Audio

[SERIES] Queen Of My Heart Part 10

[SERIES] Queen Of My Heart part 10

image

.
.
“A-Apa ?”

“Ya, aku menyukai Choi Sooyoung. Dan kau adalah orang pertama yang memgetahui hal ini.”

Kyuhyun sudah tak bisa menahan amarahnya lagi, ia mencengkram kerah baju Yoonji dengan kuat.

“Apa yang kau katakan ? Asal kau tahu bahwa gadis itu adalah miliku.”

Yoonji langsung tercengang. “Apa ? Jadi benar dugaanku bahwa kalian…”

“Ne, jadi seharunya kaulah yang menjauh dari Sooyoung!” Kyuhyun melepas cengkramannya dengan kasar dan membuat Yoonji mundur beberapa langkah.

“Tidak…aku tidak akan menyerah. Selama aku belum menyatakan perasaanku dan mendapat jawaban yang pasti dari Sooyoung. Aku tidak akan menyerah.”

“Kau benar-benar” geram Kyuhyun.

Yoonji hanya memyeringai melihat Kyuhyun yang marah karena yeojanya akan direbut oleh orang lain.

“Jadi Cho Kyuhyun-ssi, mulai sekarang kita adalah musuh yang memperebutkan hati Choi Sooyoung ?”

Kyuhyun terkekeh, “Ck! Maaf saja, aku sama sekali tidak tertarik dengan pertarungan yang kau sebutkan tadi. Choi Sooyoung bukanlah barang yang bisa di perebutkan seenaknya.”

“Tapi ia bagaikan sebuah berlian yang pantas untuk diperebutkan.” Yoonji menyeringai melihat Kyuhyun yang sepertinya tidak bisa membalas perkataannya.

“Tanpa bertarung pun, aku sudah tahu apa jawabannya.”

Yoonji terkekeh, “Kau ini terlalu percaya diri. Lebih baik kita lihat saja, siapa yang terakhir tertawa ?”

Kyuhyun menatap Yoonji dengan tajam, begitu pula sebaiknya. Ia tahu pertandingan ini tidak akan sebanding mengingat bagaimana posisi mereka. Tapi Kyuhyun juga tidak bisa diam saja.

Aku tahu apa maksud perkataanmu, Cho Kyuhyun. Kau bukannya percaya diri, tapi kau sebenarnya takut dan berusaha meyakinkan diri sendiri.

.

Queen of my Heart
Part 10

.

Waktu sudah melewati tengah malam. Tapi ruang tengah dorm SNSD itu terlihat masih terang. Disana Sooyoung duduk seorang diri dengan kertas partitur di hadapannya. Hari ini beberapa membernya sudah mendapatkan partitur untuk lagu soundtrack yang akan mereka nyanyikan.

“Haaah…”

Sooyoung melemparkan begitu saja kertas partiturnya di atas meja. Ia sama sekali tak habis pikir mengapa Lee Yoonji membuatkan satu lagu dengan magna lagu yang begitu mendalam untuknya ?

Please Stay…

Jangan tinggalkan aku meskipun dunia telah berakhir…

Ku mohon jangan tinggalkan aku..

Akan aku buat seribu alasan agar aku tetap bersamamu…

“Apa dia ingin menyampaikan pesan tersembunyi padaku lewat lagu ini ?” gumam Sooyoung.

Sooyoung kembali mengingat kenangan-kenangannya bersama Yoonji selama ini. Berangkat ke kampus bersama, menghabiskan makan siang bersama, mendengarkan musik di taman bersama-sama, tertawa bersama.

Hingga tibalah pada hari kelulusan dimana mereka harus berpisah.

Yoonji mengulurkan tanganya pada Sooyoung. “Selamat atas kelulusanmu, Sooyoung-ah.”

Sooyoung menjabat tangan Yoonji dengan senang. “Selamat juga untuk kelulusanmu, Lee Yoonji.”

Keduanya terdiam dan saling melepas senyuman. Karena mereka tak tahu apakah setelah hari ini, mereka masih bisa melihat senyum itu atau tidak.

“Setelah lulus…apa yang akan kau lakukan ?”

Yoonji terlihat berfikir sejenak. “Hm… Mungkin aku akan menjadi pencipta lagu. Lalu bagaimana denganmu ?”

“Aku masih harus menjalani masa tarinee di sebuah agensi hiburan.”

Tiba-tiba saja Yoonji meraih tangan Sooyoung yang tidak membawa buket bunga. “Choi Sooyoung. Ada sesuatu yang ingin aku katakan.”

Raut wajah Sooyoung menjadi serius saat mendengar hal itu. Mungkin inilah saatnya, hal yang selama ini Sooyoung tunggu-tunggu.

“Choi Sooyoung aku-“

Namun entah mengapa Yoonji menghentikan kata-katanya begitu saja. Raut wajahnya juga berubah menjadi sedih.

Melihat hal itu, Sooyoung menjadi bingung. “Ada apa ?”

“Ah, tidak. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tidak akan pernah melupakanmu.” ucap Yoonji dengan cepat dan senyum yang cerah. “Aku harus pergi. Aku harap kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti.”

“Yoonji…” Panggil Sooyoung.

Namun Yoonji sudah berlari meninggalkannya seorang diri dengan rasa kecewa di dalam hatinya. Ya, Sooyoung benar-benar kecewa dengan sikap Yoonji. Ia sangat tahu bahwa namja itu amat menyukainya. Tapi kenapa namja itu tak mau mengungkapkannya dan membuat penantian Sooyoung selama ini tergantikan dengan rasa kecewa yang mendalam ?

Sooyoung menghempaskan tubuhnya bersandar pada sofa. Ingatan yang sudah Sooyoung pendam selama ini, mengapa justru muncul kembali di saat seperti ini. Membuat setitik perasaan yang sudah ia pendam dalam-dalam mulai muncul kembali.

Tidak, Choi Sooyoung. Kau tidak boleh goyah. Kau harus berpegang teguh pada pendirianmu.

Sooyoung menghela nafas berat. “Ini adalah hukumanmu karena kau tak mengatakannya waktu itu. Jadi jangan salahkan aku…” gumamnya sendiri entah pada siapa.

Tiba-tiba pikirannya kembali melayang pada saat dimana Kyuhyun manangis di dalam pelukannya.

“Dia bisa dengan leluasa mengobrol denganmu, dia bisa leluasa memberikan jaketnya untukmu, dia bisa leluasa memelukmu saat kau hampir terjatuh. Tapi…mengapa tidak denganku ? Mengapa aku tidak bisa ?”

Sebenarnya Sooyoung juga sudah lelah, sama halnya dengan Kyuhyun. Hubungan ini terlalu melelahkan baginya. Ia juga merasa kesal karena tidak bisa leluasa seperti banyak pasangan pada umunya. Tapi ia tidak ingin berakhir, dan kemunculan Yoonji membuat semuanya semakin runyam.

Tak terasa Sooyoung menitihkan air matanya. Dia lalu merebahkan tubuhnya di sofa mencoba menenangkan diri dan berusaha agar tidak menangis lagi.

Sementara di tempat lain, tepatnya di ruang tengah dorm Super Junior, mangnae itu juga sedang merebahkan dirinya di sofa. Pikirannya masih menerawang tentang apa yang akan terjadi seandainya jika ia benar-benar akan bertarung dengan Lee Yoonji. Apakah dia bisa mempertahankan ratunya ? Mempertahankan Choi Sooyoung ?

Kyuhyun menghela nafas beratnya. “Hhh~ aku tidak suka situasi seperti ini.” gumamnya.

Pikirannya kembali berputar pada saat terjadi momen-momen kedekatan antara Sooyoung dan Yoonji. Tertawa bersama di restoran, melindungi Sooyoung dari panas matahari, melindungi Sooyoung dari udara dingin, dan masih banyak lagi. Mengingatnya saja membuat hati Kyuhyun sakit. Kyuhyun tak tahu apakah dia sanggup melihat kedekatan Sooyoung dan Yoonji yang lebih dari ini.

“Choi Sooyoung… Apa yang sedang kau lakukan sekarang ?” tiba-tiba saja Kyuhyun teringat dengan Sooyoung.

Seakan mendengar pertanyaan Kyuhyun, Sooyoung bergumam, “Aku merindukanmu, Cho Kyuhyun.” Tiba-tiba saja ia merasa merindukan Kyuhyun.

Bagaikan sedang bertelepati, Kyuhyun pun tersenyum lembut. “Kau pasti sedang merindukanku, kan ?”

“Apa kau tidak merindukanku ?” gumam Sooyoung seakan sedang berbicara dengan Kyuhyun.

“Aku sangat merindukanmu, Choi Sooyoung.” gumam Kyuhyun yang berharap Sooyoung bisa merasakan kerinduannya itu.

Keduanya sama-sama terdiam membayangkan wajah seseorang yang begitu mereka rindukan malam ini. Seakan memiliki ikatan batin, kedua manusia ini saling merindukan satu sama lain.

.

“Haah~ ini sulit sekali.”

Entah keberapa kalinya Sooyoung mengeluk dan merasa kesulitan seperti ini.

Hari adalah hari pertama latihan vokal dimulai setelah kemarin mereka sudah mendengarkan lagu demonya dan sedikit pengarahan dari sang pengarang lagu. Latihan vokal diadakan beberapa jam setelah syuting selesai, sehingga proses syuting sengaja diakhiri lebih cepat apalagi sudah hampir mencapai bagian akhir cerita. Jadwal yang padat membuat Sooyoung merasa kuwalahan dan tidak bisa terfokus dengan baik. Apalagi menyanyikan lagu ballad dengan banyak teknik sangatlah tidak mudah bagi Sooyoung.

“Tidak apa-apa, Sooyoung-ssi. Kau sudah berusaha dengan baik. Mungkin sebaiknya kita akhiri latihan hari ini, kau pasti lelah.” seorang mentor yang melatih vokal mereka mencoba untuk menghibur dan memberi pengertian.

Ne, Kamsahaamnida.” Sooyoung dan Kyuhyun membungkuk hormat begitu mentornya beranjak untuk pergi sebentar.

“Hh~ ini lebih sulit dari yang kau katakan.” gumam Sooyoung pada Kyuhyun.

Kyuhyun yang tak mengerti hanya mengerutkan alisnya saja.

“Jadwal kita terlalu padat. Syuting, pemotertan, latihan vokal, bahkan beberapa hari kedepan kita harus ikut latihan untuk SMTOWN Jepang. Setelah konser kita harus tinggal di Jepang dan syuting lagi, setelah syuting kita harus latihan vokal dan rekaman. Setelah itu kita juga harus promosi. Aargh! Semua ini membuatku gila!” Sooyoung mengacak-acak rambutnya dengan kesal memikirkan jadwal yang serasa tidak ada habisnya.

“Apa kau sedang datang bulan ?”

“Huh ?” Sooyoung hanya melongo mendengar pertanyaan Kyuhyun yang rasanya tidak selaras dengan keluhannya.

“Kau ini cerewet sekali.” Kyuhyun membereskan partiturnya dan juga barang-barang Sooyoung. Gadis itu hanya bisa menatap Kyuhyun dengan bingung. “Mau aku temani makan ?”

Kyuhyun tahu mood booster bagi seorang Choi Sooyoung adalah makan.

.

“Terima Kasih sudah menemaniku makan malam yang ke dua kalinya hari ini.” Sooyoung menggosok perutnya yang kenyang dengan ekspresi lucu. “Makan sesuatu memang benar-benar ampuh mengembalikan moodku.”

Kyuhyun ikut senang melihat Sooyoung yang kembali ceria. “Rasanya menyenangkan juga kita bisa jalan-jalan seperti ini.”

Kyuhyun perlahan menggandeng tangan Sooyoung dengan erat. Sooyoung awalnya sedikit terkejut namun akhirnya ia tersenyum dengan senang dan semakin mempererat gandengan tangan itu.

Mereka kembali berjalan dengan santai di deretan pertokoan Myeongdong. Walau sudah tengah malam dan banyak toko yang tutup, juga hampir tidak ada seorang pun di jalanan ini, tapi keduanya tetap menikmatinya. Kyuhyun memasukan tangan Sooyoung yang ia pegang ke dalam saku jaketnya. Walau musim telah berganti ke musim semi, tapi udara tetap saja terasa dingin di malam hari.

“Ah! Lihat itu!”

“Eh ?” Kyuhyun yang awalnya sedang asyik melihat sederetan toko di seberang jalan, tiba-tiba tubuhnya tertarik karena tanganya masih menyatu dengan Choi Sooyoung.

Kyuhyun merasa heran melihat Sooyoung yang sangat tertarik dengan sebuah jaket pasangan yang di pajang di kaca salah satu butik yang ada di sana. Untuk seorang bintang papan atas seperti dirinya, seharusnya mata itu akan berbinar jika melihat emas, permata, atau bahkan berlian.

“Hoah, jaket ini bagus sekali. Sejak dulu aku ingin punya jaket pasangan. Oppa! Belikan jaket ini untuku ya!”

“A-apa ? Uangmu ‘kan banyak. Kau bisa membelinya sendiri.”

Sooyoung bergelayut manja di lengan Kyuhyun. “Ayolah! Sebuah barang akan terasa lebih berharga jika itu pemberian dari orang lain. Lagi pula sudah sepantasnya seorang namja memberikan hadiah pada kekasihnya.”

Kyuhyun terlihat menimbang-nimbang. Sebenarnya dia tidak pelit, hanya saja dia sedang memikirkan baik buruknya. Apakah tidak akan terjadi masalah jika ia membeli ini untuk Sooyoung ? Atau bahkan, kapan mereka bisa mengenakan pakaian ini ?

Oppa!

“Ahk! Baiklah, akan aku belikan untukmu. Tapi aku akan membelinya jika ada waktu luang. Kau lihat sendiri…butiknya sudah tutup.”

“Yeey..” Cup! Tiba-tiba saja Sooyoung mengecup pipi Kyuhyun dengan cepat. “Gomawo.”

Kyuhyun hanya tertawa melihat Sooyoung yang begitu bahagia padahal ia belum membelikan jaket itu untuknya. Tapi…Kyuhyun akan sungguh-sungguh membelikannya untuk Sooyoung ‘kan ?

.

“Selamat pagi.”

Tuk! Yoonji meletakan sebotol minuman di meja dan Membuat Sooyoung yang sedang membaca naskahnya jadi mengalihkan perhatiannya. Sooyoung mengerut bingung, tumben Yoonji pagi-pagi sudah di lokasi dan sekarang memberinya minuman ?

“Apa itu ekspresi saat mendapat minuman dari produsermu ?” tanya Yoonji dengan mengejek.

“Apa mau mu ?”

“Kenapa kau sinis sekali kepadaku. Aku hanya bermaksud baik.” Yoonji tersenyum hingga mata sipitnya menjadi lebih sipit.

Sooyoung menghembuskan nafasnya mencoba mengusir rasa tidak sukanya. Ia benar, Yoonji hanya bermaksud baik.

“Oh iya, jadwal syuting ke Jepang diundur beberapa hari lagi. Kalian akan mulai syuting setelah konser.”

“Aku sudah tahu.” Sooyoung hanya menjawab dengan cuek sambil kembali membaca naskahnya.

“Lalu…bagaimana dengan lagu ciptaanku ? Apa kau suka ?”

Sooyoung menghentikan kegiatannya lalu menatap Yoonji dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Jangan merasa terbebani. Aku hanya menepati janjiku membuatkan lagu untukmu.”

“Saat itu aku hanya bercanda. Aku tak pernah benar-benar memintanya.”

“Kalau begitu terima saja. Biasanya seorang artis akan senang mendapatkan lagu yang dibuat khusus untuknya. Lagi pula aku tidak bermaksud apa-apa. Jadi aku mohon terima saja.” Yoonji memasang wajah memohonnya dengan lucu. “Dan…jangan bersikap dingin padaku lagi.”

Sooyoung tertegun, sebenarnya ia tidak ingin bersikap seperti ini dengan Yoonji mengingat dulu ia begitu dekat denganya. Diam-dian Sooyoung juga sedikit merindukan kedekatannya dengan Yoonji sebagai seorang teman.

Sooyoung memalingkan wajahnya, “Lagi pula latihan sudah dimulai, jadi bagaimana bisa aku menolaknya.”

“Ah…sudah kuduga kau tidak akan menolaknya.”

Diam-diam Sooyoung menarik sedikit bibirnya untuk tersenyum saat melihat Yoonji yang begitu senang.

.

Kissing scene ? Dengan Cho Kyuhyun ‘kan ?” mata bulat Soongmi seakan ingin keluar dari tempatnya begitu mendengar penuturan Sooyoung.

Sooyoung sendiri sedang sibuk dengan tatanan rambutnya dan terlihat acuh dengan tanggapan Soongmi. Tapi sebenarnya ia juga sedikit gugup, ini yang pertama kalinya. Soongmi lalu dengan cepat mencatat hal penting ini dalam buku catatan kecilnya.

“Tapi kedengarannya ini sedikit terlambat. Syuting sudah hampir mencapai saat-saat terakhir. Apa hanya ada satu kali kissing scene ?”

“Memang kau ingin aku menabrak bibirnya berapa kali, eoh ?!” Sooyoung sedikit menyentak.

“Aish, jangan marah begitu aku ‘kan bertanya saja. Sepertinya kau cukup sensitif soal scene ini.” Soongmi cemberut dan mencatat sesuatu dengan serius di buku catatanya.

“Ngomong-ngomong, ini bukan yang pertama kalinya kalian berciuman ‘kan ?” Tanya Soongmi dengan wajah yang sangat penasaran.

“Apa ini juga akan kau masukkan dalam artikelmu ?”

Soongmi melunak, ia tahu hal ini dalah privasi Choi Sooyoung. Terpaksa ia memendam rasa ingin tahunya dalam-dalam.

“Oh iya, dimana Cho Kyuhyun ? Aku belum melihatnya hari ini.”

“Kau benar. Dimana dia ?” Sooyoung berfikir sejenak. “Sepertinya dia sedang ada urusan dengan manajernya.”

Sooyoung pun dengan cuek kembali terfokus pada tatanan rambutnya. Setelah dirasa cukup, ia teralih pada ponselnya.

“Sooyoung-ah!”

Sooyoung tak sempat menoleh atau bahkan menyuarakan protesnya saat tangan besar seseorang menatiknya berdiri dengan sedikit paksa.

“Ikut denganku sekarang!”

“Tap-” lagi-lagi ia menarik Sooyoung keluar dari ruang itu tanpa memberikanya sedikit kesempatan untuk bicara membuat Soongmi hanya bisa mematung karena bingung.

Hingga tibalah mereka di sudut lorong yang sepi. Kyuhyun mengedarkan pandanganya kesekitar untuk memastikan bahwa hanya ada mereka berdua disini. Ia juga memastika bahwa tidak ada alat perekam apapun disini.

Sooyoung jadi bingung melihat gelagat Kyuhyun yang penuh waspada seperti itu. “Ada apa kau membawaku kemari ?”

“Ayo kita latihan berciuman disini.” Jawab Kyuhyun sembarangan.

“Apa ?!”

Tep!

Kyuhyun mengcengkram bahu Sooyoung dan menatap matanya dalam. Sooyoung yang masih bingung hanya diam dan ikut menatap mata Kyuhyun. Perlahan Kyuhyun mulai menarik Sooyoung mendekat. Tapi dengan cepat Sooyoung menghentikannya dengan melepaskan cengkraman Kyuhyun dibahunya.

“Kau ingin menciumku, tapi matamu tidak mengatakan demikian.” Kata Sooyoung dengan wajah penuh tanya. “Apa sebenarnya tujuanmu membawaku kemari ? Dan kenapa kau terlihat gelisah sepeti itu ?”

Grep!

Tiba-tiba saja Kyuhyun memeluk yeoja yang ada di hadapannya dengan erat sehingga membuat Sooyoung bingung. Hanya satu hal yang terlintas di fikirannya saat melihat tingkah Kyuhyun yang seperti ini. Kyuhyun seperti ini hanya saat terjadi sesuatu yang benar-benar buruk. Tapi hal buruk apa yang terjadi ?

“Kyu…” gumam Sooyoung sambil membalas pelukan Kyuhyun. Ia dengan sabar menunggu jawaban dari Kyuhyun sambil mencoba menenangkannya dengan cara mengusap-usap punggung Kyuhyun lembut.

“Dia…” Kyuhyun mulai membuka suaranya, “Dia telah kembali.”

Sooyoung mengerutkan keningnya tak mengerti. “Dia ? Dia siapa ?”

“Dia…seseorang yang ingin menghancurkan kita.”

Awalnya Sooyoung masih terlihat bingung dan tak mengerti dengan maksud Kyuhyun. Namun ketika satu nama melintas di fikirannya, Sooyoung seketika menegang.

Apa mungkin…

.

Sementara itu di sebuah ruangan yang cukup mewah, terlihat dua orang paruh baya dengan pakaian jas mereka yang terlihat mahal dan berkelas.

Salah satu diantara mereka terlihat sedang bersandar pada sofa dan sangat menikmati anggur merah di gelasnya. Dia tersenyum remeh melihat seseorang di hadapanya yang terlihat menahan amarah. Dia lalu meletakan gelasnya di meja yang penuh dengan beberapa foto yang berserakan. Foto-foto itu menggambarkan dua orang yang sedang terlihat menimati saat-saat kebersanaan di tengah jalanan yang sepi dan sedikit gelap.

“Tak perlu bertanya dari mana dan bagaimana aku mendapatkan foto-foto ini.” laki-laki parubaya itu kembali bersandar pada sofa.

“Aku memang tak perlu mempertanyakannya.” namja lain yang terlihat memanas itu mengerti, dengan segala koneksi dan kemudahan yang di miliki orang di hadapannya ini, bukan suatu hal yang sulit untuk mendapatkan foto-foto seperti ini.

“Jika kau tak mau foto-foto ini sampai tersebar ke media…” namja itu menegakan tubuhnya dan sedikit berbisik, “Kau hanya perlu melakukan sesuatu untukku.”

Kata-kata itu membuat amarah laki-laki ini semakin mendidih.

“Kau tenang saja, sesuatu yang kuinginkan itu sangat menguntungkan bagimu.” pria ini bicara dengan penuh penekanan pada kata ‘sangat’, “aku akan membayar mahal apa yang akan kau lakukan, dengan memberi sponsor, membeli saham-saham perusahaan ini, atau bahkan membiayai seluruh aktifitas anak-anak asuhmu.”

“Biarpun ini menguntungkan, tapi aku tidak suka disuruh-suruh oleh orang lain seperti ini.” pria yang sudah habis kesabarannya itu menjawab dengan ketus.

“Aku yakin, kau pasti akan menyesal tak melakukan apa yang ku minta. Bukannya ingin mengancam…aku hanya mencoba memperingatkanmu, bahwa aku ini adalah tipe orang yang benar-benar akan melakukan apa yang sudah aku katakan.”

“Memangnya apa yang kau inginkan ?” pria ini semakin tidak sabar.

“Wow…tenang dan bersabarlah. Aku tidak meminta kau melakukannya sekarang, aku akan memberitahumu nanti pada saat yang tepat.”

Pria itupun berdiri dan nemberikan kartu namanya dengan senyuman. “Ini sedikit hadiah dariku, kau tahu ‘kan, tidak semua orang bisa mendapat nomor pribadiku dengan mudah. Jadi berbangga dirilah.”

Lalu tanpa berpamitan pria itu melenggang begitu saja keluar dari ruangan ini. Namun baru beberapa langkah, ia berhenti.

“Oh iya, sedikit permohonan dariku. Tolong jangan kau marahi mereka, karena ini bukan saatnya untuk menyerang mereka. Dan foto-foto itu untukmu saja, aku masih punya banyak di kantor. Aku permisi.”

Laki-laki itu memijit kepalanya yang terasa pening sesaat setelah tamu tak diundangnya itu telah meninggalkan ruanganya. Lalu secepat mungkin ia memanggil sekretaris pribadinya ke ruangan pribadinya. Begitu sampai, sekretaris itu terlihat bingung melihat atasanya yang terlihat berantakan dan uring-uringan.

“Cepat bereskan lalu bakar foto-foto ini. Jika kau tidak melakukan perintahku, akan ku pecat kau!”

Gertakan itu membuat sekretaris pribadinya itu buru-buru melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya.

.

Deg!

Deg!

Deg!

“Okay! Kita tidak boleh tegang!” Gumam Kyuhyun sambil mencoba merenggangkan otot-ototnya. “Apa kau tidak gugup ?”

Sooyoung yang awalnya menunduk kini mendongak dan menatap Kyuhyun. “A-aku ? Ti-tidak.”

Kyuhyun berdecak. “Ck! Wanita macam apa kau ini ? Kau bahkan tidak gugup sama sekali saat kita akan berciuman ?”

Sooyoung melotot. Ingin sekali ia menjahit mulut pedas Kyuhyun yang sering bicara semaunya sendiri. Padahal beberapa waktu yang lalu baru saja Kyuhyun memuknya dengan hangat, tapi kini Sooyoung malah dimaki dengan kata-kata tajam itu.

“Kau ini…”

“Bagaimana ?! Semua siap ?!” tiba-tiba terdengar teriakan dari sutradara Park yang dijawab oleh beberapa crew bahwa syuting bisa dimulai.

Kyuhyun dan Sooyoung pun kembali ke posisi mereka dan bersiap-siap untuk melakukan adegan. Sooyoung mulai mendudukan diri di sebuah bangku taman, sedangkan Kyuhyun bersiap untuk berbaring di paha Sooyoung.

“Sooyoung-ah!”

“Eoh ?” Sooyoung reflek menengok ke kanan dan ke kiri begitu mendengar seseorang meneriakan namanya. Tak jauh jadi tempat ia berdiri terlihat Produser Lee sedang melambai-lambaikan tanganya pada Sooyoung seakan memberitahukan dimana keberadaannya.

“FIGHTING!!” Seru Yoonji sambil mengepalkan tanganya tanda memberi semangat.

Kyuhyun terkejut begitu melihat tindakan berani Yoonji. Namun ia lebih terkejut lagi saat melihat reaksi Sooyoung.

Ne! Kamsahamnida!” Seru Sooyoung, tak lupa ia juga memberikan senyuman manisnya pada Yoonji.

Apa mereka lupa bahwa disini banyak crew dan juga artis-artis yang lain ? Bagainana jika mereka berfikir yang tidak-tidak ?

“Semuanya bersiap!” seru sutradara yang membuat Kyuhyun dan Sooyoung kembali fokus untuk berakting.

“ACTION!”

Kyuhyun mulai memejamkan matanya dan merasakan kenyamanan berbaring di pangkuan Sooyoung. Sooyoung yang terkejut dengan tindakan Kyuhyun yang tiba-tiba berbaring di pangkuanya hanya terdiam. Semilir angin yang membuat rambut ikal Kyuhyun menari-nari, sanggup membuat Sooyoung menarik sudut bibirnya dan tersenyum kecil.

Melihat wajah Kyuhyun yang menggemaskan ketika tidur, membuat Sooyoung tak tahan untuk memainkan rambutnya. Ia membelai rambut itu dengan sayang.

Tiba-tiba gerakannya terkenti, lalu menjauhkan tanganya dari Kyuhyun. Ia memukul tanganya sendiri.

“Aish…apa yang sudah aku lakukan ?”

Grep!

Tiba-tiba saja tanganya di cengkram, ia terkejut saat mendapati Kyuhyun sudah sadar dari tidurnya. Namun tiba-tiba Kyuhyun sedikit bangun dari tidurnya dan menarik tangan Sooyoung yang berada di dalam genggamannya.

Cup!

Kyuhyun mencium Sooyoung begitu ia menarik tangan yeoja itu untuk mendekat.

Semua orang yang menyaksikannya seakan ikut tenggelam dalam adegan.

Yoonji yang juga ikut menyaksikannya dari kejauhan hanya mampu mengepalkan tangannya kuat-kuat. Ia kesal. Namun ia tak bisa mencegahnya. Dengan langkah tergesa ia segera menjauh dari tempat itu.

“CUT!”

Semua orang berseru karena adegan berhasil di ambil dalam sekali take. Kyuhyun dan Sooyoung tiba-tiba menjadi canggung satu sama lain setelah adegan itu.

Sementara itu Soongmi hanya menatap kepergian Yoonji dengan penuh tanya.

.
.
.

Ceklek!

Sooyoung segera menurut pintu rapat-rapat dan bersender dibalik pintu tersebut. Ia sangat bersyur karena hanya ada dia seorang diri di ruangan ini.

“Hosh…” Sooyoung berusaha mengatur deru nafasnya yang memburu dan detak jantunya yang tak beraturan. Seusai kissing scene dilakukan, Sooyoung berusaha secepat mungkin untuk kembali ke rest room. Ia bahkan mengabaikan Kyuhyun dan berusaha menghindarinya.

Aish…jinjja!” Sooyoung mengibas-ngibaskan tangannya untuk mengusir hawa panas yang merasuk ke tubuhnya. Wajahnya juga memerah.

“Kenapa aku seperti ini…”

Sooyoung terdiam, masih berusaha mengendalikan dirinya. Tiba-tiba saja ia teringat kembali ciumannya dengan Kyuhyun tadi. Seketika ia menutup wajahnya dengan tangan karena malu.

“Aaah.. Bagaimana jika aku bertemu dengan Kyuhyun nanti ?”

Sooyoung benar-benar tak bisa mengendalikan dirinya. Ia malu, wajahnya bahkan memerah. Bagaimana bisa ia bertemu Kyuhyun jika hanya memikirkannya saja sudah membuatnya gila seperti ini.

Tok! Tok!

Sooyoung langsung menegang. Siapa itu?

“Yak! Siapa di dalam ? Aku juga mau masuk!”

“Cho Kyuhyun…” gumam Sooyoung.

Tok! Tok! Tok!

“Ya!”

Kini Kyuhyun sudah tak sabar lagi. Ia lelah dan ingin segera beristirahat.

“Kyuhyun oppa! Kau gunakan ruangan yang lain saja!” Sooyoung berteriak sambil tetap menjaga agar pintu itu tetap tertutup.

“Ya! Choi Sooyoung! Apa yang kau lakukan ?! Jangan main-main! Aku juga ingin istirahat!”

“Aku sedang ingin sendiri. Jadi tinggalkan aku!”

“Lalu bagaimana dengan barang-barangku ?!”

“Manajerku akan mengantarkannya untumu!”

“Ya! Sebenarnya kau ini kenapa ?!” Kyuhyun tak lagi menggedor-gedor pintu dan justru berkacak pinggang.

“Sudahlah! Cepat pergi!”

Brak! Brak!

Kini giliran Sooyoung yang menggedor-nggedor pintu membuat Kyuhyun terkejut.

“Ya! Dasar yeoja aneh!”

Sooyoung menghentikan gerakannya, lalu menempelkan daun telinganya pada pintu. Tak terdengar suara apapun. Sepertinya Kyuhyun sudah pergi. Sooyoung kembali bersandar dan kini ia memilih duduk di lantai sambil menekuk lututnya.

“Huuh… Apa yang sudah aku lakukan ?!” Dengan kesal Sooyoung mengacak-acak rambutnya sendiri hingga rambut itu tak karuan. Sepertinya dia benar-benar sudah gila.

.

“Choi Sooyoung!”

Sooyoung langsung mempercepat langkahnya begitu ia mendengar Kyuhyun meneriakan namanya. Ia juga memasang headset dan berpura-pura sedang mendengarkan musik. Ia masih belum sanggup untuk bertatap muka dengan Kyuhyun.

“Aish… Yeoja ini. Ya!” Kyuhyun sedikit berlari untuk mengejar Sooyoung. Hingga akhirnya dia berhasil meraih tangan yeoja itu lalu mencopot headsetnya dengan sedikit keras.

“Aku memanggilmu dari tadi…” Ucap Kyuhyun.

Sooyoung yang awalnya terpaku kini memilih menghindari bertatap muka dengan Kyuhyun. “Maaf aku sedang mendengarkan musik.”

“Kau tidak lupa ‘kan kalau hari ini kita ada latihan. Kita akan pergi ke tempat latihan bersama.”

“Ne ?”

Detik itu juga Kyuhyun segera menarik tangan Sooyoung untuk ikut bersama ke mobilnya. Sementara Sooyoung hanya termenung sambil menatap genggaman tangan Kyuhyun yang hangat.

Kenapa aku berdebar-debar ?

.

Alunan musik berdentum dengan keras di sebuah ruangan walau kini hari sudah melewati tengah malam. Tak lama setelah itu alunan musik itu berhenti, menandakan bahwa semua orang yang berlatih sedang meniknati waktu istirahat.

Semuanya berkumpul di tepi ruangan dan saling mengobrol bersama. Tak hanya saling bergerombol dengan teman satu grupnya, mereka juga saling membaur dan bercanda bersama.

Kyuhyun tersenyum begitu menerima sebotol minuman dari sahabatnya, Shim Changmin.

“Hei, ku perhatikan dari tadi matamu tak pernah lepas dari gerombolan yeoja-yeoja itu.” Kata Changmin sambil berusaha membuka tutup botol minumannya.

“Tentu saja, kau fikir aku akan tertarik dengan segerombolan namja ?”

Changmin meringis. “Eerr.. Kau ini selalu saja begitu. Ini pasti karena Choi Sooyoung ‘kan ? Kemarin kita juga latihan bersama dengan girls group hoobae yang ada di sini. Tapi kau tidak memperhatikan mereka sampai seperti ini.”

“Memangnya karena siapa lagi ?”

“Kau bertengkar dengannya ?” tanya Changmin asal.

Kyuhyun menoleh dengan cepat “Tidak. Mengapa kau berfikir seperti itu ?”

“Dari apa yang ku perhatikan, sepertinya Choi Sooyoung menghindari bertatap muka denganmu. Apa aku benar ?”

Pandangan Kyuhyun kembali berpusat pada Sooyoung yang duduk di seberang sana dengan teman-temannya. Kyuhyun pikir, benar juga apa yang dikatakan Changmin.

“Min, ini hanya perasaanku saja atau…dia memang sedang menghindariku ?”

Mwo ? Kenapa begitu ?”

“Ehm.. Begini…” Kyuhyun merubah posisi duduknya sedikit mendekati Changmin, lalu memelankan suaranya, “hari ini…kami melakukan kissing scene-”

MWO ?! KISSEU ?!

Grep!

Dengan cepat Kyuhyun menutup mulut Changmin dengan tanganya.

“Ya! Apa yang kau lakukan ? Aku sengaja berbisik supaya tidak ada yang tahu.”

Kyuhyun pun melepaskan Changmin begitu namja itu yakin bahwa sahabatnya tidak akan berteriak lagi.

“Dan setelah adegan itu…ia berubah jadi aneh.” lanjut Kyuhyun sambil berbisik.

Chagmin memasamg wajah berfikir. “Menurutku dia merasa canggung dan malu.”

“Hah ?”

“Itu menurutku.” Changmin mengendikan bahunya.

“Tapi ini bukan pertama kalinya bagi kami.”

“Kau sudah pernah menciumnya ?”

Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Sementara Changmin seperti merasa takjub dengan Kyuhyun.

“Padahal kami sering melakukannya ?” Gumam Kyuhyun tanpa sadar di dengar Changmin.

Mwo ? Kau sering melakukannya ?”

Kyuhyun meringis, sepertinya ia sudah salah bicara. “Tidak terlalu sering juga.”

Lagi-lagi Changmin merasa takjub, ia bahkan bertepuk tangan dengan pelan. “Woah, aku rasa hubungan kalian akan bertahan lama.”

“Aish..apa yang kau fikirkan.” Kyuhyun sedikit memukul lengan Changmin.

.

Sudah dua hari ini Sooyoung bersikap aneh, ia selalu menghindari Kyuhyun. Mereka hanya saling bertatap muka saat sedang melakukan akting saja. Kyuhyun bahkan sudah lelah dengan sikap Sooyoung.

“Choi Sooyoung dan Cho Kyuhyun menjadi canggung usai berciuman.” Kyuhyun membaca sebuah tulisan dengan huruf besar di setiap katanya. Kyuhyun memberikan tatapan tajam pada seseorang yang ada di hadapanya. “Apa maksudnya ini ?”

Soongmi hanya tertawa dengan kaku, tatapan tajam Kyuhyun cukup menusuk juga. “Eng…itu artikel yang baru aku buat kemarin. Dan itu kenyataan ‘kan ?”

Melihat reaksi Kyuhyun yang seperti membenarkannya membuat Soongmi tersenyum puas. “Aku memang tak pernah membuat berita bohong.” katanya dengan bangga.

“Ah Sudahlah! Aku mau pulang!”

Kyuhyun membereskan barang-barangnya dengan cepat. Ia sudah cukup lelah, belum lagi ia masih ada latihan setelah ini sebelum konser besar itu berlangsung tiga hari lagi. Hari ini adalah hari terakhir syuting di laksanakan di Korea dan akan berlanjut selama beberapa hari di Jepang. Sehingga mereka mengadakan pesta dan terpaksa membuat Kyuhyun pulang sedikit terpambat.

Kyuhyun segera berjalan keluar dari arena lokasi syuting. Ia masih terus berusaha menghubungi Sooyoung, berniat untuk mengajaknya pergi ke tempat latihan bersama. Namun Sooyoung sama sekali yak menjawab telfon darinya.

Tap!

Kyuhyun menghentikan langkahnya saat melihat Sooyoung yang berjalan perlahan seorang diri dengan wajah menunduk.

“Hhh~ bagaimana ini ? Aku tak bisa terus menghindari Kyuhyun seperti ini.” gumam Sooyoung sambil berjalan dengan pelan. Sesekali ia menendang batu kerikil yang ada di hadapannya.

Grep!

Sooyoung tersentak dan dengan cepat melihat seseorang yang menarik tangannya.

“Kyuhyun-”

Tanpa berkata-kata lagi, Kyuhyun segera menarik Sooyoung memasuki mobilnya. Sooyoung sendiri hanya dapat menurut begitu melihat wajah Kyuhyun yang bersungguh-sungguh.

Ia duduk di samping kemudi dengan tenang. Ia juga diam saat Kyuhyun mengenakan sabuk pengaman untuknya. Dan saat jarak mereka mendekat, saat itu pula wajah Sooyoung kembali memerah dan jantungnya berdetak cepat.

Kyuhyun tak merespon dan mulai melajukan mobilnya dalam kecepatan sedang. Ia tak ingin terlalu cepat sampai karena ia masih ingin bicara dengan Sooyoung. Itulah mengapa ia ingin mengajak Sooyoung untuk berangkat bersama.

“Ada apa dengan sikapmu akhir-akhir ini ?” Kyuhyun bertanya tanpa sedikitpun teralih dari jalan raya.

Sooyoung melirik Kyuhyun dengan takut. “Memangnya aku kenapa ?”

“Kau…” Kyuhyun menghela nafasnya mencoba untuk bicara lebih tenang. “Kau menghindariku.”

Sooyoung hanya diam tak berkutik.

“Kenapa ?”

“Eng.. Aku-”

“Kau sudah baca artikel IdolNews hari ini ?” sela Kyuhyun.

“Eh ?” Sooyoung bingung. Apa hubunganya artikel IdolNews dengan pembicaraan mereka. “I-iya, aku sudah membacanya.”

“Apakah yang mereka tuliskan itu benar ? Bahwa kau canggung padaku setelah kita beradegan seperti itu ?” Kyuhyun sedikit melirik untuk melihat bagaimana reaksi Sooyoung.

Sooyoung mendunduk dalam, “N-ne, sepertinya begitu.”

Ciit!!

Tiba saja dengan cepat Kyuhyun menepikan mobil mereka dan berhenti. Membuat Sooyoung terkejut dan buru-buru mencari pegangan.

Set!

Tanpa aba-aba Kyuhyun segera menarik tangan Sooyoung untuk semakin memperdekat jarak antara mereka. Dan saat itu pula Kyuhyun mencium Sooyoung dengan lembut.

Tak lama setelah itu Kyuhyun melepaskan ciumannya dan tersenyum lembut.

“Jika seseorang kehilangan ingatannya karena kepalanya terbentur, cara paling mudah mengembalikan ingatannya adalah dengan membenturkan kepalanya lagi. Jadi jika seseorang merasa canggung karena sebuah ciuman, maka cara menghilangkan rasa canggung itu adalah dengan menciumnya lagi.”

Senyum lembut itu pun berubah menjadi sebuah senyuman yang nakal.

“Pepatah macam apa itu.” gumam Sooyoung.

Kyuhyun pun tak peduli dan kemudian mengambil posisi untuk melakukannya lagi.

-Continue-

Hai hai ^o^
Huaaaa lama gak update >.
Maaf ya kalo aku kesannya janji-janji palsu :v Bilangnya update cepet tp gak taunya malah lama kayak gini.

Semoga part ini gk mengecewakan. Kalian masih tetep kuat nunggu sampek part terakhir ‘kan ? ^^

Oh iya, kami seluruh author dan staff blog ini -ya walaupun cuma ada tiga orang admin- :v mengucapkan mohon maaf lahir dan batin yaa. Mungkin aja kita ada salah sama kalian ^^ hehe

Terima kasih juga buat yang setia menunggu dan rewiew, walau gk sempet bales tp aku udah baca semua review kalian ^^

Jangan lupa tinggalkan jejak yaa ^^

Advertisements

14 thoughts on “[SERIES] Queen Of My Heart Part 10

  1. Wahh,,akhirnya muncul jg nih,,,,hihi
    aku suka sih ff ini…haha
    mkin komplit aja ya ceritanya…
    si tua bungkuk itu siapa tjoba? mau ditelen bulat2 kyaknya… trus Yunji jg apaan tuh? Awas lho mommy Soo jgn kegoda sama dia…
    nexttt

  2. Yaelah pepatahnyaa, itu mesum apa cari kesempatan sih kyu evil?? Wkwk
    Seru2 tp lbh seru lagi kalo hubungannya dibuat go public jd yoonji nggk bisa ganggu kyuyoung lg

  3. Ah d post jga part 10nya, kirain gk bkal lnjut….
    Maaf y bru comment abis aku bru liat lgi blog author.
    Bner kta Sooeon itu mah pptah ngco ala Cho Kyuhyun.
    Ah siapa org yg misterius itu, psti yg mau msahin Kyuyoung aisshh aku gk ridho eee lebay….
    D tnngu part nextnya ya thor…

  4. Haha lucu aku suka karna kyuyoung walaupun banyak rintangan yg mw menghadang mereka tetasp sweet ap lagi ending haha next part di tnggu lgi lma2 ne chigu di postny

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s