[One Shoot] I Wish

I Wish

image

Tittle : I Wish
Author : ShikshinGamer
Main Cast : Choi Sooyoung
              Cho Kyuhyun
Other Cast : Seo Joohyun
Genre : Romance, Sad, Hurt, Tragedy
Rating : PG , T
Length : Oneshot

***

Hai, aku kembali dengan ff oneshoot ^^
Ff ini terinspirasi dari MVnya Gavy NJ dengan judul yang sama, yaitu I Wish. MVnya mengharukan banget. Lagunya juga menyayat hati (lebay) hehe

Tapi aku hanya terinspirasi saja. Cerita dan alur yang aku buat berbeda dengan yang ada di MV 😀

WARNING : Judul gk nyambung sama isi cerita :v

So, Happy Reading ^^

.
Sooyoung POV

Secara perlahan aku membuka mataku yang sejak tadi terpejam, saat aku merasakan sejuknya angin pagi yang menerpaku. Kutatap langit yang masih gelap, walau hujan sudah reda. Angin yang membawa aroma hujan ini membuat rambut panjangku menari-nari.

Lalu aku tersadar, bagaimana bisa aku tiba-tiba berada disini ? Berdiri seorang diri di tengah-tengah perempatan jalan. Dengan wajah bingungku aku mengedarkan pandanganku pada jalanan yang ada di sekelilingku. Sepi. Tak ada satupun kendaraan yang melintas pagi ini. Seakan-akan akulah satu-satunya penghuni di kota ini.

Dahiku berkerut saat pandanganku jatuh pada jalanan yang tepat berada di hadapanku. Ada bekas gesekan roda dengan aspal yang sangat panjang dan diakhiri dengan bercak darah di garis penyebrangan jalan. Aku mendekatinya dan melihat darah itu sudah kering. Aku berfikir mungkin telah terjadi kecelakaan di tempat ini sebelumnya.

Ting!

Aku mendongakkan kepalaku begitu mendengar suara semacam bel. Aku melihat rambu lalu-lintas itu berubah warna dari hijau menjadi merah tanda kendaraan harus berhenti dan untuk rambu pejalan kaki berubah warna menjadi hijau dari warna merah. Seketika itu aku merasa deja vu. Walau sering aku melihat lampu rambu lalu-lintas seperti ini dimana pun, namun kali ini rasanya berbeda. Aku seperti merasa benar-benar pernah mengalami ini sebelumnya di tempat yang sama, tapi tak tahu kapan. Memikirkannya membuat kepalaku jadi sakit.

Tak mau berlama-lama aku pun berdiri dan memutuskan untuk pulang karena aku yakin, seseorang yang ada di rumah akan mencariku jika mengetahui bahwa aku tidak ada di sampingnya saat bangun tidur.

Aku berjalan menyusuri jajaran pertokoan yang menuju rumahku. Aku melihat toko-koto yang biasanya tampak cantik dengan lampu hiasnya yang berkerlap-kerlip, kini tampak suram dan gelap. Tak sengaja aku berhenti di depan restoran dimana aku dan Kyuhyun sering makan malam bersama. Aku sedikit mengintip ke jendela. Terilhat restoran itu tampak usang, meja dan kursinya ditutup selembar kain putih. Aku seakan melihat bayangan kebahagian yang ada di dalam retoran ini, termasuk kebahagiaanku dengan Kyuhyun yang hilang entah kemana. Yang ada hanya kesedihan dan duka cita yang begitu kelam. Angin dingin bertiup, menyampaikan rasa duka itu padaku.

.

Ceklek!

Aku membuka pintu rumahku dan masuk kedalamnya. Keadaan rumahku sama seperti tempat-tempat yang kulihat sebelumnya. Begitu gelap, sepi dan kelam. Mungkin ini karena jendela yang tidak dibuka pagi ini. Apa Kyuhyun belum bangun sehingga jendela rumah belum terbuka ?

Untuk memastikannya aku pun  berjalan ke arah kamar kami. Tapi sebelum aku sampai di kamar kami, aku mencium aroma kopi dari arah dapur. Aku pun memindah haluan menuju dapur.

Kulihat Kyuhyun duduk seorang diri di ruang makan sambil menyantap roti dan kopinya. Aku pun datang menghampiri.

“Kenapa hanya sarapan selembar roti ? Pagi hari harus diawali dengan sarapan yang bergizi.” nasihatku sambil berjalan menuju kompor dan akan membuatkan sarapan. Padahal waktu menunjukan jika Kyuhyun belum terlambat ke kantor, tapi kenapa dia tidak mau menungguku dulu ?

Belum sempat aku menyentuh alat dapur apapun, aku mendengar suara pergerakan kursi. Dan kulihat Kyuhyun sudah beranjak dari duduknya sambil membawa piring kotor dan cangkir untuk dicuci.

Tanganku terulur untuk menerima piring dan cangkir yang kotor itu untuk mencucinya. Namun Kyuhyun melewatiku begitu saja dan mencuci semuanya dalam diam. Tubuhku kaku melihat apa yang dilakukan Kyuhyun.

Setelah ia selesai mencuci piring dan cangkir, ia lalu mengambil jasnya dan berlalu pergi tanpa menoleh sedikit pun padaku.

Blam!

Suara pintu tertutup adalah suara terakhir yang ku dengar sebelum semua kesunyian mendera.

Ada apa dengan Kyuhyun oppa ?

.

Aku berjalan menuruni tangga dan melihat bahwa Kyuhyun sudah duduk manis di depan televisi. Bukankah ini masih siang ? Lalu kenapa dia sudah pulang ?

Aku pun berjalan menghampirinya. “Kenapa sudah pulang ?”

Lagi-lagi aku menelan rasa pahit karena dia mengabaikanku. Aku pun memilih untuk mengambil tempat duduk di sampingnya. Rupanya dia sedang menonton serial drama kesukaannya. Pantas saja dia mengabaikanku.

Aku yang memang tidak suka dengan drama korea itu lantas menatap apa yang ada di meja. Soft drik dan makanan ringan terlihat memenuhi meja. Aku pun mengambil salah satu minuman kaleng dan membukanya lalu menyerahkannya pada Kyuhyun yang tampak haus dengan penuh senyum. Namun senyumku memudar saat Kyuhyun justru memilih meminum jus yang ada di hadapannya. Aku hanya tersenyum kecut. Baiklah, mungkin dia sedang tidak ingin minumam soda.

Aku pun berusaha untuk ikut memfokuskan diri pada televisi. Aku tertawa terbahak saat melihat ada adegan lucu dalam drama itu. Tapi saat aku melirik Kyuhyun, yang kulihat dia hanya terdiam. Apa hanya aku saja yang nerasa adegan itu cukup lucu ?

Kyuhyun pun tiba-tiba mematikam televisi dan kemudian beranjak lagi untuk keluar dari rumah. Aku hanya bisa menatapnya bingung. Apa ada yang salah dengan diriku sehingga Kyuhyun jadi seperti ini ?

.

Aku melihat pintu kamar kami yang tidak ditutup dengan rapat. Aku mengintip, dan melihat Kyuhyun yang sedang berbaring di atas kasur. Aku menghampirinya dan rupanya Kyuhyun sudah tertidur.

Aku pun berbaring di sampingnya dan menghadap kearahnya, menatap wajah damai Kyuhyun yang sedang terlelap.

“Ada apa denganmu ? Kenapa kau berbeda hari ini ?”

Aku pun ikut memejamkan mataku dan terbang ke alam mimpi bersama Kyuhyun. Dan tanpa ku ketahui, Kyuhyun meneteskan air mata dalam tidurnya.

.

Ting! Tong!

Ugh! Siapa yang bertamu sepagi ini ? Mengganggu tidurku saja.

Saat aku membuka mataku aku tak menemukan lagi sosok Kyuhyun yang awalnya tidur di sampingku. Bahkan area tidur Kyuhyun sudah rapi.

Aku pun menuruni tangga menuju ruang tamu. Dan betapa terkejutnya aku melihat seorang wanita yang ternyata adalah seseorang yang bertamu sepagi ini.

“Seo joohyun, silahkan masuk!” kata Kyuhyun pada wanita yang kini aku tahu bahwa dia adalah sekretaris pribadi Kyuhyun.

Wanita dengan wajah kalem dan rambut panjangnya yang tergerai itu berjalan anggun memasuki ruang tamu kami.

“Seohyun-ssi ? Untuk apa kau kemari ?”

Ia mengabaikan pertanyaanku dan dan memilih duduk di sofa kami dengan anggunya. Huh! Dasar gadis tak sopan! Siapa yang mempersilahkan dia duduk ?

“Tunggu sebentar akan aku buatkan minum.” kata Kyuhyun.

“Tidak perlu,  aku datang untuk menjemputmu. Tapi sepertinya aku datang terlalu pagi.”

Aku menatap Kyuhyun penuh tanya. “Menjemputmu ? Untuk apa ?”

“Ya, kita akan berangkat 1 jam lagi.”

“Kyuhyun-ah, apa kau merasa kesepian ?” tanya Seohyun dengan tatapan yang sulit ku artikan.

Pertanyaan Seohyun membuat Kyuhyun menatapnya dengan serius dan aku hanya bisa mengolo karena pertanyaan itu. Apa maksudnya dengan kesepian ? Aku ‘kan selalu ada di sisi Kyuhyun ?

“Apa maksudmu ?” Kyuhyun bertanya dengan wajah datarnya.

“Aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya bertanya.” Seohyun tertawa hambar. “Jika kau merasa kesepian, aku akan bersedia menemanimu kapan pun.”

Dasar yeoja genit. Apa maksudnya dengan menemani Kyuhyun kapan pun ?

Ne, kamsahamnida.” jawab Kyuhyun dengan cuek.

“Ah, apa kau sudah sarapan ? Aku akan membuatkannya untukmu.” Seohyun seakan bersiap untuk beranjak dari duduknya.

“Lebih baik kita segera berangkat.”

Ku lihat Seohyun tersenyum kecut. “Hm, baiklah. Aku akan menunggumu di mobil.”

Setelah itu Seohyun keluar dari rumah kami dan aku lihat Kyuhyun berdiri dari duduknya menuju kamar kami. Aku terus mengekorinya. Rupanya ia sedang mengenakan dasinya. Ku lihat dasi itu tidak terpasang dengan baik.

“Kemarilah, biar aku benarkan dasimu.”

Tapi lagi dan lagi, Kyuhyyn mengabaikanku. Dia malah pergi meninggalkanku. Aku hanya bisa menghela nafas berat dan kembali mengikuti Kyuhyun.

Aku berdiri di dekat pintu menunggu Kyuhyun yang sedang mengenakan sepatunya. Biasanya dia akan mengucapkan salam perpisahan sebelum berangkat ke kantornya. Dan aku menunggu hal itu.

Namun kali ini Kyuhyun hanya berlalu di hadapanku. Tapi aku sempat mendengar dia menggumamkan sesuatu.

“Aku berangkat, Cho Sooyoung.”

Aku menegang mendengar apa yang dia bisikan.

Kenapa dia bergumam ? Kenapa tak tersenyum padaku seperti biasanya ? Aku mengikutinya keluar dari rumah dan dia menutup pintu bahkan menguncinya. Oh! Apa sekarang dia tidak mengijinkanku memasuki rumah ?

Aku pun mengikutinya menuju mobil Seohyun dan entah mengapa dia tidak membawa mobilnya sendiri.

“Kyuhyun-ah, kenapa kau mengunci pintunya ? Lalu bagaimana caraku masuk ?”

Blam!

Kyuhyun memasuki mobil itu. Kulihat ia sedikit berbicara dengan Seohyun. Lalu yang kulihat gadis itu mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun lalu membenarkan letak dasinya.

Kenapa dia justru membiarkan Seohyun yang membetulkan dasinya ? Kenapa bukan aku saja ? Dan kenapa begitu banyak pertanyaan mengenai Kyuhyun akhir-akhir ini ?

.

Aku pun memutuskan untuk berjalan-jalan di luar karena aku sendiri tidak bisa memasuki rumahku sendiri. Kedengarannya konyol. Aku berjalan di area sekitar Myeongdong dan melihat-lihat toko-toko dengan barang pajangan mereka yang bagus. Aku pun terdiam di depan sebuah toko yang memajang sepasang jaket yang memiliki corak warna yang saja. Sepertinya ini jaket pasangan. Aku berfikir untuk membeli jaket ini dengan Kyuhyun lain kali. Ah… Jaket ini pasti akan bagus dikenakan saat lari pagi di hari minggu. Apalagi kami adalah sepasang pengantin baru, keharmonisan kami akan membuat banyak orang merasa iri. Hihihi

Tak sadar aku pun tertawa seorang diri. Lalu aku pun melanjutkan perjalananku. Hingga aku merasakan udara tiba-tiba menjadi begitu dingin dan sangat menusuk ke tulang-tulangku. Apalagi aku mengenakan pakaian musim gugur yang sedikit terbuka. Aku menggosokkan tanganku pada lengan untuk mengurangi hawa dinginnya. Bahkan nafasku mulai mengembun.

Tes!

Aku tertegun begitu melihat sebutir salju mulai turun diikuti dengan butiran-butiran salju yang lainnya. Musim salju ? Bukankh ini musim gugur ? Kenapa musim berubah secepat ini ? Apa ini mimpi ?

Aku melihat sekelilingku yang penuh dengan orang-orang yang berjaket tebal. Tapi tak ada satupun yang merasa aneh dengan pakaianku saat ini. Mereka tetap berjalan melewatiku begitu saja, seakan-akan mereka tidak melihatku.

Apa yang sebenarnya terjadi ?

Tak sengaja aku melihat sebuah kalender yang terpajang di sebuah etalase toko.

10 januari ?

Itu tujuh bulan yang lalu. Apa waktu berjalan mundur ?

Aku memutuskan untuk terus berjalan hingga aku sampai di perempatan jalan. Aku berdiri di trotoar dekat garis penyebrangan jalan. Lagi-lagi aku merasa tak asing dengan tempat ini. Sepertinya ini tempat pertama yang kulihat saat aku membuka mataku dan mendapati diriku sendiri dengan misterius berada di tengah-tengah perempatan jalan beberapa hari yang lalu.

Langkah ku berhenti seketika saat tak sengaja aku melihat sepasang kekasih yang sedang berjalan bersama di seberang jalan.

Itu…

Mereka…

Adalah…

Aku dan Kyuhyun!

“Apa yang terjadi ?” aku bergumam dengan keterkejutan yang teramat sangat. Bagaimana tidak, aku melihat diriku sendiri berjalan bersama dengan Kyuhyun.

Lalu… Aku ini siapa ?

Aku diam memperhatikan mereka. Mereka tertawa, tersenyum, dan bercanda bersama. Rasanya aku pernah mengalami hal itu.

Ku lihat mereka saling mengejar setelah bercanda bersama. Mereka berlari dengan riang, berlari dengan tawa.

Kyuhyun menyebrangi jalan diikuti dengan diriku yang disana, tertinggal di belakangnya.

Tin! Tin!

Deg!

Mataku membulat, air mataku jatuh. Aku ingat sekarang. Ini adalah kejadian memilukan di hari itu yang tak akan pernah aku lupakan. Aku menyaksikan kejadian saat…

Tiiin! Tiin!

Secepat yang aku bisa aku berlari menghampiri diriku sendiri yang akan tertabrak mobil besar yang ada di sana. Aku bahkan mengabaikan diriku sediri yang secara ajaib dapat menembus mobil-mobil yang melaju dengan kencang.

Tapi…

BBRRAAAK!!!

Aku membatu melihat apa yang terjadi pada diriku sendiri di depan sana. Aku terlambat…

“Sooyoung-ah !!”

Ku dengar Kyuhyun meneriakan namaku. Dia berlari secepat mungkin menghampiri tubuhku yang berlumuran darah dan diam berbaring di tengah jalan. Dia memeluk tubuh berdarah itu dengan penuh tangis. Dia terus meneriakkan namaku. Dia memohon… Agar aku tak meninggalkannya.

Aku tak dapat membendung air mataku. Aku melihat kejadian itu dengan mata kepalaku sendiri. Kejadian dimana… Aku pergi meninggalkan Kyuhyun selamanya.

Aku sadar sekarang. Sikap Kyuhyun yang dingin akhir-akhir ini bukan karena dia mengabaikanku. Tapi karena aku memang tidak ada, karena dia memang tidak melihatku.

Aku berlari menerjang kerumunan orang-orang yang melihat kejadian itu. Aku berlari dan terus berlari. Sesekali aku menghapus air mataku yang tak dapat berhenti. Tidak mungkin! Aku tidak mungkin mati!

Brak!

Aku langsung bersandar pada pintu begitu aku menutupnya degan keras.

“Hosh…hosh…” nafasku tersenggal-senggal dan air mata ini tak dapat berhenti.

Bodoh. Kenapa kejadian tadi teringat lagi ? Susah payah aku berusaha melupakannya dan sekarang semuanya sia-sia saja.

Ini tidak mungkin. Ini pasti hanya mimpi burukku.

Aku tertegun saat merasakan udara tak sedingin tadi. Ku buka pintu dan sedikit mengintip keadaan di luar. Gundukan salju tebal itu hilang. Yang ada hanya angin sejuk dan dedaunan yang berjatuhan. Musim gugur. Sekarang sudah kembali ke musim gugur.

Aku menatap sekaliling rumahku dan tak sengaja melihat sepatu Kyuhyun di depan pintu masuk.

“Dia sudah pulang…”

Aku berjalan ke arah dapur dan melihat Kyuhyun yang sedang sibuk disana. Apa yang dia lakukan ? Kyuhyun bukanlah orang yang pandai memasak. Dia berdiri di belakangku sambil memotong sesuatu.

Tiba-tiba aku merindukan punggung Kyuhyun. Tapi… Dapatkah aku memeluknya ?

Perlahan ku ulurkan tanganku dan memeluk dari belakang. Hangat. Punggung Kyuhyun benar-benar nyaman. Aku menyandarkan tubuhku pada Kyuhyun.

Ku rasakan Kyuhyun menghentikan pekerjaannya. Ia menyentuh tanganku yang melingkar dipinggangnya. “Jangan memelukku seperti ini, kau menganggu pekerjaanku.”

Aku menegakkan kepalaku dan menatap Kyuhyun dengan terkejut. “Kau bisa melihatku ?”

“Sudahlah jangan bercanda… Aku sedang memasak.” kata Kyuhyun tanpa ada sedikitpun nada dingin seperti sebelumnya.

Aku pun semakin mengeratkan pelukan Kyuhyun sambil berfikir mungkinkah ini semua adalah mimpi buruk ? “Aku merindukanmu, Kyuhyun-ah. Lagipula kau tidak bisa memasak, jadi berhenti melakukannya.”

Kyuhyun diam tak menjawab.

“Lagi pula untuk apa kau memasak ? Jika kau lapar, katakan saja padaku maka aku akan membuatkan makanan yang lezat untukmu.”

Kyuhyun melepaskan pelukanku dan berbalik. Tiba-tiba dia mencium bibirku dengan lembut. Aku yang terkejut hanya diam menerimanya. Setelah itu dia tersenyum manis padaku.

“Apa kau lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kita yang pertama ? Aku ingin memasakan makanan yang lezat untuk kita. Jadi kau istirahat saja.”

Puk! Puk!

Kyuhyun menepuk perutku dengan pelan dan membuatku merasa heran. “Kau tidak boleh terlalu lelah. Kau harus menjaganya dengan baik.”

Apa maksudnya ? Aku…

“Aku…”

“Sudahlah kau duduk saja.” Kyuhyun lalu membimbingku untuk duduk di kursi makan.

“Lebih baik aku mandi saja.”

“Baiklah, pakai baju yang cantik ya.” ujar Kyuhyun membuatku tersenyum.

Aku pun melangkah menuju kamar kami sambil terus termenung. Apakah benar Kyuhyun melihatku ? Apakah ini mimpi ? Atau justru dugaanku bahwa aku sudah mati adalah mimpi ? Aku menyentuh perut rataku dengan lembut. Bagaimana bisa aku melupakannya ?

Akupun memutuskan untuk membersihkan tubuhku dan memakai pakaian terbaik yang aku punya. Lalu aku mendudukan tubuhku di meja rias dan siap memoles wajahku.

Tapi…

Aku tak melihat apapun yang terpantul di cermin.

“Ada apa ini ?” aku meraba cermin itu dengan kalap. Mungkinkah cermin ini bermasalah ?

Tunggu dulu!

Arwah tak akan bisa terpantul di cermin.

Entah itu perkataan siapa. Tapi tiba-tiba aku kembali teringat kata-kata itu.

Jadi…

Aku memang sudah menginggal ?

Lalu ? Bagaimana Kyuhyun bisa melihat dan berbicara padaku ?

Air mataku turun kembali begitu menyadari bahwa aku dan Kyuhyun sudah dalam dunia yang berbeda.

.

Tap! Tap! Tap!

Aku menuruni tangga dengan pelan dan melihat Kyuhyun yang menyambut kedatanganku dengan penuh senyuman. Dia terlihat tampan sekali dengan pakaiannya.

“Kau cantik sekali hari ini, Cho Sooyoung.”

Aku tersenyum mendengar pujiannya. “Kau tidak menikahi orang yang salah.”

Kyuhyun lalu menuntunku untuk duduk di kursi makan. Aku melihat banyak sekali berbagai jenis makanan bahkan ada kue tart dengan lilin di atasnya. Untuk kue tart ini, aku yakin Kyuhyun membelinya.

Kyuhyun mengajakku untuk melantuntan do’a sebelum kami meniup lilinnya.

Aku hanya ingin bersama Kyuhyun. Aku ingin Kyuhyun bahagia. Aku ingin Kyuhyun tetap sehat. Dan aku ingin Kyuhyun melanjutkan hidup dengan wanita yang jauh lebih baik dariku. Maafkan aku…Kyuhyun-ah

Tanpa sadar aku menitihkan air mataku.

Aku dan Kyuhyun lalu membuka mata dan meniup lilin itu bersama-sama. Rasa bahagia dan haru menyeruak ke dalam hatiku. Andai saja…

“Hey, kau menangis ?” gumam Kyuhyun sambil mengusap air mataku. “Kau memang mudah terharu, ya.”

Kyuhyun lalu mengambil lauk makanan dan meletakkannya ke dalam mangkuk nasiku. “Nah, sekarang ayo makan. Sudah jangan menangis lagi.”

Aku pun menurut dan memakan hasil masakan Kyuhyun yang rasanya cukup lumayan. Aku menatap Kyuhyun yang memakan makanannya dengan lahap. Dia tampak bahagia sekali. Apa dia belum mengetahui kenyataanya ?

“Kyuhyun-ah aku-”

“Ada apa ? Apa masakannya tidak enak ?” Kyuhyun menyela.

“Tidak, bukan begitu. Masakannya enak. Tapi aku-”

“Apa kau ingin berjalan-jalan di luar ? Ah, kau benar juga. Memang sebaiknya kita merayakannya di luar rumah. Baikah, setelah kita makan aku akan mengajakmu ke suatu tempat.”

Huh! Lagi-lagi dia menyela ucapanku. Mungkin lebih baik aku mengatakannya setelah perayaan ini selesai.

“Biarkan aku saja yang memilih tempat kemana kita akan pergi.”

.

“Huaa, disini segar sekali.”

“Disini dingin sekali.”

Aku merengut mendengar keluhan Kyuhyun yang berbanding terbalik denganku.

“Kau tidak suka aku memilih tempat ini ?”

“Bukan. Hanya saja mengapa kau memilih namsan tower sementara masih banyak tempat yang bagus untuk di kunjungi ? Kita sudah terlalu sering datang kemari.”

“Justru karena kita sering datang kemari, jadi aku memilih tempat ini.” aku berjalan menuju tepi namsan tower dan melihat pemandangan kota dari atas menara. “Disini, kita punya banyak sekali kenangan.”

Kyuhyun berjalan menghampiri ku dan memelukku dari belakang. “Untung saja disini sedang sepi, kita bisa sepuasnya bermesraan.”

Dalam diam, aku menikmati pelukan hangat Kyuhyun. Namun atu tersadar bahwa aku harus mengatakan yang sebenarnya. Bahwa aku…

“Kyuhyun-ah aku-” aku berbalik dan terkejut menatap wajah Kyuhyun yang rupanya sudah basah oleh air mata. “Kenapa…”

Kyuhyun mengusap air matanya dengan cepat. “Aku menangis karena aku bahagia.”

“Bahagia ?”

“Ya, aku selalu berdo’a pada tuhan agar mengizinkanku melihatmu untuk yang terakhir kalinya di hari ulang tahun pernikahan kita yang pertama.”

Deg!

Jadi… Dia sudah tahu bahwa aku…

“Dan hari ini…. Tuhan telah mengabulkan do’a ku. Aku benar-benar bahagia.”

Kyuhyun bahkan merasa sangat bahagia bisa melihatku lagi. Aku tak sanggup melihat Kyuhyun yang seperti ini. Aku tak sanggup menahan air mataku.

“Kyuhyun…hiks”

“Aku bisa menyentuhmu lagi, aku bisa mendengar suaramu memanggilku lagi, aku bisa melihat senyum mu lagi. Aku sangat bahagia. Jika ini mimpi, aku tak akan pernah mau terbangun dari tidurku.”

“Maafkan aku…hiks…maafkan aku. Tapi aku tetap akan meninggalkanmu…”

“Ya, aku tahu itu. Hari ini…hari terakhir aku dapat melihatmu. Aku tidak akan bisa melihatmu lagi besok.” perlahan air mata Kyuhyun juga mulai jatuh. “Meski pun Tuhan tahu aku sangat mencintaimu, tapi aku tetap tidak akan bisa melihatmu lagi.”

Tangisanku semakin menjadi saat mendengar kenyataan yang baru saja Kyuhyu katakan.

“Bolehkah aku meminta lagi pada Tuhan ? Bolehkah aku meminta agar kau tidak akan pernah pergi ?”

“Kalau begitu lupakan saja aku. Kau harus mencari wanita lain…wanita yang akan membuatmu bahagia. Lupakan aku… Dan biarkan aku pergi.”

Kyuhyun menggeleng. “Kau tahu ? Hidupku tak berarti tanpamu.”

“Tapi…aku harus pergi. Dunia kita sudah berbeda…kita tidak bisa bersama lagi.”

“Haruskah aku yang ikut bersamamu ?”

Tidak. Jangan lakukan itu, Kyuhyun-ah. Ingin sekali aku mengatakan itu. Tapi yang bisa aku lakukan hanyalah menggelengkan kepalaku. Aku bahkan tak sanggup berkata-kata lagi. Kesedihan ini begitu menyesakan. Aku tak mau pergi, tapi aku harus pergi.

“Lalu… Bagaimana jika aku hampir mati karena merindukanmu ?”

“Aku…aku akan datang ke dalam mimpimu jika kau merindukanku. Tapi cepat atau lambat… Kau harus bisa merelakanku.” ucapku disela-sela isakan tangisku. “Maafkan aku… Karena aku telah menghancurkan semua rencana indah kita. Bahkan seorang malaikat kecil… yang belum sempat kau lihat, tapi aku sudah membawanya pergi bersamaku… Aku minta maaf…”

Aku mendekat padanya dan menghapus air matanya. “Waktuku tidak banyak lagi. Aku akan segera menghilang. Jangan menangis lagi… Dan tersenyumlah padaku untuk yang terakhir kalinya.”

Perlahan Kyuhyun menarik sudut bibirmya untuk tersenyum. Senyuman terindah yang tak akan pernah aku lupakan.

“Dan ini… Untuk salam perpisahan…”

Aku sedikit menjijit agar aku bisa mencium Kyuhyun dan menyalurkan seluruh rasa cintaku ini padanya. Air mataku kembali menetes… Aku akan segera meninggalkan dunia ini dan… Meninggalkan Cho Kyuhyun. Namja yang kucintai… Namun tak dapat kumiliki selamanya…

Tepat tengah malam, dimana hari telah berganti. Hari ulang tahun pernikahan yang pertama telah berlalu… Bersama diriku yang semakin lama semakin memudar hingga tak terlihat lagi. Dan terbang bersama angin menuju dimana tempatku seharusnya. Meninggalkan Kyuhyun bersama rasa cinta ku yang tak pernah hilang dan semua kenangan indah kami.

-END-
.
.
.

Huaa maaf kalo isi ceritanya nggak sesuai sama genre yang tercantum..
Hehe

Maaf juga kalo ceritanya bukannya menghibur malah bikin nyesek :v kk

Ff ini hanya untuk selingan saja sementara aku melanjutkan ff yang belum tamat, kayaknya readers agak bosen kalo aku posting ff yang itu-itu saja…

Oh iya, sekarang kami sudah buat fitur Library buat kalian, agar lebih mudah untuk melihat semua daftar ff karya kami ^^
Kalian bisa klik disini

Tetap berikan komentar setelah membaca yaa..

Terima kasih ^^

Advertisements

15 thoughts on “[One Shoot] I Wish

  1. Bikin sediihhhh cerita nya. Qu smpe mewekk.
    Tapi bagus bgt, rasa ny bsa mbayangin kesedihan kyuppa klo ada di posisi dia.
    Next ff ny dtunggu.

  2. Hhhhuuuuuaaaa aku nangis …
    Cerita nya bikin nangis ..
    Kemapa sed ending gini ..
    Tp ttp bagus ko cerita nya .

  3. Hmmmmm…
    Sad Ending kaya gk rela gimana gto klo couple ini gk nyatu……
    D tnggu ff yg lainnya y thor.
    Slam knal y thor, aku reader bru anyong…..

  4. ihh aku author kejem banget sihh, bikin mewek anak orang #lol
    nyesek banget, kyuyoung harus di pisahkan.. udah feeling kalau bakal sad ending..
    aku tunggu ff nya yg lain thor.
    fighting

  5. Huhuhuhuhi hiks hiks hiks sedih bgts ya allah gila aku smpai nangis awal gk ngerti tapi smki kebelakang smkin sweet n sedih bgts sumpah aku masih nangis pas ngetik komentar ini sumpah ffny knp hru sad ending sedih bgts lagi

  6. ya…. kyuhyun sooyoung g bersatu, sedih…
    kirain sooyoung cuma mimpi tapi malah tetep meninggal….
    ditunggu ff yg lainnya :)_
    semangat 😀

  7. huuaa.. nyesek pas masih setegah perjalanan dalam membaca hehe 😥 😀

    salam kenal yaa autho aku reader baru disini, ijin juga buka librarynya, annyeong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s