[Series] Queen Of My Heart part 9

[Series] Queen Of My Heart

image

“Sooyoung-ah!” Seru Yoonji sambil menarik tangan Sooyoung hingga yeoja itu jatuh ke dalam pelukannya.

Waktu terasa berhenti. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap adegan itu dengan hati yang membara. Tanpa sadar Kyuhyun sudah mengepalkan tanganya kuat-kuat menahan amarah.

Sementara Sooyoung merasakan jantungnya berdetak cepat. Ia juga bisa mendengar detak jantung Yoonji dengan posisi seperti ini. Namun Sooyoung segera tersadar dan melepaskan pelukannya. Ia merasa suasana menjadi sedikit canggung.

Suster yang mendorong kursi roda pasien itu segera meminta maaf. Sooyoung juga tersenyum dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Suster itu pun melanjutkan perjalanannya. Tapi senyum Sooyoung memudar saat melihat Kyuhyun tak lagi ada di hadapannya. Sooyoung langsung melangkahkan kakinya menuju ruang VIP untuk mencari Kyuhyun dan mengabaikan Yoonji yang memnggilnya.

Namun tubuh Sooyoung terasa lemas saat tak menemukan sosok Kyuhyun dalam ruangan itu.

Dimana dia ?
.
.
.

By ShikshinGamer
.
.
.

“Tuan Park, apa proses syutingnya akan segera dimulai ?” tanya Sooyoung dengan cepat pada Sutradara Park.

“Em… Sepertinya masih satu jam lagi. Ada apa ?” Sutradara Park terlihat bingung melihat Sooyoung yang tampak buru-buru.

“Maaf, aku ada urusan mendadak. Aku akan kembali sebelum syuting dimulai.” Sooyoung lalu membungkuk hormat dan secepat kilat pergi dari ruang VIP itu. Tapi seseorang mencengkram tangannya dan menghentikan langkahnya.

“Tuan Lee…” gumam Sooyoung.

“Kau mau kemana ?”

“Aku…ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan.” Sooyoung berusaha melepaskan cengkraman tangan itu.

“Urusan apa ? Kau tidak boleh pergi.”

“Lepaskan aku!”

“Apa ini tentang magnae itu ?” Yoonji menatap Sooyoung penuh selidik.

Namun Sooyoung hanya diam.

“Diam berati benar!” Simpul Yoonji. “Kenapa kau selalu mengutamakannya dari pada orang lain ? Aku juga sering melihat kau dan Kyuhyun pergi bersama. Sebenarnya kalian punya hubungan apa ?”

Sooyoung menatap kesekeliling. Ia takut jika ada yang salah sangka denganya karena Yoonji mencengkram lengannya seperti ini. “Tuan Lee… Kumohon biarkan aku pergi.”

“Jangan sebut aku seperti itu. Sudah ku katakan aku tidak suka.”

Sooyoung sudah mulai lelah dengan pembicaraan ini. “Lalu apa maumu ?”

“Aku ingin kau tetap bersamaku…tetap di sampingku. Sebentar saja kau tidak memikirkan namja itu apa tidak bisa ?”

“Apa yang kau katakan ?”

“Kita sudah berteman selama 5 tahun, seharusnya kau sudah mengerti diriku. Kau pasti tahu apa yang aku maksud.”

Sooyoung mulai merasa tak nyaman walau ruangan ini sudah sepi dan hanya ada mereka berdua saja. Tiba-tiba saja Yoonji menarik tangan Sooyoung membuat jarak mereka samakin dekat.

Yoonji berbisik. “Kau akan mengetahui…sebuah rahasia yang sudah aku pendam selama ini. Aku-”

“Apa yang kau lakukan pada Sooyoung ?” Tiba-tiba terdengar suara Kyuhyun yang memotong kalimat Yoonji. Sooyoung menatap Kyuhyun dengan terkejut. Sementara Kyuhyun menatap mereka dengan wajah yang datar dan kedua tanganya ia masukan ke dalam saku celana.

Sooyoung segera menjaga jarak dengan Yoonji. “Cho Kyuhyun…”

Yoonji mengendus sebal melihat lagi-lagi Soouyoung menjauh. “Cho Kyuhyun-ssi rupanya kau sudah kembali.”

Kyuhyun perlahan melangkah mendekati Sooyoung dan Yoonji. Ia menatap Yoonji yang setara tingginya dengan tajam. “Aku bertanya, Apa yang kau lakukan dengan Sooyoung ?”

Yoonji juga menatap lurus kearah Kyuhyun. “Dari mana saja kau ? Tidak seharusnya kau pergi seenaknya seperti itu.”

“Hei, hentikan semua ini.” Sooyoung berusaha melerai Kyuhyun dan Yoonji yang sepertinya akan berseteru.

“Sooyoung-ah, aku harus pergi. Nanti kita bicara lagi.” Yoonji sedikit tersenyum pada Sooyoung lalu melangkah pergi.

Sooyoung hanya diam lalu kembali menatap Kyuhyun yang masih dengan posisi yang sama. “Kyuhyun-ah…”

“Jauhi dia!” gumam Kyuhyun tanpa memlihat Sooyoung sedikit pun. “Aku ingin bicara denganmu nanti.” Kyuhyun lalu pergi meninggalkan Sooyoung.

Kini Sooyoung seorang diri di ruangan VIP itu. Ia bingung karena Yoonji dan Kyuhyun meninggalkannya seorang diri.

.

“Cut!”

“Kita Istirahat 1 jam!”

Seru seorang kru pada yang lainnya. Tak lama kemudian seluruh kru mulai membubarkan diri dan beristirahat.

Sooyoung mendudukan diri di atas ranjang rumah sakit. Ia menerima air minum dari asistantnya yang setelah itu kembali meninggalkan Sooyoung. Ia melihat Kyuhyun yang duduk di sampingnya kini beranjak berdiri.

Dengan cepat Sooyoung meraih tangan Kyuhyun dan menahannya.

“Tunggu! Apa kau masih marah padaku ?”

Kyuhyun berbalik lalu menghela nafasnya. Dia mengedarkan pandangannya kesekeliling dimana masih banyak orang yang berkeliaran.

“Sebaiknya kita tidak bicara disini.”

“Sooyoung-ah!” tiba-tiba ada yang meneriakan nama Choi Sooyoung dan ternyata itu adalah Jung Soongmi yang datang seorang diri tanpa InSoo.

“Jung Soongmi.” Sooyoung tersenyum menyambut Soongmi.

“Kau datang ?” Tanya Kyuhyun.

Soongmi mengangguk. “Eum. Aku akan meliput untuk lokasi syuting baru. Dan ini liputan resmi dari SMent. Mereka mempercayakan hal ini padaku.”

“Wah kemajuan yang bagus.” puji Sooyoung.

“Maaf, aku ada urusan.” Kyuhyun berpamitan pada Soongmi. “Choi Sooyoung, kita bicaranya nanti saja.” Dan setelah itu Kyuhyun pergi berlalu begitu saja. Sooyoung menatap sendu kepergian Kyuhyun.

“Ada apa dengan dia ?” tanya Soongmi dengan rasa penuh ingin tahu.

“Tidak ada apa-apa. Baiklah, sekarang aku akan mengantarmu melihat-lihat lokasi syuting yang baru.” ajak Sooyoung dan Soongmi pun menurut.

Sooyoung menunjukan dimana ruang make up mereka, ruang istirahat, bahkan mereka juga mengunjungi ruang sutradara dan mengobrol bersama.

“Kau sudah mengunjungi semuanya di lokasi ini. Tapi tidak dengan satu orang.”

Soongmi menghentikan jalanya dan menatap Sooyoung penuh tanya. “Siapa yang belum aku temui ?”

“Produser-nim.”

Soongmi menjentikan jarinya. “Majayo (benar). Aku belum melihat beliau hari ini. Diamana tuan Kim berada ?”

Sooyoung menggeleng. “Produser kami bukan tuan Kim lagi.”

“Apa ? Kenapa dia digantikan ?”

“Ceritanya panjang. Aku-”

“Sooyoung-ah.” tiba-tiba seseorang menyela. Sooyoung melihat siapa yang sudah menyerukan namanya. Ia melihat Lee Yoonji yang datang menghampirinya dengan senyum. Sementara Soongmi memperhatikan Yoonji tanpa berkedip.

“Tuan Lee, annyeonghaseyo.” Sooyoung membungkuk hormat.

“Haah, kenapa seperti ini lagi ?” gumam Yoonji melihat Sooyoung yang kembali berlaku formal padahal ia sudah memanggilnya secara informal.

“Si-siapa dia ?” gumam Soongmi.

“Dia adalah Tuan Lee Yoonji, dia produser baru kami.”

“Produser ?” seketika itu Soongmi dengan cepat merapikan rambut dan pakaiannya lalu memasang senyum yang manis.

“Produser Lee, dia adalah Jung Soongmi. Dia sudah biasa melakukan peliputan dalam proses syuting drama ini. Biasanya dia datang bersama juru kameranya, Kang Insoo. Aku tidak tau mengapa dia tidak datang hari ini.”

Soongmi mengulurkan tanganya pada Yoonji. “Jung Soongmi imnida.”

Yoonji menjabat tangan Soongmi. “Ne, senang bertemu denganmu. Jadi hari ini kau juga datang untuk meliput ?”

Ne.” Jawab Soongmi singkat. Tiba-tiba ia jadi tidak banyak bicara.

“Baiklah, kalau begitu bekerjalah dengan baik.” Baru saja Insoo akan pergi meninggalkan mereka, namun Soongmi menahanya.

“Apakah anda sedang sibuk ? Bisakah kita melakukan wawancara sebentar ?”

Dan anggukan dari Yoonji membuat Soongmi begitu senang. Mereka pun pergi ke tempat yang lebih nyaman untuk melakukan wawancara. Bahkan Soongmi tidak berpamitan dengan Sooyoung.

.

Sooyoung berjalan seorang diri di malam hari ini. Proses syuting hari ini sudah selesai, dan dia ingin menemui Kyuhyun untuk bebicara dengannya. Tapi yang Sooyoung dapatkan hanyalah jawaban tidak tahu dari banyak orang mengenai keberadaan Kyuhyun.

Apa dia sudah pulang terlebih dahulu ? Karena saat beberapa take terakhir, ia sudah tidak merasakan tanda-tanda keberadaan Kyuhyun.

Sooyoung menghela nafasnya dengan berat, ia sudah putus asa untuk menemukan Kyuhyun. Mungkin ia akan berbicara dengan Kyuhyun besok. Sooyoung menggosokan tangannya pada lengannya untuk mengurahi hawa dinginya. Ia lupa tidak mengenakan jaket karena terburu-buru. Dan sekarang, ia sedang menuju mobilnya.

Puk!

Tiba-tiba Sooyoung dikejutkan dengan sebuah jaket tebal yang menyelimuti tubuhnya. Ia memutar tubuhnya dan melihat Cho Kyuhyun yang berdiri di hadapannya hanya mengenakan sweeter. Jaket tebal ini mungkin milik Kyuhyun.

“Kyuhyun…”

“Apa yang kau lakukan di luar ? Musim semi akan datang, kenapa tidak pakai jaket ?” Kyuhuun masih memasang wajah datarnya.

“Aku mencarimu.”

“Ada apa mencariku ?”

“Kita harus bicara soal masalah tadi pagi. Kau masih marah padaku ?”

“Ya… Aku marah.”

Deg!

Jantung Sooyoung sekan berhenti berdetak. Dari nada bicaranya, ia tahu Kyuhyun bersungguh-sungguh.

Mi-mianhae.” gumam Sooyoung dengan nada yang bergetar.

“Aku marah. Marah pada diriku sendiri.”

Sooyoung tertegun mendengarnya.

“Dia bisa dengan leluasa mengobrol denganmu, dia bisa leluasa memberikan jaketnya untukmu, dia bisa leluasa memelukmu saat kau hampir terjatuh.” Kyuhyun menarik nafas dalam, berusaha meredam rasa sakitnya. “Tapi…mengapa tidak denganku ? Mengapa aku tidak bisa ?”

Mata Sooyoung berkaca-kaca. Ia bisa merasakan rasa sakit yang Kyuhyun rasakan.

“Apa bedanya dengan aku dan dia ?! Kenapa aku tidak boleh seperti itu ?!”

Dengan cepat Sooyoung segera memeluk Kyuhyun walau ia harus sedikit berjinjit. Kyuhyun langsung membeku seketika ketika Sooyoung memeluknya. Kyuhyun sangat terkejut.

“Apa kau lelah ? Apa kau lelah dengan semua ini ?” tanya Sooyoung. “Maka aku akan memelukmu di saat kau lelah. Kau bisa beristirahat di pundakku. Atau kau bisa menangis di pelukanku. Jangan tahan apapun. Lepaskan semuanya padaku.”

Kyuhyun dengan perlahan mengangkat tanganya dan membalas pelukan Sooyoung.

“Maafkan aku, seharusnya aku yang memelukmu, seharusnya aku yang menjadi tempatmu bersandar.”

Sooyoung melepas pelukannya dan tersenyum pada Kyuhyun. “Ada kalanya seorang namja menjadi lemah seperti ini, dan di itulah sesungguhnya peran seorang yeoja. Dia akan menjadi tempat beristirahat seorang namja.”

Kyuhyun hanya diam mendengarkan Sooyoung. Ia sudah bisa sedikit tersenyum.

“Sejak awal, kita sudah tahu bahwa kita ini berbeda dari kebanyakan orang. Ini pilihan kita, kita memilih untuk bersama. Jadi ini adalah hal biasa yang harus kita hadapi.” lanjut Sooyoung.

Sooyoung mengusap wajah Kyuhyun dengan jemarinya dan memberikan senyum yang tulus. “Demi kita, aku mohon bertahanlah.”

Kyuhyun menyentuh tangan Sooyoung yang ada di wajahnya dan menciumnya. “Sekarang, bertambah lagi satu orang yang menjadi sumber kekuatanku selain keluargaku dan hyungdeul.”

Sooyoung tersenyum mendengarnya. Ia merasa senang jika memang bisa menjadi sumber kekuatan bagi namja yang juga telah menjadi sumber kekuatan tersendiri baginya.

.

Ceklek!

Sooyoung berjalan memasuki apartementnya. Tapi ia sedikit terkejut saat melihat ada sepatu namja di depan pintu.

“Siapa yang datang ?”

Tanpa menunggu waktu lama lagi, Sooyoung segera memasuki ruang tamu. Dan ia sangat terkejut begitu melihat siapa yang sedang duduk dan mengobrol dengan Taeyeon.

“Lee Yoonji…”

Yoonji pun menengok dan tersenyum melihat kedatangan Sooyoung.

.

“Untuk apa kau datang kemari ?”

Yoonji meletakan secangkir teh yang disediakan untuknya setelah ia meminumnya. “Apakah tidak boleh aku datang kemari ?”

“Aku harap ada sesuatu alasan yang penting untukmu datang kemari.”

“Aku kemari sebagai seorang teman, bukan sebagai produsermu.”

Sooyoung hanya diam tak merespon.

“Baiklah, aku ada berita penting untukmu. Minggu depan kita akan melakukan syuting di Jepang. Dan itu menjadi jadwal syuting kita yang terakhir.”

“Aku sudah tahu hal itu. Lagipula manajerku pasti akan memberitahukan jadwalku jauh-jauh hari sebelumnya.”

“Kenapa sifatmu berubah ? Apa ada yang salah ?”

Sooyoung menghela nafasnya dengan perlahan. “Tidak ada. Aku sedang berusaha agar semuanya baik-baik saja.”

Sedangkan di sebuah tembok di balik ruang tamu, Taeyeon, Tiffany, dan Yoona sedang menempel di dinding bagaikan seekor cicak.

“Apa yang mereka bicarakan ? Kau bisa dengar sesuatu ?” bisik Taeyeon pada kedua rekannya.

“Aku tidak mendengar apapun.” timpal Tiffany.

“Huh, siapa namja itu sebenarnya ? Dia terlihat mencurigakan. Berani-beraninya dia menemui Sooyoung.” Bisik Yoona.

“Ku dengar, Sooyoungie menyebutnya dengan Lee Yoonji.” balas Taeyeon.

“Lee Yoonji ?”

“Ya! Apa yang sedang kalian lakukan ?” tiba-tiba munculah Yuri dan hampir saja menghancurkan rencana mereka.

Dengan cepat Yoona menarik Yuri untuk ikut bersembunyi. “Ssstt! Jangan berteriak! Kalau tidak kita bisa ketahuan ?”

“Tapi apa yang kalian lakukan ?”

“Kita dengan menguping pembicaraan dua orang itu.” Tiffany menunjuk ruang tamu dengan dagunya. Yuri pun sedikit mengengok untuk melihat siapa yang Tiffany maksud.

Kembali pada Yoonji dan Sooyoung.

“Semuanya akan baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir.” kata Yoonji.

“Kau bilang tadi pagi, ada sesuatu yang ingin kau katakan.” Sooyoung mengalihkan pembicaraan.

“Eum, memang ada.”

Sooyoung menatap Yoonji dengan serius.

“Aku ingin kita kembali seperti dulu.”

Perlahan mata Sooyoung membulat tanda ia terkejut dengan perkataan Yoonji. Sedangkan Yoonji memasang senyum manisnya.

.

“Kyuhyun Oppa!” Yoona mempercepat jalannya saat melihat Kyuhyun akan keluar dari gedung SMent. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Yoona.

“Apa kau sibuk ? Ada hal penting yang mau aku sampaikan.”

.

“Mwo ? Seorang namja menemuinya di dorm ?” Kyuhyun hampir saja menyemburkan minuman di dalam mulutnya karena ia terkejut.

Yoona mengangguk pasti. “Ne, kalau tidak salah namanya Yoonji.” Yoona terlihat mengingat-ingat nama itu. Entah mengapa nama itu cukup sulit ia hafalkan.

Kyuhyun membeku seketika. Dugaannya tepat sakali. “Apa yang mereka lakukan ?”

“Mengobrol.” jawabnya dengan polos.

“Hanya itu ?”

Yoona merasa tidak yakin. “Entahlah, aku tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan.”

Kyuhyun mengepalkan tangannya kuat-kuat di atas meja. Ia berfikir jika hal ini mulai berbahaya. Yoonji sudah berani menemui Sooyoung secara pribadi seperti ini. Ia harus memperingatkan Sooyoung.

Kyuhyun pun berdiri dari duduknya. “Aku harus pergi, terima kasih banyak atas informasinya.”

Belum sempat Yoona mengatakan apapun, Kyuhyun sudah berlari keluar dari gedung.

.

Sooyoung baru saja sampai di lokasi syuting dan dia sedang berjalan menuju ruang make up. Tiba-tiba ponsel Sooyoung berdering, ia menghentikan langkahnya dan meraih ponselnya pada saku mantelnya.

Cho Kyuhyun ?

“Yeobosaeyo..”

“Kau dimana ?” terdengar Kyuhyun yang bicara dengan buru-buru.

“Aku di lokasi syuting.”

“Baiklah, tunggu aku di ruang make up. Ada hal penting yang ingin aku katakan.”

Belum sempat Sooyoung menjawab, Kyuhyun sudah menutup terfolnya terlebih dahulu. Sooyoung menatap ponselnya dengan bingung.

“Ada apa denganya ?”

Baru saja Sooyoung akan melanjutkan perjalanannya menuju ruang make up, tapi dia di kejutkan dengan Lee Yoonji yang tiba-tiba berada di hadapannya.

“Selamat pagi Choi Sooyoung.” Ucap Yoonji sambil menyodorkan sebotol minuman pada Sooyoung.

Sooyoung menerimanya dengan bingung. “Apa ini ?”

“Itu minuman ekstrak gingseng merah. Sangat baik untuk wanita pekerja keras sepertimu. Aku yakin kau sangat membutuhkan nutrisi seperti ini.”

“Tapi aku baik-baik saja.” Sooyoung berniat mengembalikan minuman itu.

“Sudahlah terima saja. Apa susahnya ? Ini gratis kok.”

Dengan terpaksa Sooyoung menerimanya. “Baiklah. Terima kasih.”

Sooyoung terkejut saat tiba-tiba Yoonji menepuk puncak kepalanya. “Jaga kesehatanmu ya.”

Sooyoung yang terkejut hanya mentap Yoonji dengan diam.

Tap! Tap! Tap!

Yoonji menatap ke belakang Sooyoung saat mendengar ada seseorang yang datang menghampirinya. Melihat Yoonji yang menatap kebelakangnya, Sooyoung pun membalikan badannya. Dan betapa terkejutnya ia melihat Kyuhyun berdiri beberapa langkah di hadapannya dengan nafas yang terengah, mungkin ia habis berlari.

Kyuhyun mengepalkan tanganya kuat melihat Sooyoung dan Yoonji berdua. Ia lalu mengambil langkah cepat menghampiri Sooyoung, meraih tangan Sooyoung dan menariknya pergi. Sooyoung hanya bisa meringis kesakitan menerima perlakuan Kyuhyun.

“Tunggu!” Yoonji meraih tangan Sooyoung yang satunya dan mencegah Kyuhyun membawanya pergi. “Kau tidak boleh berlaku kasar pada wanita.”

Kyuhyun pun mengendus kesal dan berusaha menahan amarahnya. “Aku sedang ingin bicara denganya. Jadi aku mohon jangan halangi kami.” Kyuhyun sedikit menarik Sooyoung.

“Sudah ku katakan kau tidak boleh kasar pada wanita.” Yoonji sedikit menarik tangan Sooyoung.

Jadilah Sooyoung menjadi benda yang di tarik-ulur oleh Kyuhyun dan Yoonji.

“Memangnga kau ini siapanya Sooyoung ? sepertinya kau selalu punya urusan penting denganya.”

“Aku adalah-” Kyuhyun menghentikan kalimatnya dengan cepat. Hampir saja ia kelepasan mengatakan apa hubungan dirinya dengan Sooyoung. Kyuhyun merasa kesal, lagi-lagi ia tidak bisa mengatakan kebenarannya.

Sooyoung tertegun melihat ekspresi kesal Kyuhyun. Ia lalu melepaskan cengkraman tangan Yoonji dengan perlahan. “Maaf aku sedang ada urusan dengan Cho Kyuhyun. Bisa biarkan kami pergi berdua ?” tanyanya dengan lembut.

Yoonji pun mengerti dan mengangguk. Lalu dengan langkah cepat meninggalkan mereka berdua.

.

Ceklek!

Sooyoung menutup ruang istirahat dengan perlahan. Ia manatap Kyuhyun yang justru terdiam setelah kejadian tadi. Sooyoung pun mengambil tempat duduk di sebelah Kyuhyun.

“Kyuhyun oppa, kau baik-baik saja ?” Sooyoung menyentuh pundak Kyuhyun.

“Semalam, dia datang ke rumahmu ‘kan ?” kata Kyuhyun tanpa melihat Sooyoung.

Sooyoung membulatkan matanya. “Kau tahu dari mana ?”

“Apa yang dia katakan padamu ?” Kyuhyun menatap Sooyoung dengan serius.

“Di-dia tidak mengatakan apapun. Dia hanya memberitahukan jadwal kita.”

“Sudah kubilang kau harus menjauhinya!”

“Dia sendiri yang datang ke dorm, mana mungkin aku tidak menemuinya.”

Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada Sooyoung. “Kau yakin dia hanya membicarakan soal pekerjaan ?”

Sooyoung menggeleng dan memasang wajah sedihnya.

“Iya, dia hanya mengatakan itu.”

Untung saja Kyuhyun tidak menatap Sooyoung sehingga dia tidak mengetahui jawaban yang sebenarnya dari Sooyoung.

.

Kyuhyun yang duduk di sebuah bangku taman sedang melihat bagaimana akting Sooyoung bersama pemain lainnya. Ini bukan bagian Kyuhyun jadi ia bisa beristirahat sejenak.

Plak!

Kyuhyun menegakan tubuhnya seketika begitu melihat wanita yang merupakan lawan berakting Sooyoung menampar gadis itu. Kyuhyun tahu kalau itu hanya akting, tapi terlihat begitu nyata.

“Cut!”

Kyuhyun melihat Yoonji yang langsung menghampiri Sooyoung dan memeriksa bekas tamparan itu. Yoonji juga melindungi Sooyoung dari panas matahari dengan kertas skrip. Dia juga membukakan botol minum untuk Sooyoung.

“Lagi-lagi seperti ini…” geram Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi, silahkan anda bersiap-siap. Sebentar lagi giliran anda.” ujar salah satu staff dan membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk mengampiri Sooyoung.

.

Kissing Scene ??” Kyuhyun dan Sooyoung secara kompak mengutarakan keterkejutannya pada Sutradara Park.

“Hahaha, tidak perlu sampai terkejut seperti itu. Bukankah ini hal yang biasa dalam drama ?”

Sooyoung menundukan kepalanya sementara Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Mereka gugup. Walau sudah pernah berciuman, tapi untuk di depan umum ? Mereka masih belum yakin untuk melakukannya.

“Kalian merasa malu ? Ah, kalian ini manis sekali.” tiba-tiba Sutradara Park itu menggoda mereka.

Mi-mianhamnida, ini baru yang pertama untuku, jadi aku mohon bimbingannya.” Kyuhyun mencoba mengembalikan suasana dengan membungkuk hormat pada Sutradara Park. Sooyoubg hanya diam melihat apa yang Kyuhyun lakukan.

“Hahaha, kau tak perlu meminta bimbingan untuk masalah seperti ini. Semua pria pasti hebat dalam melakukannya walau pun untuk pertama kalinya.” canda Sutradara Park.

“Ya, itu benar sekali!” tiba-tiba Sooyoung berseru membuat Kyuhyun terkejut. Namun Sooyoung segera tersadar dan kembali menundukkan kepalanya.

“Sudah-sudah. Lagi pula adegannya akan dilakukan besok. Sekarang kalian pergilah menemui produser Lee karena kudengar dia mencari kalian.”

Sooyoung dan Kyuhyun pun berpamitan dan segera menuju ruang produser.

“Apa itu tadi ? Kau membenarkan perkataan tuan Park bahwa pria lebih baik dalam hal berciuman walau untuk pertama kalinya ?” kata Kyuhyun selagi mereka berjalan menuju ruang produser.

“Memang benar kenyataanya seperti itu. Pria pasti akan lihai melakukannya walau itu adalah yang pertama kalinya.” cibir Sooyoung.

“Itu pujian atau justru cibiran ?” Kyuhyun tersenyum dengan aneh.

“Ini cibiran, Cho Kyuhyun!”

Tiba-tiba Kyuhyun menghentikan langkahnya dan mencondongkan tubuhnya pada Sooyoung.

Eoh! Berarti saat kita melakukannya di mobil, kau merasa bahwa aku benar-benar lihai dan kau sungguh-sungguh menikmatinya, hm ?” bisik Kyuhyun dengan senyum nakalnya.

Wajah Sooyoung memerah seketika.

“Ah! kau bahkan tidak menolak ataupun marah padaku, tapi kau malah membalas ciuman itu.” Kyuhyun semakin mencondongkan tubuhnya. “Bahkan saat kau berkunjung ke dorm, kau berharap mendapatkan ciuman dariku. Maka dari itu kau dengan beraninya masuk ke kamarku seorang diri.”

“Bu-bukan begitu. Makdusku, itu bertanda bahwa kau adalah seorang playboy yang hobi mencium banyak wanita!”

Tiba-tiba Kyuhyun menegakkan tubuhnya. “Memang benar, aku sudah mencium banyak wanita di drama musical.” monolog Kyuhyun.

Mwo ? Jadi semua ciuman itu nyata ?.”

“Mana aku tahu!” jawab Kyuhyun dengan jahilnya.

“Ya! Katakan padaku, apa itu sungguhan atau tidak ?” Sooyoung menarik-narik baju Kyuhyun dengan kesal.

“Kau fikir saja sendiri. Lagipula aku juga tidak perduli apakah kissing scene yang kau lakukan di drama-drama itu sungguhan atau tidak.”

“Ya! Cho Kyuhyun-”

“Oh, disitu kalian rupanya.”

Sooyoung dan Kyuhyun menghentikan pertengkaran mereka begitu ada seseorang yang mengusik mereka. Sooyoung begitu terkejut saat melihat bahwa dia adalah Yoonji. Reflek Sooyoung melepaskan genggamannya pada baju Kyuhyun.

“Aku sudah lama menunggu kalian di ruanganku.”

.

“Sebelumnya aku minta maaf karena meminta kalian menemuiku saat syuting selesai dimana seharusnya kalian kembali ke rumah.” kata Yoonji membuka pembicaraan.

Sementara Kyuhyun dan Sooyoung hanya terdiam sambil menebak-nebak siapa seseorang yang saat ini duduk tepat di samping Produser Lee ?

“Dia adalah Tuan Han yang aku percayai untuk mengurus masalah backsound dan soundtrack.” Produser Lee memperkenalkan Tuan Han pada Kyuhyun dan Sooyoung yang duduk di hadapannya.

Annyeonghaseyo.” Salam Kyuhyun dan Sooyoung.

“Wah, wajah mereka jauh lebih baik dari pada saat aku melihatnya di televisi.” kata Tuan Han dengan ramah dan membuat mereka tertawa.

“Apa sebaiknya aku meninggalkan Sooyoung dan Kyuhyun bersama anda, Han seonsaeng-nim ? Aku rasa kalian akan nyaman mengobrol.” kata Produser Lee.

“Baiklah, jika begitu.” Tuan Han mempersilahkan Produser Lee untuk keluar dari ruang pertemuan.

Geurae, lebih baik kita mulai saja pembicaraanya. Aku tahu kalian benar-benar sibuk.” ucap Tuan Han begitu poduser Lee meninggalkan ruangan. “Dalam drama ini sudah tersedia dua belas lagu yang akan menjadi soundtrack.”

“Dua belas ? Banyak sekali.” gumam Sooyoung.

“Lalu kenapa anda memanggil kami ? Apa kami mendapat bagian lagu yang akan dinyanyikan ?” tanya Kyuhyun dengan serius.

“Ya, kau benar sekali Kyuhyun-ssi. Aku punya beberapa track lagu yang akan kalian nyanyikan. Diantaranya ada satu lagu istimewa untuk kalian.”

Kyuhyun dan Sooyoung mengerut bingung saat Tuan Han mengeluarkan sebuah partitur lagu dari dalam tasnya. Ia lalu menyerahkan lagu itu pada Kyuhyun. Kyuhyun langsung meneliti partitur itu dengan seksama, sementara Sooyoung sedikit merapat pada Kyuhyun untuk melihat partitur itu.

“Ini lagu duet.” gumam Kyuhyun.

“Benar. Dan lagu itu kalian berdualah yang akan menyanyikannya.”

MWO ?” Kyuhyun dan Sooyoung terkejut seara bersamaan.

“A-apa yang Han seonsaengnim maksud ?” Sooyoung terbata.

“Lagu itu akan menjadi lagu utama dalam drama ini. Dan akan semakin bagus jika sang pemeran utamanyalah yang akan menyanyikannya. Apalagi kalian adalah seorang penyanyi yang terkenal. Aku benar-benar percaya pada kemampuan kalian.”

“Tapi-” Entah mengapa Sooyoung terlihat tak bisa menerima hal ini.

“Baiklah, jika menurut seonsaengnim itu adalah yang terbaik. Terima kasih sudah percaya pada kami.” Kyuhyun menyela perkataan Sooyoung. Sooyoung awalnya ingin protes kini hanya terdiam.

“Cho Kyuhyun-ssi dan Choi Sooyoung-ssi juga akan mendapat satu lagu untuk dinyanyikan.”

“Solo ?” Sooyoung kembali terkejut.

Ne, ini pasti akan menjadi pengalaman yang menarik untuk Choi Sooyoung.”

“Tapi… Ini pertama kalinya aku menyanyikan lagu solo.” keluh Sooyoung.

“Lagu Ballad adalah keahlihan Cho Kyuhyun. Kau bisa banyak belajar darinya. Dan Cho Kyuhyun akan membantumu. Bukankah begitu, Kyuhyun-ssi ?”

Ne, tentu saja aku akan membantunya.”

Sooyoung jadi merasa tenang jika ada Kyuhyun yang akan membantunya.

“Semua lagu ini akan dinyanyikan oleh artis-artis dari SM enterteiment termasuk rekan satu tim kalian.” lanjut Tuan Han. “Hari ini aku akan memberikan partitur lagu yang akan kalian nyanyikan. Dan lusa kita akan bertemu lagi untuk mendengarkan lagu demonya. Aku akan membuat janji dengan manajer kalian masing-masing.”

Kyuhyun dan Sooyoung menerima partitur lagu yang disodorkan tuan Han.

“Aku harap drama ini akan menjadi sukses dan banyak mendapatkan penghargaan nantinya.”

Ne, Seonsaengnim. Terima kasih sudah bekerja sama dengan kami.” kata Kyuhyun.

Ne. Mohon bantuannya.” sahut Sooyoung.

Sesaat Sooyoung melirik sedikit partitur lagu yang ia dapatkan. Namun ia benar-benar terkejut saat melihat sebuah nama yang tertera di bawah judul lagu itu.

Please Stay

By

Lee Yoon Ji

.

Kyuhyun baru saja selesai membereskan barang-barangnya dan ia berjalan santai menuju tempat parkir. Namun saat di sebuah lorong yang sepi, ia kembali bertemu dengan Yoonji yang juga berjalan seorang diri.

“Oh, Cho Kyuhyun. Kebetulan sekali ada sesuatu hal yang ingin aku katakan.”

Kyuhyun terlihat malas berbicara dengan Yoonji. “Ada apa lagi ? Ini sudah malam, bisakah kita menbicarakannya besok saja ?”

“Ini bukan masalah pekerjaan. Tapi ini masalah Choi Sooyoung.”

Deg!

Seketika Kyuhyun menjadi serius. “Memangnya ada apa dengan Choi Sooyoung ?”

“Begini… Kau dan Choi Sooyoung ternyata cukup dekat. Tapi setelah kulihat, kedekatan itu melebihi sewajarnya. Apakah kau punya hubungan khusus denganya ?”

Kyuhyun menggenggam tanganya kuat mencoba menahan emosinya. Ingin sekali dia menyerukan kata ‘iya’, tapi ia tidak bisa. “Apa maksudmu ?”

“Ku peringatkan padamu agar kau jangan terlalu dekat dengannya karena aku menyukai gadis itu.”

“A-Apa ?”

“Ya, aku menyukai Choi Sooyoung. Dan kau adalah orang pertama yang memgetahui hal ini.”

Kyuhyun sudah tak bisa menahan amarahnya lagi, ia mencengkram kerah baju Yoonji dengan kuat.

“Apa yang kau katakan ? Asal kau tahu bahwa gadis itu adalah miliku.”

Yoonji langsung tercengang. “Apa ? Jadi benar dugaanku bahwa kalian…”

“Ne, jadi seharunya kaulah yang menjauh dari Sooyoung!” Kyuhyun melepas cengkramannya dengan kasar dan membuat Yoonji mundur beberapa langkah.

“Tidak…aku tidak akan menyerah. Selama aku belum menyatakan perasaanku dan mendapat jawaban yang pasti dari Sooyoung. Aku tidak akan menyerah.”

“Kau benar-benar” geram Kyuhyun.

Yoonji hanya menyeringai melihat Kyuhyun yang marah karena yeojanya akan direbut oleh orang lain.

“Jadi Cho Kyuhyun-ssi, mulai sekarang kita adalah musuh yang memperebutkan hati Choi Sooyoung ?”

-Continue-

Huaaaaa….
Maaf lama nggak update
Maaf juga kalo banyak typo, cerita makin gak jelas, dan mengecawakan readers
Semoga suka sama part ini..
Terima kasih buat yang masih betah nunggu kelanjutan ff ini..
Mohon rewiewnya juga

Kamsahamnida ^^

Advertisements

11 thoughts on “[Series] Queen Of My Heart part 9

  1. Ihhhhh apaan sih yeonji, dikira pas udh dikasih tau kalo soo pacar kyu dia bakal nyerah.. ehhh taunya 😒

  2. Aku sdh pasti mendukung kyuppa yg mendapatkan hatiny sooeoni
    akhirny ff ini di post jga lanjutanya aku nungguin bgts mungkin hampir setiap hari aku buka ini blog buat ngecek kelanjutany sdh di post ap blum jdi aku harap bsa terus di lanjutin smpai happy ending karna aku ska ini ff semangat terus bwt nulisny n jangan takut kalau nnti ff ini gk ad yg baca karna aku pasti akan jadi pembaca setia jadi kalau bisa next partny jng lma2 di lanjutinny chigu

    • Huaaa.. Terima kasih sudah mau setia menunggu ^^ aku jadi terharu nih kk 😛 aku emng agak takut kalo gk ada yg baca hehe karena ujian udah mau selesai aku usahakan secepatnya update ^^ Sekali lagi terima kasih ^^

  3. Waa kyu punya saingan nih!
    Pasti nih si yoonji itu bakal semaunya buat dapetin syo -__-
    mudah-mudahan syo nya ga terpengaruh.
    Dan kyuyoungnya makin care

  4. Yaaa daebakk neomu daebakk,,sumpah bikin greget sebel sma yoonji ,,ihh ganggu kyuyoung trus smoga dipart selanjutnya kyuyoung tenang” aja trus happy ending,,please next ya thor,,??penasaran gilaa??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s