Queen Of My Heart Part 11

Queen Of My Heart Part 11

image

Deg

Hari ini pergelaran besar dengan jutaan penonton itu akan digelar. Semua penonton dengan semangat meneriakan idola mereka masing-masing agar segera menampilkan kebolehan mereka yang luar biasa.

Deg

Para idola itu tengah bersiap di belakang panggung. Beberapa diantara mereka ada yang memperbaiki make up, melakukan pemanasan, memperbaiki costumnya dan berbagai persiapan lain.

Deg

Suara riuh penonton semakin kencang saat sebuah video pembukaan diputarkan. Video yang memperlihatkan betapa memukaunya para idola-idola itu.

Deg

Semua pengisi acara berkumpul di belakang panggung bersama. Mereka bersama Sang Tuan Besar SMEnt memanjatkan doa bersama, memohon kepada yang Maha Kuasa agar memberikan kelancaran untuk show kali ini. Tak lupa juga mereka melakukan tos untuk saling memberikan semangat dan dukungan.

By ShikshinGamer

“SNSD! Harap bersiap!”

Sembilan gadis itu menoleh sesaat pada staff yang memberikan komando itu. Mereka kembali berkumpul membuat lingkaran kecil lalu kembali berdoa demi kelancaran penampilan mereka. Tak lupa juga saling memberi semangat satu sama lain.

“Sooyoung-ah!”

Sooyoung sontak menoleh ke sumber suara dan mendapati Kyuhyun berdiri tak jauh di depannya dengan senyum cerah.

“Fighting!” Dengan mata berbinarnya Kyuhyun memberi semangat pada Sooyoung.

Sooyoung pun tersenyum lembut. Melihat Kyuhyun yang seperti ini rasanya ingin sekali dia datang dan mencubit pipi Kyuhyun yang menggemaskan. Tapi, ia segera tersadar dan membungkukan badannya hormat. “Kamsahamnida.”

Ya, selama ini banyak yang mengenal bahwa Sooyoung adalah hoobae yang begitu menghormati dan mengidolakan seorang Cho Kyuhyun. Jadi jangan heran jika Sooyoung bersikap demikian.

Setelah membungkuk, Sooyoung diam dan tersenyum pada Kyuhyun sejenak sehingga Kyuhyun juga balas tersenyum pada Sooyoung. Bagi Sooyoung, Kyuhyun benar-benar menggemaskan saat memberinya semangat. Namun tak lama kemudian Sooyoung membalikkan tubuhnya menyusul rekan-rekannya menaiki panggung.

Sementara Kyuhyun tetap memasang senyumnya seperti orang bodoh, hingga Heechul memukul belakang kepalanya dan membuat Kyuhyun mengaduh kesakitan.

Plak!

“YA! Hyung! Sakit!” Kyuh
yun mengusap belakang kepalanya yang terasa sakit.

“Apa yang sedang kau lakukan, huh ?!”

Hyung, jangan berteriak seperti itu…” Ryeowook yang kebetulan ada bersama Kyuhyun dan Heechul selagi semua member kembali ke ruang tunggu, mencoba mencegah amarah Heechul.

“Apa kau tidak lihat disini banyak orang ? Bagaimana jika mereka tahu yang sebenarnya tentang hubunganmu dan dia ?!”

“Aku tidak peduli. Dan sekarang semua orang jadi tahu karena mulut mu yang tidak bisa bicara dengan pelan itu!” Kata Kyuhyun dengan sengit. Berani-beraninya hyungnya itu merusak kebahagiaanya hari ini.

“Apa kau bilang ?” Heechul berusaha meraih kerah Kyuhyun dengan berang.

Melihat hal itu Ryeowook segera menenangkan Heechul. Dia takut akan terjadi pertengkaran sebelum mereka perform. “Heechul hyung! Hentikan!”

“Dasar magnae kurang ajar! Aku mengkhawatirkanmu bodoh!” Heechul berusaha menjambak Kyuhyun.

“Ya! Kau membuat tatanan rambutku rusak, hyung” Kyuhyun balas menjambak Heechul.

“Ya! Hentikan.” Jerit Ryeowook saat ia berusaha melerai namun tatanan rambut dan pakaiannya juga jadi ikut berantakan.

“Iish! Tak akan aku biarkan kau!”

“Ini! Rasakan! Akan aku beri pelajaran kau!”

“Teuki hyung, tolong aku!” Teriak Ryeowook pada akhirnya.

.

Teriakan penonton tak pernah padam hingga sampai di penghujung acara. Mereka tetap bersemangat menikmati penampilan dari idola mereka. Tak jarang juga mereka ikut menari dan menyanyikan sedikit bagian dari lagu yang ditampilkan.

Saat di penghujung acara, semua pengisi acara berkumpul di panggung utama untuk menyapa para penggemar dan menyanyikan lagu penutup.

“Apa kalian senang ?!” teriak Leeteuk membuka sesi bercakap-cakap dengan penonton untuk yang terakhir kalinya. Dan semua penggemar menjawabnya dengan teriakan yang menggema.

“Hoah…mereka tetap bersemangat sampai akhir acara.” Yunho menimpali.

“Kau benar.” sahut Suho.

“Kamsa- ah! Aku tidak bisa berbahasa jepang dengan baik. Jadi bagaimana jika kita serahkan saja masalah ini pada Sungmin-ssi dan juga Sooyoung-ssi ?” ucap Leeteuk sontak membuat yang lainya menatap Sooyoung dan Sungmin. Karena dua orang ini memang lebih fasih dalam berbahasa jepang.

Tiba-tiba Kyuhyun merebut microfone di tangan Changmin. “Ya! Kau fikir hanya mereka berdua saja yang bisa berbahasa jepang disini ? Lalu bagaimana denganku ?” protes Kyuhyun pada Leeteuk tersebut mampu mengundang tawa semua orang.

Leeteuk yang mendegarnya hanya bisa tertawa saja.

“Memangnya kau bisa berbahasa jepang ?” tanya Sooyoung yang cukup jauh di seberang Kyuhyun.

“Jangan meremehkanku. Bahasa jepangku sangat bagus. Bahkan aku sudah sering mengadakan konser Super Junior K.R.Y di jepang.” dengan bangganya Kyuhyun mengatakan hal itu dan lagi-lagi mampu membuat semua orang tertawa.

Heechul menyahut, “Hyung, jika kau menyuruh mereka (Sooyoung dan Sungmin), lalu apa gunanya ada penerjemah di acara ini ? Apa mereka akan makan gaji buta ?” ucapan pedas Heechul juga mampu mengundang tawa.

Lagi-lagi Leeteuk hanya tertawa saja. Dia benar-benar tidak berdaya jika harus menghadapi duo lidah tajam di Super Junior itu.

“Lihat, Leader Super Junior bahkan tidak sanggup melawan mereka berdua.” sahut Yunho dengan tertawa.

“Dia memamg tidak ada apa-apanya.” jawab Heechul.

“Sudah-sudah, lebih baik sekarang kita mengucapkan rasa terima kasih kita pada seluruh penggemar yang hadir hari ini.” Kangin berusaha menengahi.

Dan teriakan penonton kembali menggema.

“Minna-san! Arigatou gozaimau!!” jeritan penonton terdengar semakin keras begitu mendengar teria
kan Yunho.

“Terima Kasih atas semua dukungan dan cinta yang terus mengalir untuk kami.” Ucap Leeteuk mewakili para idola yang lainnya. “Kami tidak akan pernah ada tanpa kalian semua.”

Riuh para penonton kembali terdengar.

“Semoga kami tetap bisa mengadakan konser dan menghibur para fans di Jepang selanjutnya.”

“Yeoreobun!! Sarangaeyo!!”

“Aishiteru!!”

Ucapan cinta itu pun diiringi oleh irama pembuka lagu penutup untuk konser kali ini. Semua pengisi acara yang awalnya berkumpul di panggung utama kini menyebar ke seluruh penjuru panggung yang sangat luas itu untuk menyapa para penonton.

Sooyoung berjalan menuju sisi barat panggung di temani dengan Sunny dan Tiffany yang bersamanya. Dengan senyuman yang sangat manis, Sooyoung terus saja melambaikan tangannya pada penonton. Tak jarang juga ia menunjukan aegyo-nya pada penonton yang membuat mereka semakin senang.

Duar!

Tiba-tiba saja suara kembang api meletus dan membuat semuanya refelek menutup telinga. Tersadar akan sesuatu, Sooyoung dan Tiffany buru-butu menutup telinga Sunny yang memang memiliki fobia dengan suara letusan. Namun disamping rasa terkejut itu, ketiganya masih tetap tertawa. Mereka bahkan saling merangkul dan menyanyi bersama di bawah hujan confetti.

*Confetti adalah beragam potongan kertas, milar atau bahan logam yang biasanya dilemparkan pada parade dan pesta -wikipedia

Setelah itu mereka pindah ke bagian panggung yang lain sambil bergandengan tangan dengan Sunny yang berada di tengah. Mereka tetap menyanyikan bait lagu yang ada walaupun mereka tidak membawa microfone.

Hingga mereka berpapasan dengan Kyuhyun dan Eunhyuk yang berjalan berlawanan arah. Mereka saling menyapa. Eunhyuk melakukan high five dengan Tiffany. Begitu pula dengan Kyuhyun dan Sooyoung. Namun Kyuhyun tak mau melepaskan tangan Sooyoung dan justru ikut menyeretnya pergi. Sunny yang menggandeng tangan Sooyoung memandang Kyuhyun penuh tanya. Dan setelah sedikit berbicara, akhirnya Sunny dan Tiffany tertawa lalu meninggalkan Sooyoung bersama dengan Kyuhyun. Sementara Eunhyuk memilih mengikuti dua gadis cantik itu.

Kyuhyun terus menggandeng tangan Sooyoung dan mengajaknya ke panggung paling depan. Sooyoung terus saja berusaha melepas tangan Kyuhyun namun ia mendapat larangan keras dari Kyuhyun.

Sesampainya di sana Kyuhyun menunjukan pada Sooyoung jika ada sebuah fans yang mengankat banner dengan tulisan ❤ KyuYoung ❤ yang cukup besar.

Kyuhyun pun berbisik pada Sooyoung, mengajak gadis cantik itu untuk memberikan fan service. Kyuhyun dan Sooyoung saling menyatukan tangan mereka membentuk tanda hati di atas kepala. Sooyoung dan Kyuhyun sama-sama tersenyum dengan ceria. Para fans seakan tak mau membuang kesempatan untuk mengabadikan moment tersebut.

Kyuhyun dan Sooyoung pun kembali bergandengan tangan menuju panggung utama untuk memberikan penghormatan terakhir kepada penonton bersama para pengisi acara yang lain.

Semua pengisi acara pun saling bergandengan tangan dan membungkuk hormat kepada penonton untuk beberapa saat. Setelah itu mereka pun menegakan tubuhnya.

Siwon yang berada di samping Kyuhyun memeluk magnae-nya dengan singkat. Ia merasa senang karena acara ini berjalan sangat sukses. Siwon juga sempat memeluk Yoona yang ada di dekat Sooyoung dengan singkat. Kyuhyun juga melakukan hal yang sama, memeluk singkat Choi Sooyoung. Sooyoung yang terkejut hanya bisa diam menerima pelukan singkat Kyuhyun.

“Aishiteru!! Arigatou!!”

.

Beberapa jam setelah perhelatan akbar itu selesai, Sooyoung sudah terlihat sibuk dengan barang-barangnya.

“Kau akan berangkat sekarang ?” Tanya Taeyeon saat melihat Sooyoung yang begitu sibuk. Ia lalu berinisiatif untuk membantunya melipat pakaian.

Disela kesibukannya, Sooyoung mengangguk. “Aku harus berangkat ke bandara sekarang karena syuting dimulai besok pagi.”

Taeyeon memandang Sooyoung dengan khawatir. Akhir-akhir ini jadwal Sooyoung sering bertabrakan dengan jadwal syutingnya. Bahkan Sooyoung belum sempat istirahat setelah pesta perayaan suksesnya konser di Jepang ini berakhir.

“Kau tenang saja, aku bisa beristirahat di pesawat.” Ucap Sooyoung dengan senyum menenangkan seolah ia bisa membaca apa yang difikirkan Taeyeon.

Taeyeon menghela nafas. Meskipun iba, tapi ia tidak bisa mencegah kepergian Sooyoung. “Kau harus berhati-hati dan tetap jaga kesehatanmu.”

“Tenang saja, Taeng. Aku bukan orang yang gampang sakit.” Jawab Sooyoung dengan enteng.

Deg!

Tiba-tiba gerakanya terhenti. Ia teringat seseorang karena kata-katanya sendiri. Seketika raut wajahnya menjadi khawatir.

.

Ting! Tong!

Tak perlu menunggu suara bel untuk yang kedua kalinya, pintu besar yang ada di hadapan Sooyoung itu terbuka, menampakan sosok laki-laki yang sudah sangat ia kenal terkejut akan kedatangannya.

“Oh! Sooyoungie ?! Silahkan masuk.” Eunhyuk memberikan jalan bagi Sooyoung untuk memasuki Hotel yang ditempati Super Junior. Kebetulan Eunhyuk satu kamar dengan seseorang yang sedang ia cari.

“Maaf jika berantakan. Maklum saja ini kamar namja.”

Sooyoung hanya tersenyum maklum mendengarnya. Sejujurnya ia tak mempermasalahkan hal itu.

“Sebenarnya…aku datang kesini untuk menjemput Kyuhyun Oppa, kami harus berangkat ke bandara sekarang. Tapi dia tidak menjawab telfon dariku. Tiba-tiba aku merasa khawatir. Apa dia baik-baik saja ?”

Senyum ramah di wajah Eunhyuk sirna seketika. Ia cukup takjub dengan Sooyoung yang begitu peka dengan Kyuhyun.

“Sebaiknya…kau lihat saja keadaanya di kamar.”

Mendengar kalimat itu membuat Sooyoung semakin berfikir negatif.

.

Ceklek!

Leeteuk yang awalnya hampir saja tertidur di kursi sambil menjaga sang magnae, akhirnya membuka matanya kembali. Ia sangat terkejut melihat siapa yang datang.

“Sooyoung-ah…”

“Annyeong Oppa…” Sooyoung sedikit membungkuk hormat. “Maaf jika aku menganggu.”

Leeteuk lalu berdiri dari duduknya dan menghampiri Sooyoung. “Tidak apa-apa. Apa kau kesini untuk melihat Kyuhyun ?”

Sooyoung melirik sejenak pada Kyuhyun yang sedang terbaring di atas kasurnya dengan kompres di dahinya. Melihat Kyuhyun yang seperti itu, Sooyoung tak mampu lagi menyembunyikan rasa khawatirnya. Sooyoung segera menghampiri Kyuhyun dan duduk di kursi yang sebelumnya sempat diduduki Leeteuk. Ia menggenggam tangan Kyuhyun yang terasa panas. Seperti dugaanya, Kyuhyun sakit.

“Senang rasanya melihat Kyuhyun mempunyai seseorang yang begitu peka terhadapnya.” Ucap Leeteuk lembut sambil mendekati Sooyoung.

“Sejak kapan dia seperti ini ?” Sooyoung tak mengalihkan pandanganya dari Kyuhyun.

“Kau jangan khawatir, kami sudah memanggil dokter. Dan dia hanya kelelahan saja.” Sooyoung sedikit bernafas lega mendengar perkataan Leeteuk meski itu tak menjawab pertanyaanya.

“Aku lupa jika dia mudah sakit.”

“Apa kau mau menjaga Kyuhyun sebentar ? Aku harus menghubungi manajerku dan mengatakam bahwa Kyuhyun sedang sakit. Jadi keberangkatanya bisa ditunda.”

“Tentu saja aku akan menjaga Kyuhyun Oppa.”

Setelah itu Leeteuk keluar dari kamar Kyuhyun. Selain ia memang benar-benar akan menghubungi manajernya, ia juga tak bisa terus-terusan menjadi obat nyamuk untuk Kyuhyun dan Sooyoung.

Selepas kepergian Leeteuk, Sooyoung berinisiatif untuk mengganti kompres Kyuhyun yang sudah kering. Namun tiba-tiba tangan panas Kyuhyun menggenggam tangan Sooyoung yang sedang sibuk mengganti kompres di dahi Kyuhyun.

“Sooyoungie…” bisik Kyuhyun dengan suara paraunya. Perlahan-lahan, Kyuhyun mulai membuka matanya.

“Kyuhyun…kau sudah sadar ?” Sooyoung tersenyum penuh syukur atas kesadaran Kyuhyun.

“Apa yang terjadi padaku ? Kenapa kau ada disini ?”

“Aku panggilkan Hyungmu dulu ya, sejak tadi dia benar-benar khawatir padamu. Dia pasti akan senang mendengar kau sudah sadar.” Sooyoung berniat untuk berdiri dan memberitahu Leeteuk tentang keadaan Kyuhyun, namun tangan hangat Kyuhyun justru mencegahnya. Sooyoung pun menatap Kyuhyun dengan penuh tanya.

“Maaf, sudah membuatmu khawatir.”

Sooyoung pun tersenyum dan mengusap tangan Kyuhyun yang menggenggam lenganya. “Tak apa, yang penting sekarang kau sudah jauh lebih baik.”

.

Tuk!

Leeteuk meletakan dua gelas minuman hangat dimeja yang sengaja ia sajikan untuk Sooyoung dan manajer Super Junior. Sooyoung menerimanya dengan senyuman.

Leeteuk lalu mendudukan tubuh lelahnya di sofa tak jauh dari Sooyoung. Ia yang senang karena Kyuhyun sudah membaik kini harus kembali merasa resah karena Kyuhyun sudah harus pergi ke Kyoto  yang cukup jauh dari Tokyo untuk syuting besok. Bahkan Sooyoung kini sedang menunggu Kyuhyun bersiap-siap.

Leeteuk menghela nafas pasrah. “Padahal dia baru saja siuman, tapi sekarang malah memaksa untuk tetap pergi.”

“Jika kau tidak menghubungiku, aku pasti tidak akan tahu kalau Kyuhyun sedang sakit.” Sahut manajernya.

“Kyuhyun Oppa memang orang yang keras kepala, tapi dia sangat profesional dan pekerja keras. Jadi percuma saja jika mencegahnya.” Kata Sooyoung.

“Sooyoung-ah, bisa kah kau menjaga Kyuhyun untuk ku ? Walaupun dia sedang sakit, tapi dia pasti akan menyembunyikam sakitnya dari siapapun. Aku bersyukur karena kau begitu peka pada Kyuhyun.”

“Tanpa Oppa berkata seperti itu, sudah pasti aku akan menjaga Kyuhyun oppa semampuku.”

“Kamsahamnida Sooyoung-ssi. Maaf kami sudah merepotkanmu.” Kata manajer Super Junior

“Gwaemchanhayo…” Sooyoung tersenyum canggung.

Sepertinya manajer Super Junior ini belum tahu tentang hubungan Kyuhyun dan Sootoung sehingga ia merasa sungkan seperti ini.

“Hm…Sebenarnya, ada yang ingin aku katakan padamu sejak dulu.” Gumam Leeteuk pada manajernya.

“Jinjja ? Apa itu ? Sepertinya hal yang sangat serius.”

Leeteuk melirik sejenak ke arah Sooyoung yang sepertinya tak mengerti apa yang akan Leeteuk katakan.

“Sebenarnya…kau tak perlu sungkan pada Choi Sooyoung dan jangan heran jika kau melihatnya cukup sering mengunjungi dorm kita.” Leeteuk menghentikan kata-katanya membuat manajernya semakin penasaran.

Sooyoung sadar dengan apa yang akan Leeteuk katakan. “Oppa akan mengatakannya ? Apa ini tidak masalah ?”

“Tenanglah Sooyoung-ah. Dia bisa dipercaya. Dan akan semakin baik jika manajerku mengertahuinya juga.” Leeteuk mencoba memberi senyum yang menenangkan.

Semenatara manajernya memasang wajah yang semakin kebingungan. “Ya! Kenapa ? Ada apa sebenarnya ?”

Leeteuk kembali terpusat pada manajernya. Ia menghirup nafas dalam-dalam untuk memantapkan niatnya itu. “Sebenarnya…Kyuhyun dan Sooyoung sedang berkencan sejak 6 bulan yang lalu.”

Krik…

Diam dan hening. Tak ada tanggapan ataupun perubahan ekspesi dari manajer Super Junior itu. Entah ia terlalu terkejut sehingga tidak bisa mengekspresikannya atau ia tak percaya dengan omongan Leeteuk. Sementara Sooyoung dan Leeteuk saling melirik dengan wajah bingung.

“Neo…gwaenchanha?” Leeteuk berkata dengan pelan untuk menyadarkan manajernya.

“Ah Mianhae, aku sangat terkejut.” Manajer itu menghela nafasnya. “Jadi…benar dugaanku selama ini ?”

“Dugaan ?” Leeteuk menautkan alisnya.

“Ne, aku sudah menduga jika Kyuhyun sedang ada hubungan dengan Sooyoung. Mereka menjadi sangat dekat akhir-akhir ini dan itu terlihat dengan jelas.”

“Lalu ?”

“Lalu… Apanya ?”

Leeteuk mengeluh karena tiba-tiba manajernya menjadi sulit mengerti apa yang ia bicarakan. “Bagaimana tanggapanmu tentang hal ini ?”

Belum sempat sang manajer menjawabnya, Kyuhyun sudah keluar dari kamarnya dan bergabung dengan mereka.

“Ada apa ? Apa kalian membicarakanku ?” Kata Kyuhyun dengan ekspresi datar.

“Kyuhyun oppa.”

Semuanya memasang wajah terkejutnya. Terutama Leeteuk yang benar-benar terkejut. Karena dia sudah berjanji akan menjaga rahasia hubungan Kyuhyun dan Sooyoung dari siapapun, bahkan sang manajer sekalipun.

“Aku sudah siap. Jadi ayo kita berangkat.”

.

“Bagaimana keadaannya ?” Entah ini sudah yang keberapa kalinya sang manajer mengengok kebelakang untuk menanyakan kondisi Kyuhyun. Padahal ia seharusnya lebih fokus menyetir.

Sooyoung dengan perlahan meraba kening Kyuhyun yang tertidur di pundaknya. Ia mendesah pelan. “Suhunya sedikit meningkat lagi. Apa kita harus membawanya kerumah sakit ?”

“Jika Kyuhyun mendengarkannya, ia pasti akan marah besar. Kyuhyun tidak suka pergi ke rumah sakit.”

“Memangnya siapa yang akan suka ke rumah sakit ?” Gumam Sooyoung.

Tak selang berapa lama mereka sudah sampai di Bandara Narita atau yang bisa disebut Bandara Internasional Tokyo. Sooyoung memandang sejenak bangunan bandara dari kaca jendela. Ternyata Bandara ini sangat besar.

Manajer Kyuhyun melepas sabuk pengamannya dan menoleh pada Sooyoung. “Aku akan menurunkan barang-barang kalian dari bagasi. Tolong kau bangunkan Kyuhyun.”

“Ah, ne. Jeongmal kamsahamnida.”

Sang manajerpun turun dari mobil dan meninggalkan Kyuhyun dan Sooyoung berdua. Sebenarnya Sooyoung tak tega membangunkan Kyuhyun disaat ia sakit seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi. Jika tidak segera turun mereka akan ketinggalan penerbangan.

“Oppa…Kyuhyun oppa.” Sooyoung mengguncang pelan tubuh Kyuhyun. “Bangunlah, kita sudah sampai.”

Kyuhyun pun menegakan tubuhnya. Sambil mengucek mata lelahnya, Kyuhyun melihat keluar sejenak dan bergumam, “Tokyo ?”

Sooyoung pun terernyum dan merapikan rambut ikal Kyuhyun yang sedikit berantakan. “Ne, kita masih di Tokyo dan akan berangkat ke Kyoto.” Sooyoung pun membereskan menyambar tasnya dan membuka pintu mobil di sampingnya. “Ayo cepat turun. Jika tidak kita akan ketinggalan pesawat. Kau masih sanggup berjalan ‘kan ?” Sooyoung sangat tahu jika Kyuhyun akan berjalan sendiri dan tak mau terlihat lemah di depan orang lain.

Lalu Kyuhyun pun mengikuti jejak Sooyoung untuk keluar dari mobil.

“Kamsahamnida sudah memindahkan barang-barangku.” Sooyoung membungkuk hormat pada manajer.

“Ne, kalian cepatlah masuk. Disini dingin. Biar barang-barangnya aku saja yang urus.”

“Manajer dan asistant ku sebentar lagi akan datang. Kau bisa menyerahkan barang-barangku pada mereka.”

“Baikalah kalau begitu.”

.

Ceklek!

Pintu hotel yang Sooyoung tempati selama beberapa hari di Kyoto pun terbuka. Dibelakangnya sang manajer dan juga asistantnya masuk membawakan koper-koper Sooyoung. Sooyoung berjalan menuju jendela besar di samping ruang televisi. Jendela besar itu menampakan pemandangan malam kota Kyoto yang indah.

“Apa tidak apa-apa meninggalkan Kyuhyun oppa ?” Gumam Sooyoung.

“Kau jangan terlalu khawatir, manajernya pasti akan mengurusnya dengan baik.” Manajer Sooyoung tersenyum melihat gadis itu masih saja menkhawatirkan kekasihnya.

“Apa disini ada rumah sakit dengan fsilitas lengkap ? Apa di dekat lokasi syuting nanti juga ada ? Kita harus berjaga-jaga kalau saja dia membutuhkan rumah sakit.”

“Kau tenang saja. Bahkan kamarnya tepat berada di depan kamarmu.”

Bugh!

Sooyoung memukul bahu manajernya. “Ya! Mengapa tak mengatakannya dari tadi ?”

Manajer Sooyoung hanya tertawa melihat ekspresi Sooyoung. “Sudahlah, lebih baik kau istirahat saja. Besok aku akan menjemputmu. Atau kau ingin berangkat bersama Kyuhyun-ssi ?”

Sooyoung berfikir sesaat. “Entahlah, akan aku hubungi lagi nanti.”

“Baiklah sampai jumpa.”

Blam!

“Aaah..” Sooyoung menidurkan tubuhnya diatas kasur hotel yang empuk. “Dia sedang apa ya ? Apa sudah tidur ?”

Sooyoung pun meraih handphonenya lalu mengetikan nomor Kyuhyun yang sudah ia hafal diluar kepala. Namun ketika hendak menyentuh tombol hijau, ia ragu.

“Ah, sebaiknya aku tidak mengganggunya, mungkin dia sedang istirahat.”

Sooyoung melemparkan ponselnya begitu saja kesampingnya, ia lalu berguling dan menutup kepalanya dengan bantal. Namun tiba-tiba ponselnya bergetar dan membuatnya terkejut. Ternyata panggilan dari Kyuhyun.

“Kyuhyun Oppa!”

“Apa kau sudah tidur ?”

Sooyoung menggeleng. “Belum. Kufikir kau sudah tidur. Bagaimana dengan demammu ?”

“Sudah lebih baik. Maaf membuatmu mengkhawatirkanku.”

Suasana sunyi sejenak hingga Sooyoung mendapat ide bagus.

“Kyuhyun Oppa, apa kau lapar ?”

“Hah ? Ini hampir lewat tengah malam dan kau menanyakan hal itu ? Kau ini benar-benar.”

“Aku sangat lapar. Bagimana jika kau menemaniku makan ? Aku akan membawakan makanan untukmu juga.”

“Huh, baiklah.”

.

Ting! Tong!

Tak lama setelah itu Sooyoung sudah berdiri di depan pintu kamar Kyuhyun dengan sebuah panci kecil dan sebungkus plastik berisi makanan di tanganya. Kyuhyun lalu membuka pintu kamar dan terkejut dengan apa yang Sooyoung bawa.

“Eh? Apa itu ?”

Tanpa permisi Sooyoung melangkah masuk dan langsung menuju dapur lalu meletakan panci itu di meja makan.

“Hah… berat sekali.” Keluhnya.

Kyuhyun pun mendekati Sooyoung dan meliat apa yang ada di dalam plastik itu. “Apa ini ?”

Sooyoung yang sedang mengambil peralatan makan pun menoleh. “Itu Jjangmyeon.”

Kyuhyun pun mengangguk paham, ia bertikir Sooyoung memang tahu jika jjangmyeon adalah salah satu makanan kesukaannya. Tatapannya beralih pada panci kecil di samping bungkusan itu. “Kalau yang ini ?” Kyuhyun menunjuk panci itu sambil melihat Sooyoung yang menghampirinya.

“Oh, Itu sup lobak.” Sooyoung menata manguk, sumpit dan alat makan lainya di meja. Ia lalu tersenyum penuh arti pada Kyuhyun yang memasang wajah tak mengerti, “sup ini untukmu.”

Gerakan Kyuhyun yang akan membuka tutup panci kecil itu terhenti seketika. Ia menatap Sooyoung dengan tatapan terkejutnya. “Mwo ? Ya! Aku tidak mau makan makanan kambing.”

“Asal kau tahu saja, sup lobak ini bagus untuk menurunkan demam. Jadi kau harus makan ini jika ingin cepat sembuh.”

“Aku sudah sembuh.”

“Kau makan sup itu atau aku yang akan mencekokimu ?!” Tanya Sooyoung dengan ketus sambil duduk di ruang makan itu.

Kyuhyun hanya menghela nafas panjang dan dengan pangkah lesu mulai duduk di hadapan Sooyoung.

Sooyoung pun menuangkan sup itu ke dalam mangkuk dan menyiapkan nasi untuk Kyuhyun.

“Aku juga ingin makan jjangmyeon.” Gumam Kyuhyun sambil cemberut.

Sooyoung terkekeh melihatnya. “Jika kau menurut, aku akan berjanji mengajakmu jalan-jalan di Kyoto setelah syuting.”

“Jinjja ?”

Sooyoung mengangguk mantap. Namun sepertinya Kyuhyun tak begitu gembira namun ia hanya mengangguk dan menerima sup itu dari Sooyoung. Dengan malas-malasan Kyuhyun mulai menyantap supnya. Sedangkan Sooyoung entah ini sudah suapan keberapa ia memakan jjangmyeon-nya.

.

“Kau akan kembali ?”

Sooyoung berbalik dan menatap Kyuhyun dengan alis terangkat. Kegiatanya mencuci piring jadi terhenti sejenak.

“Apa yang kau maksudkan ?”

“Maksudku…kau akan kembali ke kamarmu ?”

Sooyoung menyelesaikan kegiatanya lalu mengelap tanganya yang basah dengan tisue.

“Kau fikir apa gunanya agensi menyewakan hotel untukku ?”

Kyuhyun terperanjat. “Tapi…aku tidak suka sendirian.”

Sooyoung menatap Kyuhyun dengan penuh arti. Sebenarnya ia juga merasakan hal yang sama.

“Aku…tidak suka tidur sendirian. Apalagi ruangan ini sangat besar untukku seorang diri. Aku pasti tidak bisa tidur.”

“Jadi…kau menyuruhku untuk tidur disini ?” Sooyoung seakan bisa membaca pikiran Kyuhyun.

“Tidak apa-apa kan ? Ruanganmu kan ada di depan kamar ini. Jadi apa bedanya dengan tidur disini ?” Jawab Kyuhyun enteng.

Kyuhyun lalu berjalan meninggalkan Sooyoung menuju ruang televisi. Ia dengan santai mendudukan dirinya dan mulai menyalakan televisi. Sooyoung pun mengikutinya dan duduk di samping Kyuhyun dengan kesal.

“Ya! Kenapa santai-santai begini ? Kau fikir aku akan bilang ‘iya’, huh ?”

“Aku kan sudah menuruti keinginanmu untuk makan sup itu, jadi sekarang kau yang menuruti keinginanku.”

“Tapi…kita kan hanya berdua disini…” gumam Sooyoung dengan wajah menunduk.

Bukan apa-apa. Sooyoung hanya mencoba berfikir realistis. Pasti tidak baik jika seorang laki-laki dan perempuan apa lagi dengan status sebagai sepasang kekasih menghabiskan malam di ruangan yang sama berdua saja. Bisa saja akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan jika ada kesempatan yang memungkinkan. Dan bagaimana pun juga Kyuhyun kan seorang laki-laki yang normal. Bisa saja dia berubah menjadi seseorang yang tidak pernah Sooyoung bayangkan. Tapi…

Grep!

Tiba-tiba saja Kyuhyun menggenggam erat tangan Sooyoung dan mendorong gadis itu dengan kuat untuk merebahkan tubuhnya di atas sofa. Lalu Kyuhyun mendekatkan tubuhnya pada Sooyoung sambil tersenyum nakal.

“A-apa yang…”

Kyuyun perlahan-lahan mendekatkan wajahnya sambil tetap memasang senyum nakal. Sooyoung bahkan bisa merasakan nafas Kyuhyum dengan aroma mint.

“Apa kau berfikir nakal ‘huh ? Kau menginginkan hal itu terjadi ? Lagi pula…hanya ada kita berdua disini. Jadi mari kita lakukan.”

Kyuhyun semakin mendekat.

“Ya! Apa yang kau lakukan ?” Sooyoung berusaha meronta.

“Ayolah! Ini menyenangkan.”

“Ya! Cho Kyuhyun!” Sooyoung dengan sekuat tenaga memukul dada Kyuhyun hingga akhirnya ia menendang kaki Kyuhyun dengan kuat dan membuat Kyuhyun mengadu kesakitan lalu mendudukan dirinya.

Tak sampai disitu, Sooyoung juga memukuli Kyuhyun dengan brutal.

“Ya! Dasar mesum! Apa yang mau kau lakukan padaku!”

Namun Kyuhyun justru tertawa  karenanya. “Hahaha, wajahmu…wajahmu lucu sekali.”

Sooyoung jadi semakin marah saat mengetahui bahwa Kyuhyun sudah menggodanya.

“Persetan denganmu, Cho Kyuhyun!” Jeritnya

Sooyoung lalu melangkah keluar dari kamar Kyuhyun. Namun Kyuhyun sama sekali tidak mencegahnya dan justru tertawa terbahak-bahak karena kesuksesannya menggoda Sooyoung.

.

Namun benerapa menit kemudian terlihat Kyuhyun dan bersandar di depan pintu kamar Sooyoung sambil berbicara lewat alat penghubung yang ada di pintu.

“Sooyoung-ah, aku takut tidur sendirian.”

“Aku sudah tidak peduli lagi denganmu. Biar kau takut atau tidak, aku tidak peduli! AKU TIDAK PEDULI!”

“Sooyoung-ah…”

“Panggil saja manajermu! Jangan ganggu aku!”

“Kau meninggalkan pancimu di kamarku.”

“Buang saja!”

“Sooyoungie, kumohon buka pintunya. ”

“Pergi kau! Jangan ganggu aku!”

Pip!

Sial, Choi Sooyoung marah padaku.

-Continue-

Waduh Sooyoung marah?  Gara-gara Kyuhyun sih yang suka jahil sama Soo

Gimana caranya biar Kyuhyun baikam sama Soo ya ?

Lalu gimana sama perterungan Kyuhyun dan Yoonji.

Akan terjawab di part selanjutnya 😀

Holla aku balik lagi 😀
Maaf udah lama gk update, itu karena aku sudah kelas 3 sma jadi sibuk banget sama sekolah. Maaf juga kalo part ini pendek, garing, membosankan, dll 🙂

Aku sangat berterima kasih kepada kalian semua yang sudah follow blog ini ^^ dan kalian semua yang udah like, share, atau comment ff karya ku 😀 Jeomgmal Kamsahamnida *bow

Tetap tunggu karya ku selanjutnya ya 😀

-ShikshinGamer

Advertisements

12 thoughts on “Queen Of My Heart Part 11

  1. Wah… aku nunggu ckup lama nih ff…. kependekan emang but its okey… smngat buat skolahnya ..
    snengnya d sini ngga ada pengganggu merrka… dan kyut aja mkir mereka berdua trus soo umma yg ngerawat & care papih… hoho

  2. nah loh Sooyoung eonni ngambek tuh .. Kyuhyun oppa sih ngerjain Sooyoung .. kkk~
    emang dasar kelakuan evil couple, bikin gemes + envy
    .
    next ya thor .. di tunggu next part nya .. keep writing

  3. Akhir setelah sekian lama di post jga kelanjutany ini ff senang deh kyuyoung sweet bgts di sini ending jga lucu haha rasain kyuppa sooeoni marah salah sendiri sih ngerjain sooeoni haha next part di tnggu ya chigu jng lma2 di postny

  4. Syo peka bgt..
    Beruntunglah si kyu
    well, itu syo nya gondok.. Hwkwkwk
    sapa suruh kyu jahil bener
    tidur sana kyu sama panci hwkwkwk

  5. Sneng ya kyanya bwt Kyuppa d prhatiin ktika sakit ma bnyak org aplgi d tmbah Sooeon.
    Aaa… Kyuppa trnyata jail bgt ma Sooeon smpe² dianya marah.
    Dtnggu aja h chingu part slnjutnya.

  6. part yng in adaa deg2n’a sma kocak’a jga, masaa iyaa heechul oppa sma kyuhyun oppa brantem’amain jambak2’n rambut sih hahahaha 😀 d’tnggu next part’a min 🙂

  7. cieee kyu oppa yng lagi happy nyapa soo eonni d’recokin sma heechul oppa hahaha 😀 kyaaa soo eonni’a ngambek deh sma kyu oppa, trusss it bneran yoonji sma kyu oppa bkalan bersaing buat dpetin soo eonni? 😮 d’tnggu next part’a min, jdi pnasaran nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s