.” Sooyoung menyerahkan ponselnya pada Soongmi, “oppa, kau juga tidak melakukan hal yang sama ?”

“Aah-ne, aku akan mengambil foto juga.”

Kyuhyun pun mengambil beberapa foto lalu mengunggahnya di akun twitter pribadinya. Bahkan ia mengunggah dua foto sekaligus.

Foto pertama, Kyuhyun terlihat berpose dengan begitu manis dimana semua makanan dari fans berjajar di atas meja di hadapannya.

@gaemgyu : Terima kasih semuanya atas makanan yang kalian kirimkan untuk kami. Dengan makanan ini aku merasa tenagaku terisi penuh kembali.

Gambar kedua, Kyuhyun sengaja berfoto sambil memperlihatkan Sooyoung di belakangnya yang sedang asyik mengambil foto bersama makanannya.

@gaemgyu : Daebak! Ini benar-benar mampu mengembalikan suasana hati Choi Sooyoung yang begitu buruk. Sepertinya aku tidak akan mendapat bagian. Tolong berikan lebih banyak lagi untukku kkk ^^

Kyuhyun tertawa sendiri melihat foto yang ia upload. Dalam waktu singkat sudah banyak fans Kyuhyun di Twitter yang me-retweet dan membalasnya.

“Bisa-bisa kau semakin bertambah gemuk, oppa.”
“Apa kau tertular jiwa Shikshin Choi Sooyoung ?”
“Jiwa Shikshin Choi Sooyoung yang kambuh tidak akan mengampunimu. Haha.”
“Kalian jangan berebut makanan ya.”

Di sisi lain Sooyoung juga sedang mengunggah fotonya dengan begitu banyak makanan di hadapannya. Dengan pose yang seakan-akan dia ingin melahap habis semua makanan itu.

@hotstuff : Terima kasih untuk semua makanan lezat ini yang sudah kalian kirimkan untukku. Aku benar-benar ingin menghabiskan semuanya. Haruskah aku berbagi dengan yang lain ? Kk

Sama halnya dengan Kyuhyun. Dalam sekejab, foto yang ia unggah di akun Instagram pribadinya mendapat banyak like dan komentar.

“Sooyoung si dewi makan sedang beraksi.”
“Tetap semangat. Dan jangan lupa jaga kesehatamu.”
“Di Twittet Kyuhyun oppa mengeluh tidak mendapat jatah makanan. Ini semua pasti karenamu ^^ kkk ”
“Bagaimama dengan Kyuhyun oppa yang kelaparan ?”

Sooyoung membaca beberapa komentar di Instagramnya dengan tatapan bertanya. “Cho Kyuhyun ?”

“Soongmi-ya, apa kau juga mau ?” Sooyoung mendongak dan melihat Kyuhyun menyodorkan beberapa bungkus makanan pada Soongmi.

“Eh? Apa boleh ?” Soongmi menerimanya dengan ragu.

“Tentu saja, kau fikir aku akan sanggup menghabiskan semuanya sendirian ? Saat istirahat nanti aku juga akan membagikannya pada yang lain.”

“Oh, baiklah. Terima kasih banyak, oppa.” Soongmi menerimanya dengan senang hati.

Kyuhyun hanya mengangguk lalu mengambil tempat duduk di samping Sooyoung. Ia juga melihat-lihat sebentar makanan yang fans Sooyoung kirimkan hari ini. Ia sedikit terkejut melihat Sooyoung yang bersiap membuka bungkus makanan pertama yang ada di hadapannya.

“Kau akan memakannya ?”

“Karena tadi buru-buru, aku hanya sempat sarapan satu porsi japchae. Dan aku masih lapar sekarang.” Sooyoung mulai membuka bungkus sumpitnya.

“Hanya satu porsi katamu ?”

Sooyoung mengangguk setelah berhasil memasukan suapan pertama. “Kau tidak memakanannya ?”

“Akan aku makan nanti jika aku lapar.”

Sooyoung hanya mengangguk tak ambil pusing dengan Kyuhyun dan tetap melanjutkan acara makannya.

“Soongmi-ya, ku fikir kau tidak akan ikut kami ke Jepang.” Kata Kyuhyun membuka kembali pembicaraan.

“Aku baru saja tiba kemarin malam di Kyoto. Aku ini ‘kan sudah menjadi wartawan resmi untuk meliput kegiatan kalian, jadi tentu saja aku harus ikut.”

“Apa Insoo juga datang ?” Tanya Sooyoung.

Soongmi mengangguk. “Ne, dia sedang kembali ke hotel untuk mengambil kamera yang tertinggal.”.

Kyuhyun hanya mengangguk paham, ia lalu melirik Sooyoung yang mulai melahap makanannya. Kyuhyun lalu menggelengkan kepala tidak percaya.

.

Sret!

Kyuhyun merapikan pakaiannya sejenak sambil berjalan di tengah-tengah jalanan yang dihiasi dengan indahnya pohon sakura. Ia berhenti sejenak dan merasakan hembusan angin musim semi yang menerpa wajahnya dan memainkan rambutnya. Musim semi yang begitu menyejukan,  mengingatkannya pada seseorang.

Kyuhyun tersenyum mengingat kenangan indah bersama seseorang yang selalu mengingatkannya pada musim panas dan musim semi. Ia kembali melangkahkan kakinya menikmati pemandangan yang indah ini.

Tap!

Tiba-tiba langkahnya terhenti. Ia mematap seseorang yang berdiri membelakanginya. Semestinya Kyuhyun sudah dapat mengenali siapa orang itu walau tanpa menatap wajahnya. Tapi Kyuhyun tak mau terlalu cepat mengira dan hanya akan membuatnya sakit hati.

Secara perlahan orang itu berbalik, seiring dengan angin lembut yang menerpanya. Menerbangan bunga-bunya sakura yang rontok dan memainkan rambut coklatnya yang panjang. Ditambah dengan sebuah senyum manis yang sangat Kyuhyun rindukan, gadis itu terlihat bagaikan seorang malaikat di mata Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mampu diam terpanah dengan apa yang dilihatnya. Gadis itu pun berbalik dan berjalan perlahan mendekati Kyuhyun.

“Kenapa melihat ku seperti itu ?  Kau tidak suka dengan kedatanganku ?” Kata sang gadis dengan tersenyum jahil.

Grep!

Kyuhyun langsung menarik gadis itu kepelukannya, sementara gadis itu hanya diam karena terkejut dengan apa yang Kyuhyun lakukan.

“Aku sangat merindukanmu.” Gumam Kyuhyun seraya menutup matanya melepaskan rindu yang membara di hatinya.

Ne,  aku juga rindu padamu.” Gadis itu tersenyum dan membalas pelukan Kyuhyun.

“CUT! BAGUS SEKALI!”

Sooyoung melepas pelukannya dan Kyuhyun dengan cepat, bahkan ia sedikit mendorong Kyuhyun. Sooyoung juga langsung meninggalkan Kyuhyun tanpa berkata apapun. Hal ini membuat Kyuhyun bingung, ia segera mencengkram tangan Sooyoung.

“Sooyoung-ah, ada apa? Kau marah padaku? ”

Sooyoung melepaskan tangan Kyuhyun dan berbalik. “Tentu saja aku masih marah padamu.”

“Tadi pagi, mood-mu sangat baik begitu melihat makanan dari fans. Kupikir kau sudah tidak marah lagi.”

Mendengar hal itu, Sooyoung semakin kesal. “Kau fikir aku semudah itu ?!”

Sooyoung akan meninggalkan Kyuhyun tapi lagi-lagi Kyuhyun menahanya.

“Lalu bagimana dengan janji mu mengajakku jalan-jalan malam ini ?”

Sooyoung diam, dia sedang mencari alasan yang tepat. Dan saat itu kebetulan Yoonji sedang mendekati Sooyoung. Langsung saja Sooyoung menarik Yoonji dan mengapit lenganya.

“Aku akan pergi dengan Yoonji.”

“NE?” Jerit Kyuhyun dan Yoonji bersamaan.

“Yoonji-ssi, maukah kau menemaniku jalan-jalan di Kyoto malam ini.” Tanya Sooyoumg dengan sedikit manja. Kali ini dia memang berniat mengusili Kyuhyun dan balas membuatnya kesal.

“O-oh, tentu saja.” Yoonji sebenarnya bingung dengan apa mau Sooyoung, tapi berkencan semalam dengan Choi Sooyoung mengapa ia harus menolak?

“Ya! Kenapa kau malah mengajaknya? ”

“Memangnya kenapa ? Choi Sooyoung ‘kan sedang bosan denganmu.” Kata Yoonji menatap Kyuhyun dengan semyum kemenangan lalu beralih meninggalkan Kyuhyun sendirian.

Kyuhyun yang tak bisa membalas hanya menatap Yoonji dengan pandangan tidak suka.

.

Terlihat sebuah keramaian pusat kota di Kyoto pada malam hari. Banyak sekali orang-orang yang berlalu-lalang menikmati waktu malam mereka. Diantaranya terlihat Yoonji dan Sooyoung yang berjalan bersama di sebuah jalanan dengan pohon-pohon sakura yang indah di sepanjang jalan dan toko-toko dengan lampu-lampu yang bergemerlap.

Yoonji terlihat cukup senang karena pada akhirnya ia bisa mengabiskam waktu malam dengan Choi Sooyoung. Dengan senang ia pun menceritakan hal-hal yang menurutnya manarik untuk dibicarakan. Namun pada akhirnya Yoonji terdiam begitu melihat Sooyoung yang tampak murung dan melamun.

“Sooyoung-ah?  Kau melamun? ”

Sooyoung langsung tersentak. “Ne? “

Yoonji hanya mampu menghela nafas panjang. “Kau tidak mendengarkan apa yang aku bicarakan dari tadi? ”

“Maafkan aku.” Gumam Sooyoung sambil menundukkan kepalanya. Ia merasa bersalah sudah mengabaikan Yoonji padahal dia sendiri yang mengajaknya untuk pergi malam ini.

“Hah! Rasanya percuma saja berjalan-jalan denganku. Pikiranmu sedang tidak ada disini. Apa kau memikirkan Cho Kyuhyun? ”

Sooyoung hanya mengangguk.

“Kalian bertengkar ?”

“Bukan seperti itu,” Sooyoung menggeleng, “aku hanya ingin memberikan pelajaran pada Cho Kyuhyun. Dia selalu saja jahil dan membuatku kesal. Biar dia tahu rasa kali ini.” Ucap Sooyoung dengan ekspresi kesal yang lucu.

Yoonji tersenyum kecut. “Rupanya, kau sangat menikmati hubunganmu dengan Cho Kyuhyun.”

Sooyoung tersenyum sambil menunduk melihat bebatuan yang ada di bawahnya. “Bagaimana aku tidak menikmatinya ? Cho Kyuhyun adalah orang yang penuh dengan semangat dan ceria. Dia bisa mewarnai dan mengisi hari-hariku yang terasa hambar selama ini.”

“Sepertinya…tak akan ada yang bisa menggantikannya.” Gumam Yoonji.

Sooyoung hanya diam dan tak tahu harus menjawab seperti apa. Ia sangat tahu bahwa Yoonji sampai saat ini masih menyimpan perasaan pada dirinya.

Yoonji juga diam, namun ia tak mempermasalahkan apa yang baru saja ia gumamkan. Yoonji mendekat pada Sooyoung dan mengambil sehelai daun yang jatuh dan mengotori rambut Sooyoung. Sooyoung hanya mampu tersenyum dan berterima kasih.

“Cih, apa-apaan itu ? Mengambil daun dari rambut Sooyoung, aku bisa melakukan lebih dari itu.” Gumam seorang namja yang tengah bersembunyi di balik salah satu pohon yang tak jauh dari Yoonji dan Sooyoung.

Namja itu tak lain adalah Kyuhyun yang sedang menyamar dengan mantel tebal yang ia tarik resletingnya sampai menutupi batas mulutnya. Belum lagi ia juga mengenakam topi hitam yang hampir menutupi matanya. Penampilan yang sempurna itu ternyata tak sesempurna rencana yang ia susun untuk memata-matai Sooyoung dan Yoonji untuk kedua kalinya dalam hidupnya karena ponselnya telah menyala dan menampilkan nama sang manajer. Ya, masih ingatkah kalian jika Kyuhyun juga pernah melakukan pengintai terhadap Sooyoung dan Yoonji seperti ini ?

Dengan sedikit dengusan kesal, Kyuhyun menerima panggilan itu. “Yeobosaeyo ? Pertemuan membahas jadwal ? Aish, kenapa harus sekarang ? Aku sedang sibuk.”

Tatapan Kyuhyun masih terfokus pada Yoonji dan Sooyoung yang sedang mengobrol di depannya. “Ani, aku tidak melakukan apapun. Baiklah, aku akan menemuimu sekarang.”

Pip!

“Lagi-lagi aku harus menyerah.” Dengan langkah yang berat, Kyuhyun pun berbalik dan meninggalkan rencana pengintaian yang sudah ia lakukan selama 20 menit itu.

Kembali pada Yoonji dan Sooyoung. Yoonji terlihat bingung melihat Sooyoung yang seperti sedang mencari seseorang di tengah-tengah keramaian.

“Apa yang kau cari ?”

“Entahlah, sepertinya aku merasa ada Kyuhyun oppa di sekitar sini.”

“Cho Kyuhyun ?” Yoonji ikut celingukan mencari sosok Kyuhyun. “Aku rasa itu hanya perasaanmu saja. Atau kau memang terlalu peka dengannya.”

“Mungkin kedua-duanya benar.” Gumam Sooyoung.

Mereka pun melanjutan langkah mereka sambil mengobrol.

“Mengenai hubunganmu dan Kyuhyun,” kata Yoonji membuka pembicaraan, “apa kau tak pernah memikirkan reaksi fans begitu tahu bagaimana hubunganmu yang sebenarnya dengan Kyuhyun ?”

“Reaksi fans ?” Sooyoung terperanjat.

Tak lama kemudiam terdengar sayup-sayup keributan segerombolan wanita tak jauh di belakang Sooyoung dan Yoonji.

“Itu…apakah dia Choi Sooyoung ?”

“Dimana ?”

“Oh kau benar! Dia Choi Sooyoung!”

“Aku sangat tidak suka denganya. Dia terlalu dengan dengan Cho Kyuhyun.”

“Aku juga tidak suka padanya.”

“Bagaimana jika kita menyiramnya dengan jus ini ?” Salah satu dari mereka memang sedang membawa segelas minuman.

“Ide yang bagus.”

Yoonji yang tak bisa berbahasa jepang pun tak mengerti dengan apa yang mereka bicara. Namun ia mendengar langkah yang semakin mendekat padanya. Saat ia menoleh kebelakang, ia melihat gadis-gadis itu siap menyiram Sooyoung dengan jusnya. Yoonji yang menyadari hal itu segera melindungi Sooyoung dengan punggungnya.

Byur!

Sooyoung membelalakan mata melihat apa yang terjadi. Ia melihat Yoonji melindunginya dari antifans yang hendak menyerangnya.

“Yoonji…”

Begitu melihat mereka salah sasaran, gadis-gadis itu pun menjadi takut dan segera melarikan diri. Yoonji pun kesal dan bersiap mengejar mereka. Namun Sooyoung dengan cepat mencegah Yoonji.

“Jangan! Jangan marahi mereka!”

Yoonji menghela nafas mencoba meredam amarahmya. “Kau baik-baik saja ?”

Sooyoung mengangguk. “Tapi bagaimana denganmu ? Mantelmu jadi basah.”

“Jangan difikirkan soal mentelku,” Yoonji melepas mantelnya lalu menatap Sooyoung dengan serius, “inilah yang ku maksud dengan reaksi dari fans. Kau bisa tenang jika mereka menerima dan mendukung hubunganmu. Tapi bagaimana dengan yang tidak memberimu dukungan ? Mereka bahkan bisa berbuat yang lebih kejam dari ini. Aku harap kau juga memikirkan reaksi fans dan berpikir dengan baik soal hubunganmu dan Kyuhyun.”

Yoonji lalu berjalan mendahului Sooyoung yang masih terperangah dengan apa yang Yoonji katakan.

.

“Choi Sooyoung.” Sooyoung langsung berbalik begitu merasakan seseorang menarik tanganya dengan sedikit kuat.

“Kyuhyun oppa ?”

“Jelaskan  padaku, apa yang sedang kau rencanakan?! Kenapa kau pergi dengan Yoonji semalam ?” Tanya Kyuhyun dengan tidak sabaran.

“Ini salahmu sendiri! Kau tahu? Bercandamu sudah kelewatan. Dan aku marah karena itu.”

“Jadi, kau berniat membalasku ? Baiklah, kau berhasil nona Choi Sooyoung. Semalaman aku gelisah, tak bisa tidur hanya memikirkan apa yang sedang kau lakukan dengan Produser Lee itu. Dan kau tahu apa yang paling aku sesali ? Hari ini adalah hari terakhir kita di Jepang dan itu artinya, kita tidak punya kesempatan untuk berkencan di sini.”

“Jangan fikirkan soal kencan. Kita datang kesini untuk bekerja, bukan jalan-jalan.”

“Tapi apa salahnya jika bekerja sambil jalan-jalan ?” Lagi-lagi Kyuhyun tak mau kalah. Tanpa sengaja ia melirik sebuah mantel cokelat yang ada di tangan Sooyoung, “sepertinya…aku mengenali mantel itu. Bukankah itu milik Produser Lee ?”

Sooyoung hanya bisa menangguk, memang benar begitu kenyataannya.

“Apa yang terjadi, kenapa bisa ada padamu ?” Tanya Kyuhyun dengan penasaran.

“Apa aku harus menceritakan semuanya padamu ?”

“Apa ?” Mendengar perkataan Sooyoung, tiba-tiba Kyuhyun jadi berfikiran negatif, “jangan bilang kau…”

“Kau pasti mulai berfikir yang bukan-bukan,” gumam Sooyoung, “jika aku bercerita, kau tidak boleh marah pada siapapun ya?!”

Meski penasaran mengapa ia tak boleh marah, namun Kyuhyun hanya mengangguk sebagai kesanggupannya.

“Semalam saat berjalan-jalan dengan Produser Lee, kami tidak sengaja bertemu dengan segerombolan wanita. Awalnya aku tak tahu mereka siapa, mungkin mereka adalah fansmu. Aku sempat mendengar mereka tidak suka kedekatanku denganmu selama ini. Lalu mereka berniat menyiramku dengan jus yang mereka bawa. Tapi Produser Lee justru melindungiku dan mengorbankan mantelnya. Lalu aku membawa mantelnya pulang dan mencucinya sebagai tanda terima kasihku.”

Kyuhyun mematung, ia terlihat terkejut dengan kejadian yang Sooyoung ceritakan. “Fansku…melakukan itu padamu?”

Kyuhyun tak menyangka, ia tak pernah membayangkan bahwa fansnya akan melakukan penolakan seperti ini.

Sooyoung melihat raut wajah terkejut Kyuhyun berangsur berubah menjadi raut wajah kesal yang tertahan. Ia juga melihat Kyuhyun mengapakan tanganya  dengan kuat. Sooyoung segara meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya. “Kau sudah berjanji padaku untuk tidak marah pada siapapun.”

Mendengar itu, Kyuhyun mengela nafas panjang mencoba meredakan amarahnya.

“Mereka berhak bertindak seperti itu, ini sebagai bentuk protes mereka. Ini bukan salah mereka,” lanjut Sooyoung, “justru ini adalah salah kita. Kita tidak pernah memfikirkan sebelumnya agaimana reaksi fans dengan kedekatan kita, atau apa yang harus kita lakukan jika mereka mengetahui atau bahkan menentang hubungan kita ? Kita tidak pernah memikirkan ini sebelumnya.”

Kyuhyun hanya diam mendengarkan isi hati Sooyoung.

“Jadi…berhubung hubungan kita belum terlalu jauh, aku ingin kita…”

“Tidak!” Sela Kyuhyun. Ia tak sanggup mendengar kelanjutannya, “aku tidak mau hubungan kita berakhir seperti ini.

Sooyoung menghela mafas berat begitu Kyuhyun menyelanya. “Aku tak meminta untuk mengakhiri hubungan kita. Aku hanya ingin agar kita lebih serius, lebih memikirkan lagi tentang nasib hubungan kita. Memikirkan tentang perasaan fans kita. Kita jangan hanya bermain-main saja.”

“Aku tahu ini hal yang cukup serius.”

“Bagaimana pun, posisi fans tak kalah penting bagi kita. Jadi aku mohon agar kau memikirkannya juga.”

Kyuhyun dan Sooyoung sama-sama diam. Sejak awal mereka tahu, hubungan ini adalah sebuah kesalahan. Mereka berada dalam satu agensi yang jelas-jelas akan menentang hungan mereka dan bisa mendepak mereka kapan saja. Belum lagi mereka menyembunyikan hubungan ini dari fans yang bisa mengetahui hal ini kapan saja. Selama ini, mereka terbayang-bayang rasa was-was, takut hal yang paling buruk akan terjadi. Tapi dengan saling menguatkan satu sama lain, semua masalah akan dapat terlewati.

.

Srek!

Sooyoung menyodorkan mantel hangat milik Yoonji itu pada pemiliknya. Yoonji merengut lalu mengambil mantel itu.

“Kau benar-benar mencucinya.”

“Aku sudah bilang akan mencucinya, kan ?”

Yoonji tersenyum lalu melipat mantel itu ditanganya. “Bagaimana ? Apa sudah lebih baik sekarang ?”

Sooyoung yang awalnya menunduk pun mengangkat kepalanya dan memasang wajah tak mengerti. “Huh ?”

“Tentang yang kemarin. Aku tahu kau sangat terkejut. Sebelumnya kau tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti ini kan ?”

Sooyoung menggeleng, “Tapi, aku sudah jauh lebih baik sekarang.”

“Lalu, apa rencanamu dan Cho Kyuhyun selanjutnya ?”

“Kami masih memikirkan hal itu.”

Puk!

Sooyoung sedikit terkejut saat Yoonji menepuk pundaknya. “Apapun itu, aku akan mendoakan yang terbaik untukmu.”

“Untuk mengembalikan moodmu, bagaimana jika kita jalan-jalan lagi nanti malam.” Ajak Yoonji.

“Akan aku fikirkan.”
.

Tring!

“Sekali lagi semuanya aku mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas semua kerja keras dan dedikasi kalian untuk pekerjaan ini. Aku ucapkan terima kasih.” Ucap Yoonji pada semua kru dan artis yang ikut terlibat dalam pembuatan drama itu.

Saat ini mereka sedang mengadakan pesta di sebuah restoran sederhana untuk merayakan keberhasilan menyelesaikan proses syuting selama beberapa bulan ini. Semuanya benar-benar bersyukur. Walaupun dilanda banyak masalah dan sempat terhenti beberapa saat, namun pembuatan drama ini bisa berjalan dengan baik sampai akhir.

“Aaah…” desah Kyuhyun setelah ia menenggak soju di dalam gelasnya dengan sekali teguk. Rasanya sudah lama sekali ia tak minum soju.

“Ya! Sudah cukup, Cho Kyuhyun. Kau kan tidak boleh minum soju.” Sooyoung segera menyambar gelas Kyuhyun begitu dia akan menuangkan soju lagi. Kyuhyun hanya bisa mengerut pada Sooyoung.

“Wah wah, Sooyoung-ssi tetap saja perhatian pada Kyuhyun-ssi.” Gurau salah satu stylish yang duduk satu meja dengan Kyuhyun dan Sooyoung.

“Biarkan Kyuhyun-ssi minum soju, malam ini kita sedang mengadakan pesta ‘kan ?” Ucap sutradara Park.

Suasana menjadi hangat dengan berbagai perbincangan yang santai.

“Syuting sudah berakhir, tapi tidak dengan pekerjaan kita.” Kata Kyuhyun.

Sooyoung membenarkan, “Kau benar, masih ada pengambilan gambar, rekaman, dan promosi.”

“Jangan khawatir, kalian santai saja. Perusahaan pasti akan memberi kalian waktu libur sejenak.” Ucap sutradara Park.

Kyuhyun terkekeh, “huh, itu mustahil.”

“Melihat bagaimana besarnya agensi kami, aku rasa memdapatkan libur itu hal yang sedikit sulit.” Jelas Sooyoung.

Sutradara park kembali menuangkan soju digelasnya. “Tapi bagaimana pun kalian berhak mendapatkannya.”

.

“Sooyoung-ah.”

“Eoh ?” Sooyoung yang sedang berjalan pelan pun seketika berbalik.

“Mau jalan-jalan sebentar ? Di sekitar sini pemandangannya lumayan juga.” Ajak Kyuhyun lalu menyamakan langkahnya dengan Sooyoung. Pemandangan para pedagang kaki lima yang berjajar di pinggir jalan tak jauh dari restoran tempat semua kru mengadakan pesta, cukup membuat Kyuhyun dan Sooyoung tertarik.

Mereka pun berjalan sambil bergandengan tangan.

“Akhirnya, kita bisa berduaan juga.” Gumam Kyuhyun.

“Kau sangat menunggu moment ini ? Tak cukupkah yang di hotel waktu itu ?”

“Mana bisa aku puas berduaan denganmu.”

Sooyoung hanya membuang muka sambil terkekeh mendengar kata-kata manis Kyuhyun yang tak biasa ia ucapkan.

“Ini sudah hampir empat bulan, apakah kau pernah berfikir bagaimana reaksi orang-orang jika tahu tentang hubungan kita ?” Tanya Sooyoung sambil menatap lurus kedepan seolah-olah menerawang masa depan.

“Mengapa kau fikirkan itu ?”

“Jujur, aku sangat takut.” Sooyoung menatap Kyuhyun dengan raut wajah sedih dan takut.

Kyuhyun mengeratkan ganggaman tanganya pada Sooyoung sambil tersenyum manis. “Jangan takut, kita akan melewatinya bersama. Kau tidak sendirian.”

Sooyoung merasa teduh begitu mendengar kalimat Kyuhyun dan senyum manis itu. Ia mendekat berniat untuk memeluk Kyuhyun sebelum ada seseorang yang kembali menyerukan namanya. Hari ini begitu banyak orang-orang yang meneriakan namanya.

“Choi Sooyoung!”

Sooyoung terkejut dan mencoba kembali ke posisi awalnya. Ia berusaha melepaskan ganggaman tangan Kyuhyun namun namja itu mengenggamanya dengan begitu erat.

Terlihat Yoonji dan Soongmi yang berjalan menghampiri mereka.

“Wah, kebetulan sekali kita bertemu disini.” Kata Soongmi dengan ceria.

“Sedang apa kalian disini ?” Tanya Yoonji.

“Seperti yang kau lihat, kami jalan-jalan.” Jawab Kyuhyun dengan datar.

“Mau berjalan bersama ?”

Entah Sooyoung yang polos atau dia memang terlalu baik hati sehingga menawarkan untuk berjalan bersama. Setidaknya itu yang ada di pikiran Kyuhyun.

“Ide yang bagus. Woah lihat, disana ada yang menjual Takoyaki. Ayo kita pesan satu.” Seru Yoonji sambil menarik tangan Sooyoung yang satunya. Dan secara tidak langsung genggaman tangan Kyuhyun dan Sooyoung terlepas.

Lagi-lagi Kyuhyun menatap Yoonji dengan tidak suka. Sementara Soongmi justru mengajak Kyuhyun untuk menyusul mereka. Kyuhyun hanya mampu menghela nafas dan menerima ajakan Soongmi.

Yoonji dan Sooyoung sama-sama berbinar begitu melihat jajaran makanan jalanan yang ada di hadapannya. Yoonji pun memesan satu bungkus makanan itu lalu menyantapnya. Sooyoung tertawa nelihat Yoonji yang merasa kepanasan. Yoonji lalu mengambil sesumpit makanan itu lalu menyuapkannya pada Sooyoung bermaksud agar ia mencicipinya juga. Sooyoung menerimanya dengan senang hati dan berujar bahwa makanan ini enak.

Sementara Kyuhyun hanya termenung melihat senyum Sooyoung yang begitu lepas. Kyuhyun tahu jika Sooyoung adalah gadis baik dan ceria sehingga ia mudah tersenyum pada siapa aja, tapi tetap saja Kyuhyun tak suka melihatnya seperti ini dengan Yoonji.

Semakin lama serasa habis sudah kesabaran Kyuhyun. Yoonji terus saja menarik Sooyoung dari penjual yang satu ke penjual yang lainnya. Seakan tak memberikan kesempatan bagi Kyuhyun bahkan hanya untuk menyebut namanya. Kyuhyun kesal karena ia dan Soongmi seakan menjadi pengikut Yoonji dan Sooyoung yang selalu mengekor kemanapun mereka pergi. Walaupun Soongmi tetap berusaha membuat Kyuhyun menikmati acara jalan-jalannya yang hancur.

“Oppa, selertinya cafe itu bagus sekali. Bagaimana jika kau mengajak Sooyoung eonnie kesana ? Sementara aku akan mengajak Yoonji-ssi untuk membeli oleh-oleh.” Ujar Soongmi sambil menunjuk sebuah cafe yang ia maksud.

Kyuhyun hanya diam, tak mengerti maksud Soongmi.

Soongmi pun menghampiri Yoonji lalu menarik tanganya kuat-kuat.

“Yoonji-ssi. Maukah kau menemaniku membeli oleh-oleh disana ?” Soongmi menunjuk sebuah toko oleh-oleh yang cukup jauh di depan sana, “kumohon temani aku!”

Soongmi sedikit memohon sambil tetap menarik-narik tangan Yoonji. Sementara Yoonji ingin menolak karena itu artinya ia akan meninggalkan Sooyoung sendiri. Namun setelah Soongmi menjelaskan bahwa Sooyoung harus menemani Kyuhyun ke suatu tempat. Akhirnya secara terpaksa Yoonji mengikuti langkah Soongmi meninggalkan Kyuhyun dan Sooyoung. Soongmi menggandeng tangan Yoonji erat, ia juga sempat berbalik dan memberikan tanda jempol pada Kyuhyu  sambil tersenyum.

Barulah Kyuhyun mengerti maksud Soongmi.

“Ah, Sooyoung-ah,” Kyuhyun berjalan mendekati Sooyoung, “ayo kita pergi ke cafe itu untuk menghangatkan diri.”

.

Tuk!

Dua cangkir hot cappuchino di letakan dengan apik di hadapan Kyuhyun dan Sooyoung.

Arigatou gozaimasu.” Ucap Sooyoung.

Sementara Kyuhyun terlihat sibuk dengan belanjaannya di meja. Memang sebelum ke cafe ini mereka sempat mampir ke minimarket untuk membeli sesuatu.

Melihat Kyuhyun yang begitu sibuk, membuat Sooyoung jadi pemasaran. “Kau sedang mencari apa ?”

“Vitaminku, sepertinya aku lupa membelinya.”

“Kalau begitu kita mampir ke minimarket lagi saat pulang.” Sooyoung mulai mengaduk-aduk hot cappuchino-nya lalu menyeruputnya pelan. Merasakan hangatnya minuman itu yang mulai menjalar ke tubuhnya.

Kyuhyun yang duduk di hadapan Sooyoung hanya melongo melihat apa yang Sooyoung lakukan. Merasa diperhatian, Sooyoung pun menatap Kyuhyun.

“Kenapa kau melihatku seperti itu ?”

Kyuhyun memerjapkan matanya lucu sambil melihat cangkir Sooyoung. “Sepertinya minumanmu jauh lebih enak dari minumanku.”

Sooyoung merengut. “Apa maksudmu ? Kita memesan minuman yang sama.”

“Boleh aku mencicipi minumanmu.”

“Eh ?”

Kyuhyun meraih cangkir Sooyoung lalu menyeruputnya dengan perlahan seperti apa yang dilakukan Sooyoung sebelumnya. Dan Kyuhyun terlihat menikmatinya.

Sooyoung merengut, “lalu sekarang apa yang aku minum ?”

Srek!

Kyuhyung mengangsurkan cangkirnya. “Minum saja punyaku.”

“Tsk! Kau ini aneh.” Sooyoung menerimanya lalu menyeruput cappuchino Kyuhyun. Ia mengerut bingung, “rasanya sama.” Gumamnya.

“Sooyoung-ah, jangan lakukan itu lagi.” Ucap Kyuhyun tiba-tiba dengan ambigu.

“Melakukan apa ?”

Kyuhyun meletakan cangkirnya lalu menatap pemandangan luar cafe dari kaca besar tepat di sebelahnya. “Tertawa pada Yoonji lalu mangabaikanku.”

Deg!

Sooyoung termenung, ia baru sadar jika tadi ia mengabaikan keberadaan Kyuhyun karena terlalu asyik dengan Yoonji.

“Kau tahu ? Rasanya sakit sekali saat melihat orang ku sayangi tidak tersenyum untuku tapi malah tersenyum untuk orang lain.”

Sooyoung meraih tangan Kyuhyun yang terulur di meja. Ia menggenggamnya dengan hangat. “Maafkan aku. Aku tak menyadarinya. Aku tak akan melakukan itu lagi.”

Kyuhyun pun tersenyum pada Sooyoung sambil mengusap tangan Sooyoung yang menggenggamnya.

“Tunggu, tadi aku sempat membeli sesuatu.” Ucap Kyuhyun sambil mebali sibuk mencari belanjaannya.

“TA-DA!” Kyuhyun dengan senang menunjukan sebungkus Pepero pada Sooyoung. Sooyoung pun tertawa geli melihat tingkah Kyuhyun.

“Pepero ? Kita jauh-jauh ke jepang hanya untuk membeli Pepero?” Tanya Sooyoung dengan geli.

Aniya, aku ingin kita melakukan Pepero Kiss.” Kata Kyuhyun dengan senyum jahil.

“Ya! Aku tidak mau melakukannya! Disini banyak orang.” Sooyoung menatap sekelilingnya. Walau cafe tidak begitu ramai, tapi tetap saja ini tempat umum. Tidak seharusnya mereka melakukannya disini.

“Sudahlah, mereka tidak akan peduli dengan apa yang kita lakukan.” Kyuhyun membuka bungkus Pepero itu, lalu mengambil satu batang dan menggitnya di mulut, “ayo kita lakukan. Jika kau tidak mau melakukannya, aku tidak akan memerima kata maafmu tadi.”

Sooyoung memutar bola matanya malas, Kyuhyun memang suka mengancam seperti anak kecil. Sooyoung pun menurut lalu menggigit Pepero di bagian ujung yang lain. Mereka saling menggigit sehingga Pepero itu semakin lama semakin pendek, dengan begitu semakin dekat pula jarak mereka.

Namun saat Pepero masih beberapa senti, Sooyoung justru mematahkannya. Dan hal itu sukses membuat Kyuhyun kecewa. Sooyoung tertawa lepas melihat ekapresi Kyuhyun. Pepero Kiss pun gagal.

“Ya! Mengapa mematahkannya ?!” Kesal Kyuhyun.

“Kau tidak menyuruhku untuk menghabiskannya ‘kan ? Jadi lebih baik aku potong saja.” Kali ini Sooyoung yang tersenyum jahil.

Sooyoung lalu mengambil satu Pepero dan menggigit ujungnya di mulut, ia memejamkan matanya seakan menjagak Kyuhyun untuk melakukannya lagi. Ia ingin menjahili Kyuhyun untuk kedua kalinya.

Namun Kyuhyun tak kalah jahilnya. Ia mengambil Pepero di mulut Sooyoung dan justru menempelkan bibirnya pada bibir Sooyoung secara langsung. Sooyoung yang terkejut langsung membuka matanya, merasakan Kyuhyun yang menciumnya dengan lembut.

Tak lama kemudian, Kyuhyun melepaskan ciumanya dan tersenyum melihat wajah Sooyoung yang memerah.

“Aku tak sabar lagi menunggu biskuit Pepero itu habis sebelum aku mendapatkan apa yang aku inginkan.”

Sooyoung yang mendengar itu semakin merona. Ia memalingkan wajahnya, tak sanggup menatap wajah Kyuhyun. Tiba-tiba Kyuhyun meraih wajahnya agar Sooyoung kembali menatapnya.

“Saranghae.” Gumam Kyuhyun.

Ia pun semakin memdekatkan wajahnya pada Sooyoung dan Sooyoung pun memejamkan matanya.

Hiruk pikuk keramaian malam di Kyoto tak membuat mereka terbangun dan justru semakin terlarut dengan kehangatan cinta.

.

Di tempat lain terlihat Soongmi sedang memilih soufenir-soufenir lucu untuk oleh-oleh. Sementara Yoonji justru terlihat mencari seseorang di sekitarnya.

“Kau tidak membeli oleh-oleh untuk keluargamu ?” Tanya Soongmi sambil tetap memilih soufenir yang menarik untuknya.

“Ne ?” Yoonji tak mendengarkan apa kata Soongmi karena ia terlalu sibuk mencari seseorang.

“Keluargamu, apapun itu, mereka pasti akan merasa sangat senang jika kau menbawkan oleh-oleh untuk mereka.” Kata Soongmi.

“Percuma aku membeli oleh-oleh. Aku tidak tahu harus memberikannya pada siapa. Keluargaku terlalu sibuk. Mereka jarang berada di rumah.”

Senyum Soongmi langsung pudar. Ia seakan bisa merasakan Yoonji yang negitu kesepian selama ini.

Namun lagi-lagi Yoonji kembali terlihat mencari seseorang.

“Siapa yang kau cari ?” Tanya Soongmi yang heran dengan tingkah Yoonji.

“Kemana perginya Sooyoung dan Kyuhyun ? Aku takut kehilangan jejak mereka.”

“Kenapa kau begitu mengkhawatirkan mereka ? Mereka sudah sering datang ke jepang, jadi tidak akan tersesat.”

Setelah itu mereka kembali hening, Soongmi kembali sibuk memilih soufenir.

“Yoonji-ssi, ada yang ingin aku katakan padamu.”

Yoonji yang awalnya ikut melihat-lihat soufenir kini menatap Soongmi yang memasang wajah seriusnya.

“Ingin sekali rasanya aku memanggilmu tanpa embel-enbel ‘ssi’ dan berbicara informal padamu. Tapi aku tahu itu butuh proses.”

Yoonji sama sekali tak mengerti dengan maksud Soongmi, “sebenarnya apa yang ingin kau katakan ?”

Soongmi menghela nafasnya sejenak. “Aku tahu kita baru saling mengenal. Tapi semenjak hari itu, hari dimana aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya di sebuah wawancara, aku sudah menaruh hati padamu. Aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama.”

Yoonji terperanjat, ia tak menyangka Soongmi akan mengatakan hal itu.

“Aku tahu ini memalukan, tapi aku tak tahan lagi menahan perasaanku sendirian. Aku ingin kau tahu bagaimana perasaanku.”

Yoonji merasa bingung, “aku tak tahu harus mengatakan apa. Aku benar-benar minta maaf. Aku tak pernah berfikir bahwa kau memiliki perasaan seperti ini padaku. Ini terlalu mengejutkan.”

Soongmi mendengarkan setiap kata-kata Yoonji dengan seksama. Ia juga merasa berdebar menanti jawaban Yoonji.

“Aku benar-benar minta maaf, aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padamu. Seperti yang kau katakan, kita baru saja saling mengenal. Ini terlalu cepat.” Yoonji mengatakanya dengan penuh hati-hati, “lagi pula, aku masih menyukai orang lain ”

Soongmi menghela nafasnya, berusaha meredam rasa nyeri di hatinya. Ini pertama kalinya ia menyatakan cinta dan ini juga pertama kalinya ia ditolak. Yoonji yang melihat Soongmi terdiam, jadi merasa bersalah.

“Siapa ? Siapa wanita beruntung itu?” Tanya Soongmi dengan suara bergetar, ia sekuat mungkin berusaha menahan tangisnya.

“Wanita itu adalah wanita yang tak akan pernah bisa kumiliki, wanita yang sudah jatuh ke tangan orang lain. Tapi aku akan melakukan apapun untuknya, aku akan terus berada di dekatnya.” Yoonji tersenyum kecut, “kau pasti berfikir aku orang yang bodoh.”

Soongmi terdiam. Jika melihat gelagat Yoonji selama ini dan mendengar kata-kata Yoonji tadi, ia seakan mengenali orang yang Yoonji maksud.

“Choi Sooyoung ? Apa…orang itu adalah Choi Sooyoung ?”

Soongmi benar-benar berharap jika dugaanya kali ini salah. Ia tak tahu bagaimana jadinya jika dugaanya benar. Selama ini ia cukup dekat dengan Sooyoung, bagaimana perasaanya jika orang yang ia sukai ternyata lebih menyukai Sooyoung ?

Namum dunia seakan runtuh bagi Soongmi ketika Yoonji mengangukkan kepala perlahan. Hatinya semakin hancur berkeping-keping. Ia tak sanggup manahan tangsinya lagi

-Continue-

Annyeong….
Aku kembali dengan part 12
Entah mengapa aku merasa part ini alurnya terlalu cepat -.-
Maaf buat yang nggak puas sama part kemarin.
Aku mengerjakan part ini di sela-sela waktu belajar buat UAS ^^
Semoga kalian gk bosen nunggu sampek part terakhir yaa..
Terima kasih untuk segala dukungan dan semangat dari kalian..
Komentar kalian adalah bayaran buat aku ^^

Tetap nantikan part selanjutnya dan tetap tinggalkan komentar ^^

Kamsahamnida -ShikshinGamer-

Advertisements

6 thoughts on “[SERIES] Queen Of My Heart Part.12

  1. Wah gak nyangka kalau Soongmi akan ngungkapin perasaannya ke Yoonji di part ini. Moment kyuyoung so sweet bgt chingu.

    Keep hwaiting and writing chingu. Oh iya semangat buat UASnya^^

  2. Akhirny di post jga kelanjutanya suka bgts sma ini ff tapi gk suka sma yoonji tai apalagi sma kata2ny di bagian terakhir kalau dia akan melalukan apapun buat bsa dpt sooeoni hadeh ini orang ya kyuppa harus ekstra hati2 nih abisny kayany yoonji orngny nekat suka bagian sweet kyuyoung di cafe suka bgts syang bgts bagian moment kyuyoung di part ini bagiku kurang aku sdh nunggu lama bisny ini ff tapi aku tetap suka karna bsa di lanjutin n krn sdh di post lanjutanya wlaupun chigu lagi uas pokokny semangat untuk uas dan berharap semoga part selanjutnya bsa di post cpt n smkin menarik pokokny keren deh ffny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s