[Series] Queen Of My Heart part. 8

image

“Bagaimana ini ?” tanya Yoona pada Kyuhyun.

“Sepetinya…ia terlalu memikirkan tuntutan Produser Kim.”

“Bukankah semua masalah sudah selesai ? Lalu apa lagi yang ia fikirkan ?”

“Sooyoung harus kembali ke lokasi syuting lima hari lagi sebagai konsekuensi dari penolakan tawaran Han Jihyeon. Jika Sooyoung tak kembali…proses syuting akan diberhentikan begitu saja dan produksi drama ini akan dibatalkan.”

Yoona membelalakan matanya tanda ia terkejut.

“Jadi apapun yang terjadi, orang yang bernama Kim YeoJoon itu ingin Sooyoung kembali 5 hari lagi. Ia tak peduli kondisi Sooyoung.”

.
.
.

By Shikshingamer

.
.
.

Sooyoung membuka matanya perlahan. Ia menatap sekeliling dimana tidak ada seorang pun di ruang perawatannya. Perlahan kepala Sooyoung mendongak. Ia memghela nafas berat saat melihat kantung infuse itu sudah penuh kembali, padahal kemarin sudah lebih dari setengahnya kantung infuse itu kosong. Sooyoung tak tahu ini kantung infuse keberapa yang harus ia habiskan.

Sooyoung baru menyadari jika hari sudah sore saat ia menatap ke jendela. Sudah berapa lama ia tertidur ?

Sooyoung menatap langit-langit kamar perawatannya dengan helaan nafas berat. Ia masih ingat bagaimana paniknya semua membernya dan juga kakak perempuannya saat ia baru saja membuka matanya kembali setelah kondisinya menurun. Satu kesimpulan mudah yang dapat ia ambil, bahwa semuanya mengkhawatirkan kondisinya. Ia sempat melihat akun instagramnya dipenuhi oleh pesan-pesan agar dirinya cepat sembuh dari fans. Hampir semua kru dan juga Sutradara Park, bahkan Produser Kim pun datang mengunjunginya beberapa hari yang lalu. Mereka mengatakan bahwa mereka merindukan Sooyoung di lokasi syuting, tapi Sooyoung dapat kembali setelah kondisinya pulih.

Yang membuatnya heran adalah kenapa Produser Kim bersikap seakan tak terjadi apa-apa. Ia bahkan masih bisa tersenyum dan menyapa member SNSD. Benar-benar orang yang aneh.

“Empat hari lagi…” gumamnya.

Ia masih jelas mengingat kapan ia harus kembali ke lokasi syuting. Meski sekarang ia masih terbaring di rumah sakit, tapi mau tidak mau empat hari lagi ia harus datang ke Gangnam-gu yang akan menjadi lokasi syuting selanjutnya. Padahal Sooyoung sudah berketad akan keluar dari rumah sakit dua hari yang lalu dan seharusnya sekarang ia beristirahat di dorm sambil mempelajari naskahnya.

Tapi takdir berkata lain. Ia malah seperti ini. Sooyoung berharap semoga ia bisa keluar dari rumah sakit besok.

Pintu ruanganya tiba-tiba terbuka dengan pelan dan Sooyoung menatap siapa yang yang datang. Senyumnya mengembang saat melihat laki-laki yang mengenakam topi hitam, kacamata hitam dan syal yang menutupi sebagian wajahnya. Namun Sooyoung tahu siapa orang itu.

Kyuhyun yang awalnya menutup pintu pun berbalik dan sedikit terkejut saat melihat Sooyoung sudah sadar. Ia pun menghampiri Sooyoung dengan senang.

“Kau sudah sadar ?”

Sooyoung mengangguk sebagai jawabannya. “Sejak kemarin.”

Kyuhyun tersenyum melihat Sooyoung yang tampak jauh lebih sehat. Perban yang sebelumnya melilit kepalanya kini sudah hilang. Benang jahit juga terlihat sudah dicabut dan masih menyisahkan bekas jajitan yang samar.

Kyuhyun menyerahkan sebuket bunga yang ia bawa sedari tadi. “Aku membawakan bunga untukmu. Sebenarnya aku ingin memberikanmu bunga pada saat kita berkencan. Tapi mau bagaimana lagi…situasinya seperti ini.”

Sooyoung mendudukkan tubuhnya dengan sedikit bantuan dari Kyuhyun. Ia pun mengirup wangi bunga itu dalam-dalam dan tersenyum senang.

“Tapi kau jangan khawatir. Aku akan mengajakmu melakukan kencan yang romantis suatu hari nanti.” lanjut Kyuhyun.

“Akan aku tagih janjimu itu suatu hari nanti.” balas Sooyoung. “Aish, seharusnya kau membawa sesuatu yang lebih bermanfaat dari pada hanya sekedar bunga. Aku sedang lapar. Biasanya kau akan membawakan makanan untukku.” Sooyoung memutar-mutar bunganya sehingga membuat beberapa kelopak bunganya itu lepas dan mengotori kasurnya.

“ya! Jangan di putar-putar seperti itu, bunganya jadi rusak. Kau tidak suka dengan bunga yang ku bawa ?”

“Bukan begitu. Tapi…” Sooyoung menatap Kyuhyun dari atas hingga bawah dengan ekspresi yang sulit diartikan. “pakaian macam apa ini ? Kau terlihat seperti penjahat jika seperti ini.”

“Mwo ?” Kyuhyun pun tersadar dan melepas semua perlengkapan menyamarnya. “Aku melakukan ini karena aku tidak mau ada berita yang tidak-tidak. Terkadang masih ada beberapa wartawan yang datang dan para perawat biasanya suka bergosip tentang pasien mereka.”

“Itu salahmu sendiri. Kenapa setiap hari kau mengunjungi rumah sakit ? Kau tahu ? Aku sangat bosan melihatmu.”

“Yaa!”

“Kau seharusnya beristirahat saat mendapatkan libur panjang yang langkah seperti ini. Bukannya malah berkeliaran di rumah sakit. Eoh, apa kau ingin tebar pesona di hadapan para perawat ?”

Kyuhyun menganga lebar tak habis pikir. Ia mati-matian datang kemari dengan menahan malu akibat pakaian serba tertutup yang ia gunakan mengundang perhatian banyak orang. Belum lagi membeli bunga, itu benar-benar bukan gayanya. Tapi apa ? Gadis ini malah berkata tak senang melihatnya datang. Apa maunya ?

“Kenapa bicaramu sudah kasar begini ? Kau tahu ? aku benar-benar mengkhawatirkanmu. Kemarin kondisimu menurun padahal sebenatar lagi kau harus kembali ke lokasi syuting.”

“Jangan menghawatirkanku lagi! Aku tak butuh itu.” Sooyoung melipat kedua tanganya dengan kesal. Sudah bosan dengan kata khawatir. Yang ia perlukan hanya kata-kata penyemangat.

“Ada apa denganmu ? Kenapa kau menyebalkan begini ?”

“Ya! Kau itu yang menyebalkan!.”

“Aku tidak suka gadis menyebalkan seperimu!”

“Aku juga tidak suka namja yang kerjaanya hanya tebar pesona sepertimu.”

“Dasar gadis kurus!”

“Perut buncit!”

“Dada rata!”

“MWO ?! Ya! Dadaku tidak rata!”

“Apa buktinya kalau begitu?”

“YAA!! Dasar namja mesum!” Sooyoung memukul kepala Kyuhyun dengan keras dan membuat Kyuhyun mengadu kesakitan.

“Ya! Berani-beraninya kau…”

Yuri dan Sunny yang baru saja masuk ke ruangan Sooyoung menghela nafas panjang. Melihat Kyuhyun dan Sooyoung saling berdebat keduanya hanya dapat menggelengkan kepala.

“Selalu saja…kapan mereka tidak pernah bertengkar ?”

.

Tuk!

Kyuhyun mengalihkan pandanganya dari ponselnya saat mendengar suara gelas yang beradu dengan meja kaca yang aja di hadapannya. Ia menatap gelas itu dan menyadari bahwa itu adalah secangkir teh ginseng. Ia sedikit mendongakan kepalanya untuk melihat Choi Sooyoung yang ternyata baru saja meletakan minuman itu.

Dengan senyum manis Sooyoung mengambil tempat di sofa sebelah Kyuhyun. “Aku sengaja membawa teh ginseng untukmu. Selama ini kau selalu bolak-balik datang ke rumah sakit untuk menemuiku. Aku tak mau kau juga sakit. Jadi cepat minum ini.” Sooyoung mendorong sedikit cangkir itu sebagai tanda agar Kyuhyun segera meminumnya..

Kyuhyun terkekeh lalu menyimpan ponselnya. “Ini hari pertama syuting setelah kau keluar dari rumah sakit, seharusnya kau memikirkan kesehatanmu juga.” Kyuhyun mengambil cangkirnya lalu menghirup aromanya. “Apa kau menyiapkan untuk ku saja ?”

“Tidak, aku juga menyiapkan untuk yang lainnya. Tapi yang ini aku buat dengan spesial untukmu.”

Kyuhyun pun sedikit menyesap teh gingseng itu sementara Sooyoung memperhatikannya dengan antusias. Kyuhyun mengerutkan dahinya saat teh itu mengalir di tenggorokannya.

Senyum Sooyoung memudar melihat ekspresi Kyuhyun saat mencicipi minumannya. “Ada apa ? Apa tidak enak ?”

“Apa kau lupa menambahkan gula ?”

“Benarkah ?” Sooyoung meraih cangkir itu lalu mencobanya sendiri. Ia semakin heran saat merasakan teh itu cukup manis. “Sepertinya tidak. Tehnya sudah manis kok.”

Namun Kyuhyun justru tersenyum jahil sebagai reaksinya. “Kau tahu ? Kau meminumnya tepat pada bagian cangkir dimana bibirku menempel sebelumnya.”

Seketika itu Sooyoung melotot dan hampir saja menjatuhkan cangkirnya. “MWO ? Ya! Cho Kyuhyun ! Kenapa tidak mengatakan padaku sebelumnya ?” Sooyoung meletakkan cangkirnya dan langsung menghujani Kyuhyun dengan pukulannya.

Kyuhyun masih saja terkikik geli sambil melindungi dirinya dari pukulan Sooyoung. “Jadi kau tidak mau bibirmu bersentuhan dengan bibirku meski secara tidak langsung ?”

“Ne ?” Sooyoung menghentikan pukulannya.

“Benar tidak mau ? Kalau begitu aku tidak akan menciummu lagi.”

“Bu-bukan begitu… Aku… Aku hanya malu saja.” Sooyoung mencoba menyembunyikan wajah merahnya.

Namun Kyuhyun sepertinya belum puas menjahili Sooyoung. “Malu ?” tanya Kyuhyun dengan seringai nakalnya.

Kyuhyun pun berdiri dari duduknya dan menghampiri Sooyoung. Sementara Sooyoung merasakan tubuhnya kaku sehingga tidak bisa bergerak menjauhi Kyuhyun. Kyuhyun sedikit membungkukan badannya dan mendekatkan wajahnya pada Sooyoung. Ia membisikkan sesuatu. “Jika kau malu…kenapa kau malah membalas ciumanku saat di mobil ?”

“YAA! Cho Kyuhyun! Hentikan!.” Sooyoung melayangkan pukulan seribu pada Kyuhyun yang hanya dapat tertawa puas sambil mencoba melindungi dirinya. Merasa tak tahan dengan pukulan Sooyoung Kyuhyun mencoba berlari di sekitar ruang istirahat, tapi Sooyoung masih saja mengejarnya dan mencoba memukul. Jadilah aksi kejar-kejaran di antara keduanya.

“Agh…” Tak lama kemudian Kyuhyun tertangkap dan terpaksa menerima banyak pukulan dari Sooyoung. Tak tinggal diam, Kyuhyyn membalas dengan menggelitik pinggang Sooyoung. Sehingga sekarang gadis itulah yang berteriak minta ampun.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu itu menghentikan kegiatan mereka. Kyuhyun dan Sooyoung saling melempar pandangan seakan bertanya siapa yang datang ? Kyuhyun dan Sooyoung pun menegakkan tubuh mereka, merapikan pakaian mereka dan mencoba bersikap senormal mungkin. Tak lama kemudian masuklah Sutradara Park. Melihat siapa yang masuk, Kyuhyun dan Sooyoung langsung memberikan salam hormat.

“Maaf menganggu istirahat kalian. Tapi ada sesuatu yang harus kita bicarakan.” ucap Sutrdara Park dengan serius membuat Kyuhyun dan Sooyoung bertanya-tanya.

.

“Produser baru ?” tanya Kyuhyun dan Sooyoung hampir bersamaan. Mereka benar-benar terkejut dengan apa yang disampaikan Sutradara Kim pada mereka setelah mereka sampai di ruangan Sutradara.

“Ne, sebenarnya rencana ini sudah terfikirkan sejak Choi Sooyoung dirawat di rumah sakit. Dan semua kru beserta staff sudah mengetahui hal ini. Tinggal kalian berdua saja yang masih belum tau.”

“Ta-tapi…kenapa ?” Sooyoung terbata-bata. Rasanya baru saja kemarin ia dan Produser Kim berseteru dan sekarang beliau sudah digantikan ?

Sutradara Park menghela nafasnya sebelum bicara. “Ini karena Produser Kim terlibat beberapa masalah dengan perusahaannya. Jadi ia harus datang ke persidangan.”

“Persidangan ?” Sooyoung semakin terkejut.

Produser Kim memang menggunakan dana yang bersumber dari perusahaanya untuk membiayai proses syuting ini. Namun ada beberapa masalah karena salah satu bawahannya diketahui telah memalsu dokumen keuangan perusahaan. Sehingga ia melaporkannya kepada polisi dan harus menjalani persidangan.

Berbeda dengan Sooyoung. Kyuhyun justru terlihat santai dan tak memusingkan hal ini. Toh pergantian sudah ditetapkan.

Kyuhyun bersandar pada punggung kursi dan melipat kedua tangannya di depan dada. “Hhh~ apa ada hal yang semacam ini ?”

“Soal penggantian produser aku tidak tahu apakah kasus ini pernah ada atau tidak. Tapi proses syuting harus tetap berlanjut dan kita sudah mendapatkan produser baru.”

Kyuhyun menegakkan tubuhnya sementara Sooyoung mengerutkan dahinya bingung.

“Dia adalah namja yang baik dan pekerja keras. Dia masih muda…mungkin dia satu sahun lebih dewasa dari Cho Kyuhyun. Tapi ia sudah memiliki perusahaan yang sangat besar dan mampu membiayai produksi drama ini.”

“Satu tahun lebih dewasa ?” ulang Sooyoung.

“Siwong hyung ?” tanya Kyuhyun tak percaya dan membuat Sooyoung menatapnya dengan tatapan tak percaya juga.

Namun tiba-tiba Sutradara Park tertawa dengan keras. “Aku tahu Choi Siwon sangat memasuki kriteria yang aku jelaskan tadi. Tapi dia sama sekali bukan Choi Siwon. Kalian akan berkenalan dengannya sebentar lagi begitu dia tiba di lokasi syuting.”

.

Kyuhyun dan Sooyoung terlihat berjalan bersama setelah keluar dari ruangan Sutradara.

“Hhh~ aku kira dia Siwon Hyung…” gumam Kyuhyun sambil memasukan ke dua tanganya pada saku celananya.

“Memangnya kenapa kalau dia benar-benar Siwon Oppa ?”

“Sudah jelas aku tak mau diatur dan disuruh-suruh olehnya. Tapi dia pasti tidak akan berani menyuruh dan mengaturku.”

Bugh!

Tiba-tiba Sooyoung memukul bahu Kyuhyun dengan sedikit keras sambil tertawa. “Kau ini… Apa yang kau lakukan sampai membuat Hyungmu takut, eoh ?”

Kyuhyun hanya tersenyum sambil menampakkan rentetan giginya. “Jangankan Siwon Hyung, Teuki Hyung saja takut padaku.”

“Jinjjayo ?”

Kyuhyun mengangguk mantap. “Dia pernah mengatakan itu saat di talk show.”

“Ternyata…kau magnae yang menakutkan.” Sooyoung menggelengkan kepalanya tak percaya. “Untung saja Seohyun tidak seperti dirimu.”

“Apa ? Memang apa salahnya jika seperti diriku ? Suaraku bagus, aku juga bisa dance.”

“Ne, suara Seohyun memang bagus. Tapi aku bersyukur sifatnya tidak seperti kau.”

“Apa sifatku seburuk itu ?”

“Lebih buruk dari yang kau bayangkan.”

“YAA! Apa katamu ?!”

Sooyoung menghentikan langkahnya saat mereka sudah sampai di aula gedung yang menjadi lokasi syuting. Ia melihat banyak kru dan staff yang mengerubungi seseorang. Namun Sooyoung tak dapat melihat siapa orang tersebut karena terlahang oleh beberapa orang. Melihat Sooyoung yang terdiam, Kyuhyun pun mengikuti arah pandang Sooyoung.

“Sepertinya…produser baru kita sudah datang.”

“Eoh ?” Kyuhyun hanya melongo lalu mengekor di belakang Sooyoung yang berjalan lebih dulu. Tak dapat memungkiri sebenarnya Kyuhyun juga penasaran. Namun Kyuhyun mengerutkan dahi bingung melihat Sooyoung yang tiba-tiba diam membeku. Dan Kyuhyun mendapati Produser baru itu menghampiri Sooyoung dengan senyum cerahnya. Ia sedikit risih dengan senyum itu.

“Annyeonghaseyo. Aku produser baru disini. Lee Yoonji imnida. Salam kenal.” Produser baru itu memperkenalkan diri.

“Annyeonghaseyo.” Kyuhyun juga membungkuk. “Cho Kyuhyun imnida.” Kyuhyun melihat Sooyoung dengan tatapan aneh karena yeoja itu hanya diam. Memberikan salam hormat saja tidak.

“Ne. Salam kenal Cho Kyuhyun-ssi.” Yoonji masih saja tersenyum manis pada Sooyoung. “Lama tidak berjumpa, Choi Sooyoung.”

Satu kalimat itu mampu membuat Kyuhyum terbelalak.

.

“Kau mengenalnya ?”

Kyuhyun segera menghampiri Sooyoung begitu gadis itu selesai melakukan adeganya di luar ruangan.

“Apa yang kau lakukan disini ? Seharusnya kau menunggu di dalam ruangan saja.” Sooyoung menatap sekelilingnya dengan khawatir karena takut ada yang mencurigai kedekatanya dengan Kyuhyun.

“Apa kau mengenal orang itu ?” Kyuhyun tak perduli dengan perkataan Sooyoung dan justru kembali bertanya.

“Ne. Dia adalah teman satu kampusku dulu.” Jawab Sooyoung sambil berjalan dengan cepat, terlihat sekali bahwa Sooyoung tidak menyukai topik ini.

Namun Kyuhyun tetap mengejarnya sambil melayangkan pertanyaa. “Teman ? Apa kau yakin kalian hanya teman ? Cara dia tersenyum padamu sudah berbeda.”

“Bisakah kita membicarakan topik yang lain saja ?”

“Kumohon jawab aku. Apa namja itu menyukaimu ?”

“Cho Kyuhyun!” Sooyoung menghentikan langkhanya. Ia mencoba meredam amarahnya. Ia tahu, marah pada Kyuhyun akan sia-sia saja. “Bisakah kita hentikan pembicaraan ini ?”

Tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun Sooyoung segera berjalan menghampiri Sutradara Park dan terlihat sedang membicarakan sesuatu. Namun saat sutradara park pergi, tiba-tiba saja Yoonji datang menghampiri Sooyoung.

“Ah…Produser Lee…” Sooyoung membungkuk hormat pada Yoonji.

“Tidak usah seformal itu. Kita kan sudah saling mengenal sejak dulu.”

Sooyoung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Eng…tapi aku hanya berusaha untuk menghormatimu seperti yang lainnya.”

Yoongji mengangguk mengerti. “Ah…kau pasti kedinginan.” Yoonji melepas jasnya dan mengenakannya pada Sooyoung. “Kenapa di udara yang dingin kau diberi baju yang terbuka ?”

Sooyoung hanya diam tak dapat mengatakan apapun. Diam-diam ia mencuri pandang ke arah Cho Kyuhyun. Namun yang ia lihat hanyalah punggung Kyuhyun yang mulai berjalan menjauh. Sooyoung yakin, Kyuhyun telah melihat semuanya. Sooyoung hanya mampu menghela nafas beratnya.

.

Hari sudah gelap, saatnya untuk kembali ke dorm karena syuting hari ini sudah selesai. Sooyoung menghentikan kegiatannya yang sedang membereskan barang-barangnya dan menatap kesekeliling ruangan. Sepi. Hanya ada dia seorang diri disini. Ia menatap ke salah satu sudut ruangan yang sudah bersih, tempat dimana Kyuhyun biasanya meletakkan barang-barangnya. Apa Kyuhyun sudah pergi ?

Ceklek!

Sooyoung melihat siapa yang datang. Ternyata Lee Yoonji. Namja itu menutup pintunya lalu mendekati Sooyoung.

“Sudah mau pulang ?”

Sooyoung mengangguk lalu melanjutkan kegiatannya. “Syuting sudah selesai.”

“Tapi…masih jam 10 malam. Kau tidak ada kegiatan ‘kan setelah ini ?”

Sooyoung mencoba mengingat-ingat. “Sepertinya tidak. Memangnya kenapa ?” Sooyoung sudah mulai bisa bersikap tidak terlalu formal pada Yoonji karena permintaan namja itu.

“Hm…bisakah kita pergi makan malam ?”

“Makan malam di jam 10 ? Kau ingin berat badan ku bertambah ‘Huh ?” Sooyoung meyambar tas punggungnya lalu mengenakannya.

Yoonji terkekeh. “Baiklah. Bagaimana kalau sekedar minum kopi ? Aku ingin mengobrol denganmu setelah lama kita tidak bertemu.”

Sooyoung berfikir sejenak. Jam 10 malam seharusnya tidak akan ada wartawan. Apa sebaiknya ia menolak dan mengajak Kyuhyun pergi saja ? Karena sepertinya namja itu marah pada Sooyoung.

Tapi tiba-tiba Yoonji menarik tangan Sooyoung. “Diam berarti setuju.”

“Dari mana kau belajar hal itu.”

“Sudahlah. Ayo kita pergi.” Yoonji kembali menarik tangan Sooyoung.

“Yaa!”

Yoonji terus menarik tangan Sooyoung hingga mereka keluar dari gedung. Yoonji tidak mengkhawatirkan tatapan aneh dan heran dari beberapa kru yang masih tersisa di lokasi. Berbeda dengan Sooyoung yang takut berita buruk akan terjadi.

Sesampainya di luar, Yoonji baru melepaskan tangan Sooyoung saat mereka sampai di depan mobil Yoonji. Yoonji membukakan pintu mobil untuk Sooyoung. Namun Sooyoung malah terdiam.

“Tunggu apa lagi ? Ayo masuk! Diluar dingin.”

Sooyoung dengan sedikit ragu masuk ke dalam mobil Yoonji. Yoonji pun juga masuk dan mengambil duduk di balik kemudi. Mobil merah itu pun mulai melaju meninggalkan lokasi syuting.

Tanpa mereka sadari, Kyuhyun sedari tadi memperhatikan keduanya dari kejauhan. Tangannya mengepal erat melihat gadisnya dibawa pergi namja lain.

Ponselnya tiba-tiba bergetar, tanpa melihat layar ponselnya Kyuhyyn sudah tahu siapa yang menelfon.

“Manager Hyung, kau pergi saja dulu. Aku ada urusan mendadak yang harus aku selesaikan.”

Detik itu juga Kyuhyun memberhentikan taxi dan mengikuti jejak Sooyoung dan Yoonji.

.

Kyuhyun terlihat seperti seorang penguntit sekarang. Ia menarik resleting saketnya hingga sebatas leher lalu tudung jaketnya ia naikan menutupi kepalanya. Belum lagi masker yang ia kenakan. Kyuhyun tak perduli dengan komentar pelayan yang menyuruhnya melepas jaket dan maskernya ketika di dalam cafe. Kyuhyun lebih memfokuskan pendengarnya pada Sooyoung dan Yoonji yang duduk di belakangnya. Apalagi Lee Yoonji itu duduk tepat di belakang kursi Kyuhyun.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Apa kabarmu ?” Terdengar Yoonji membuka pembicaraan.

“Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat.”

“Semakin lama, kau semakin cantik saja.”

Mata Kyuhyun berkilat marah mendengar pujian itu. Belum lagi suara Sooyoung yang tertawa dengan malu-malu. Apa gadisnya sedang tersipu sekarang ?.

Kyuhyun mengangkat tangannya lalu meletakan kebelakang kepalanya. Ia sengaja menyenggolkan tanganya pada kepala Yoonji di belakangnya dengan sedikit keras. Yoonji sedikit mengadu kesakitan dan berbalik menghadap Kyuhyun sesaat. Namun Kyuhyun memilih diam saja. Yoonji yang tak perduli kembali tersenyum manis pada Sooyoung.

“Aku sempat mendengar bahwa kau akan menjadi penyanyi. Tapi aku tak menyangka kau berakting sekarang.”

“Tak hanya menyanyi, artis dari agensiku kebanyakan mengambil semua tawaran yang diberikan.” Sooyoung mengaduk secangkir kopinya lalu menyesapnya perlahan. “Aku juga tak meyangka kau menjadi seorang produser sekarang. Padahal begitu lulus, kau mengatakan padaku ingin menjadi pencipta lagu.”

“Ya itu benar…aku masih sering mendapatkan tawaran itu.” Jawab Yoonji. “Apa kau juga ingin aku buatkan lagu ?”

Lagi-lagi mata Kyuhyun berkilat marah. Kenapa laki-laki ini suka sekali menggoda Sooyoung ?

“Tentu saja!” jawab Sooyoung dengan senang. “Semua penyanyi ingin memiliki lagu yang ia nyanyikan sendiri.”

Jawaban itu benar-benar membuat Kyuhyun terkejut. Bisa-bisanya Sooyoung termakan omongan orang itu.

“Tapi aku lebih suka jika kau ajari aku untuk menciptakan lagu.” lanjut Sooyoung.

Yoonji tertawa senang. “Baiklah. Lain kali aku akan mengajarimu. Oh ya, Ku dengar kau bisa memainkan biola ?”

Sooyoung tertawa dengan malu. “Tidak juga. Aku baru saja belajar pada seorang sunbae.”

“Sunbae ?”

“Hm, Henry Oppa. Dia adalah namja dari canada yang bisa bahasa china. Aku banyak belajar darinya.”

Apa-apaan ini ? Kenapa Sooyoung jadi mengagung-agungkan Henry? Kyuhyun jadi tambah kesal saat Sooyoung justru tertawa lepas mendengar berbagai cerita lucu dari Yoonji. Karena tak tahan Kyuhyun pun memilih pergi dari tempat itu tanpa memesan apapun. Masa bodoh dengan Choi Sooyoung. Lain kali, akan aku beri dia pelajaran.

.

Dddrrttt… Ddrrtt…

Kyuhyun terus memperhatikan ponselnya yang sedang bergetar pertanda ada panggilan masuk. Tapi kenapa dia hanya diam saja dan tak meraih ponselnya lalu menerima panggilan itu ? Kyuhyun menghela nafas lalu meletakan kepalanya begitu saja di atas meja makan. Kyuhyun bahkan tidak menghiraukan jika ada Donghae yang memasuki dapur.

Donghae berjalan untuk mengambil minum di dalam kulkas dengan tatapan heran yang tak terlepas pada Kyuhyun. Ia juga mengambil gelas.

“Kyu, kau kenapa ?” Tanya Donghae sambil mengambil tempat duduk di samping Kyuhyun. Karena tak mendapatkan jawaban ia hanya mengangkat bahunya dan menuangkan air ke gelas.

“Ada panggilan masuk di ponselmu.” gumam Donghae saat tidak sengaja menlihat ponsel Kyuhyun yang bergetar. Karena penasaran ia sedikit mengintip ke ponsel Kyuhyun lalu menelan air yang ada di mulutnya dengan cepat begitu mengetahui siapa yang menghubungi Kyuhyun.

“Itu dari Choi Sooyoung. Kenapa tidak diangkat ?”

Diam. Lagi-lagi tak ada jawaban dari Kyuhyun. Hingga ponsel itu berhenti bergetar.

“Kau bertengkar dengannya ?” simpul Donghae. Ia manggut-manggut sendiri meski tak ada jawaban apapun dari Kyuhyun.

“Kalian ‘kan masih pasangan baru, memang tidak akan bisa terhindar dari pertengkaran. Tapi menurutku berdiam diri seperti ini tidak baik. Sebaiknya kau katakan mengapa kau marah, dan tanyakan padanya kenapa dia membuatmu marah. Kalau diam seperti ini, dia tidak akan tahu dan masalah tidak akan selesai.” ceramah Donghae.

Merasa nasihat itu sangat tepat untunya, Kyuhyun pun mengangkat kepala dan menatap Donghae.

Donghae menepuk pundak Kyuhyun. “Cepat hubungi dia sebelum semuanya semakin runyam.” dan setelah mengatakan itu Donghae mengembalikan botol minum ke dalam kulkas lalu melangkah pergi.

Setelah berfikir sejenak Kyuhyun pun memilih menuruti nasihat Donghae dengan kembali menghubungi Sooyoung.

“Yeobosaeyo.”

“Kyuhyun Oppa. Kenapa tak menjawab panggilanku sebelummya ?”

“Maaf, aku baru saja bangun. Ada apa menelfonku ?”

“Kemarin kau pulang dari lokasi lebih dulu. Dan sekarang kau baru bangun tidur. Apa kau sakit ? Kau baik-baik saja kan ?”

Kyuhyun tertegun saat Sooyoung masih sempat mengkhawatirkannya. “Yaa… Hanya sedikit lelah. Aku baik-baik saja.”

“Pagi ini sebelum datang ke lokasi aku akan mampir ke dormmu yaa.”

Kyuhyun terkejut. “Untuk apa ?”

“Aku membawa beberapa makanan. Pagi tagi ibu Taeyeon membawa banyak sekali makanan, masih tersisa banyak disini jadi aku akan membawakan ke dormmu. Apalagi ada Shindong oppa dan Eunhyuk oppa, makanan sebanyak ini pasti akan habis.”

Kyuhyun sedikit tertawa mendengarnya.

“Kalian belum sarapan ‘kan ? Ini masih terlalu pagi untuk ahjumma datang dan memasak makanan bukan ?” lanjut Sooyoung.

“Ya kau benar. Kau akan datang sendirian ?”

“Tidak. Aku akan datang bersama Yoona, Taeyeon, dan Sunny.”

“Baguslah kau tidak datang sendirian. Kau tahu ? Meski mereka tahu kau adalah yeojachingu ku, mereka masih tak segan-segan menggodamu.”

Terdengar Sooyoung tertawa. “Mana boleh kau cemburu pada Hyung mu sendiri.”

“Kau sendiri tahu kan kalau aku ini sangat pencemburu.”

“Ya ya ya aku tahu.” Jawab Sooyoung. “Jagi-ya, kau tidak marah kan ?”

Kyuhyun awalnya ingin tertawa mendengar panggilan Sooyoung untuknya, namun ia terdiam karena pertanyaan Sooyoung. Apa ia menyadari kesalahannya ?

“Tidak. Aku tidak marah.”

Sooyoung menghela nafas lega. “Baiklah kalau begitu. Aku akan siap-siap dulu. Aku tutup telfonya. Saranghae.”

Pip

Telfon tertutup sebelum Kyuhyun sempat membalas ungkapan cinta Sooyoung. Dia malah terdiam, bingung dengan dirinya sendiri. Bukankah tadi ia sedang marah ? Namun mengatakan bahwa dia marah saja Kyuhyun merasa tak sanggup.

.

Ting tong

Heechul yang sedang bersama Heebum sontak menoleh ke arah pintu dan Kangin yang duduk di sampingnya secara bergantian. “Siapa yang datang pagi-pagi begini ?”

Kangin menaikan bahunya tak peduli. Dia masih fokus pada layar TV. “Tidak tahu. Kau buka saja.”

Tiba-tiba sebuah bantal sofa mendarat mulus di kepala Kangin. Heechul lah pelakunya. “Ya! Berani-beraninya kau menyuruh Hyungmu!”

“Aish…hyung. Ini hanya masalah membuka pintu. Jangan dibesar-besarkan.”

“Tidak mau! Kau saja yang buka pintunya!”

Ting tong!

“Aku malas, Hyung saja yang buka.”

Ting tong!

“Ya! Cepat buka! Suara belnya benar-benar berisik.”

“Pokoknya tidak mau!”

“Ya! Kalian ini malah ribut hanya gara-gara soal membuka pintu.” Leeteuk datang dan mengalah untuk membukakan pintu.

“Woah, kalian datang!” Leeteuk pun tersenyum cerah melihat wanita cantik pagi-pagi sudah datang ke dormnya.

“Oppa! Kenapa buka pintunya lama sekali ? Kau tahu, ini benar-benar berat.” Keluh Taeyeon yang merasa kepayahan membawa box makanan yang begitu besar.

Melihat hal itu Leeteuk segera membantu. “Ah, maaf. Kalau begitu kalian cepat masuk.”

Leeteuk masuk ke dalam dormnya diikuti dengan keempat tamunya. Melihat wanita-wanita cantik itu membawa begitu banyak barang, Kangin dan Heechul yang kebetulan ada di ruang tamu langsung beranjak dan membantu.

“Ya ampun ini begitu berat. Apa yang kalian bawa ?” gerutu Heechul.

“Ini makanan untuk sarapan kalian. Makanan ini dari Ibu Taeyeon Eonnie.” jawab Sunny.

Mereka terus berjalan menuju ruang makan dan meletakannya disana. “Woah, kalian membawanya ke tempat yang tepat.” seru Kengin dan disambut tawa dengan yang lainnya.

“Aku akan keatas dan memanggil yang lainnya.” lanjut Kangin.

“Terima kasih, kalian begitu baik dengan membawakan kami makanan.” Kata Leeteuk.

“Tidak apa-apa Oppa. Kami senang bisa makan bersama kalian.” Jawab Taeyeon sementara Sunny dan Yoona menatapnya dengan jengah. Leadernya itu pandai sekali berkata-kata.

Sementara Sooyoung, ia sibuk mengengok ke kiri dan ke kanan. “Kau mencari magnae ?” sahut Heechul yang melihat gelagat Sooyoung.

Sooyoung menggaruk pepalanya yang tidak gatal dan mengangguk malu-malu karena sudah ketahuan. Leeteuk dan Taeyeon menggelengkan kepala tak menyangka jika salah satu dongsaeng mereka sedang dilanda asmara.

“Dia ada di dalam kamarnya, temui dia.” kata Leeteuk.

Sooyoung pun dengan langkah sedikit terburu-buru berjalan menuju kamar Kyuhyun. Tak perlu repot-repot menunjukan yang mana kamar Kyuhyun. Dia sudah tahu itu.

“Dasar…magnae itu sudah ada gadis yang mencarinya pagi-pagi begini.” gumam Heechul.

“Kau juga menginginkan hal yang sama, Heechul-ah ?” tanya Leeteuk.

“Tentu saja. Namja mana yang tidak mau punya Yeojachingu ?”

Taeyeon tertawa. “Sudah lah. Sekarang kami datang untuk mengunjungi kalian. Bukankah itu sama saja ?” kata Taeyeon sambil mulai mengeluarkan makanannya.

“Hei…Kim Taeyeon. Kau fikir aku tidak tahu ? Kau kesini hanya untuk menemui Teuki hyung.” ketus Heechul.

“Yah! Itu benar sekali.” Seru Yoona dan Sunny hampir bersamaan.

“Hei hei hentikan. Lebih baik kalian bantu kami menata manakannya.” Kata Leeteuk yang merasa mati kutu.

Sooyoung sudah sampai di depan pintu kamar Kyuhyun. Ia diam sesaat dan meyakinkan diri sebelum mengetuk pintu. Tapi belum sempat Sooyoung mengetuk pintu, ia sudah dikejutkan dengan Sungmin yang tiba-tiba membuka pintunya.

“Oh, Choi Sooyoung. Kau datang kemari.” kata Sungmin dengan wajah terkejutnya. “Ah, kau pasti mencari Cho Kyuhyun ‘kan ?”

Lagi-lagi Sooyoung hanya dapat mengangguk malu.

“Masuklah. Dia di dalam.”

Setelah pekergian Sungmin, Sooyoung pun memasuki kamar Kyuhyun. Ia mengarahkan pandangannya melihat kamar Kyuhyun yang terkesan rapi. Ia yakin Sungmin yang melakukannya. Mana mau Kyuhyun membereskan semuanya. Tapi… Dimana Kyuhyun ? Kamar ini sepi…tak ada siapapun sini.

Baru saja Sooyoung hendak keluar dari kamar Kyuhyun untuk menanyakan dimana sebenarnya magnae mereka berada, namun ia mendengar ada suara gemericik air dari arah kamar mandi. Seketika otaknya mencerna situasi yang ada.

“Sungmin hyung! Tolong ambilkan handukku.”

Deg!

Handuk ? Kyuhyun sedang mandi ? Oh tidak! Situasi macam apa ini ?

Wajah Sooyoung memerah menyadari situasi yang ada. Tidak seharusnya ia di kamar seorang namja seperti ini. Haruskah ia keluar ? Atau ia ambilkan handuk Kyuhyun ?

“Hyung cepatlah! Kau ingin aku keluar dengan telanjang, eoh ?”

Sooyoung semakin gelagapan mendengar kata-kata itu. Ia segera mancari handuk Kyuhyun di lemari. Oh ada banyak handuk disana. Yang mana yang Kyuhyun mau ?

“Hyung!”

Sooyoung segera mengambil satu dan mengetuk pintu kamar mandi itu.

Ceklek!

Pintu terbuka dan tangan basah Kyuhyun terjulur keluar. Sooyoung sedikit tertegun lalu mengulurkan handuknya. Namun ia sangat terkejut saat Kyuhyun justru menarik tanganya masuk ke dalam kamar mandi.

BRAK!!

Suara pintu kamar mandi yang ditutup dengan keras itu terdengar sampai ke dapur dan mengagetkan semua orang yang ada di sana.

“Apa yang dilakukan Kyuhyun dan Sooyoung ?” tanya Ryeowook yang sudah ikut berkumpul di ruang makan.

“Sepertinya ia sedang bermain dengan Sooyoung. ” kata Eunhyuk dengan senyumannya yang aneh.

“Bermain ?” semuanya memandang Eunhyuk tak mengerti.

Sementara di dalam kamar mandi, Sooyoung membelalakan matanya saat melihat Kyuhyun yang hanya mengenakan celana tiga perempatnya dan bertelanjang dada. Sooyoung merasa takjub melihat tubuh Kyuhyun yang cukup berbentuk walau tak sebagus tubuh Siwon. Tak ada luka bekas jahitan lagi di kulit putihnya seperti yang selama ini ia katakan pada media. Ya…itu sudah beberapa tahun yang lalu, luka itu pasti sudah hilang. Dan lagi, rambut basah Kyuhyun. Oh, Sooyoung ingin pingsan sekarang.

“Berani sekali kau…masuk ke kamar namja seorang diri.” kata Kyuhyun dengan seringai nakalnya.

“A-apa yang akan kau lakukan ?” Sooyoung merasa gugup. Udara menjadi panas sekarang.

“Merurutmu…apa yang akan seorang namja lakukan pada gadis yang menyusup ke dalam kamarnya ?” Kyuhyun semakin mengeratkan genggamanya pada tangan Sooyoung dan lebih mendekatkan tubuh gadis itu padanya.

“A-aku tidak tahu.”

“Aku…akan memberimu hukuman yang menyenangkan.” bisik Kyuhyun dengan suara beratnya dan membuat Sooyoung merinding.

Kyuhyun menarik tubuh Sooyoung dan hendak mencium leher gadis itu, namun…

“Tidak!”

Sooyoung berhasil meloloskan diri dan keluar dari kamar mandi. Tapi sebelum Sooyoung berhasil meraih ganggang pintu kamar, Kyuhyun berhasil menariknya.

“Kyaaaa!!”

Kyuhyun dan Sooyoung berhasil mendarat di atas kasur Kyuhyun dengan Sooyoung yang berada di bawahnya. Jantung keduanya berdetak semakin cepat dengan posisi seperti ini. Kyuhyun terdiam memperhatikan wajah cantik Sooyoung sedekat ini. Perlahan ia mengusap lembut wajah Sooyoung.

“Kenapa kau terlihat gugup begitu ? Bukankah ini yang diinginkan semua wanita ?” gumam Kyuhyun.

“A-apa maksudmu ?”

Kyuhyun berniat kembali mencium Sooyoung namun yeoja itu menutup matanya dengan cepat. Kyuhyun pun mengurungkan niatnya dan terkekeh lalu beranjak dari atas Sooyoung. Kyuhyun tak dapat menghentikan tawanya.

Mendengar suara tawa Kyuhyun, Sooyoung pun membuka matanya dan menyadari bahwa Kyuhyun mempermainkannya. “Ya! Kau mempermainkanku ?!”

Kyuhyun tetap tertawa. “Kau fikir apa yang akan aku lakukan padamu ? Hahaha seharusnya kau melihat bagaimana wajahmu tadi.”

“Ya! Kau ini!” Sooyoung memukul bahu Kyuhyun dengan keras.

“Hahaha…berikan handukku!”

Sooyoung melemparkam handuk Kyuhyun dengan kesal tepat mengenai wajahnya. Bukannya kesal, Kyuhyun justru tertawa semakin keras. Dengan langkah kesal Sooyoung keluar dari kamar Kyuhyun.

.

Sooyoung memasuki dapur lalu duduk di salah satu kursi dengan kesal. Dia mengambil segelas air minum lalu meneguknya dengan cepat.

“Sooyoung-ah, ada apa denganmu ? Wajahmu merah sekali.” tanya Sunny dan tak mendapat jawaban dari Sooyoung.

Eunhyuk berceletuk, “apa kubilang…mereka baru saja bermain ‘kan ?”

“Uhuk..” spontan Sooyoung tersedak dan terbatuk-batuk karena terkejut. “Ya! Eunhyuk oppa! Apa maksudmu ?”

“Apa yang sedang kalian bicarakan ?” tanya Kyuhyun yang baru saja datang dengan enteng. Seakan tak terjadi apa-apa. Ia lalu duduk di samping Sooyoung yang memang kosong.

“Kyu, kau dan Sooyoung tadi kenapa berisik sekali di dalam ?” tanya Sungmin.

Kyuhyun terkejut namun berusaha menyembunyikannya. “Tidak ada apa-apa.”

“Sudahlah, lebih baik kita makan saja. Mereka sudah susah-susah untuk membawakannya kemari. Jadi habiskanlah.” perintah Leeteuk. “Sooyoung-ah, kau makan yang banyak ya.”

“Leeteuk Oppa juga harus makan yang banyak.” Taeyeon menjumput daging lalu menyimpannya dalam mangkuk Leeteuk. “Aku tahu, menjadi leader itu tidak mudah dan melelahkan.”

Leeteuk tertawa senang. “Terima kasih, Taeyeon-ah. Kau juga makan yang banyak ya.” Leeteuk menjuput lebih banyak daging untuk Taeyeon.

“Oppa ingin tubuhku gemuk ya ?” candanya.

Kyuhyun dan Sooyoung yang duduk di hadapan Leeteuk dan Taeyeon sedikit jengah melihatnya. Lalu memulai menyantap makanannya. Tak lama terdengar sedikit kegaduhan dari sisi barat.

“Apa kau bisa memasak makanan ini ?” Tanya Siwon pada Yoona yang duduk di sampingnya.

“Tentu saja aku bisa. Apakah Siwon Oppa ingin aku masakan makanan seperti ini.”

“Benarkah ? Kalau boleh, aku ingin merasakan masakanmu suatu hari nanti.”

“Kau bisa datang ke dorm kami kapan saja.” kata Yoona dengan senyum manis. “Oh, yang ini juga enak sekali. Kau pasti belum pernah mencoba masakan ibu Taeyeon.” Yoona menjumpuk lauk dan diterima Siwon dengan senang hati. Lalu mencicipinya.

“Woah, ini lezat.”

Melihat keakraban mereka berempat membuat Kyuhyun dan Sooyoung jadi berfikir siapa yang sebenarnya memiliki status sebagai sepasang kekasih disini ?

.

Mobil fan milik Kyuhyun baru saja memasuki area rumah sakit yang kali ini digunakan sebagai lolasi syuting. Dari dalam mobil itu keluarlah Kyuhyun dan Sooyoung yang memang menumpang untuk berangkat bersama. Mereka lalu berjalan beriringan menuju ruangan yang sudah disiapkan.

“Hhh…kenapa dalam hidupku aku harus bertemu dengan rumah sakit lagi ?” gerutu Kyuhyun.

“Kali ini kita akan syuting adegan lanjutan dimana tokoh yang aku perankan mengalami kecelakaan.” jawab Sooyoung mengacuhkan Kyuhyun.

“Eh ? Kenapa baru dilanjutkan sekarang ?”

“Kau ini bagaimana ? Apa kau tidak membaca naskahnya dengan benar ? Sekarang baru tahu jika adegannya belum berlanjut.” kata Sooyoung. “Adegannya baru dilanjut karena kita baru mendapat izin untuk melakukan proses syuting di rumah sakit hari ini. Itu pun dengan waktu yang terbatas karena takut mengganggu kenyamanan pasien. Jadi mungkin hari ini kita akan melakukan beberapa adegan sekaligus.”

Kyuhyun hanya mengangguk mengerti. Baginya ia hanya perlu menurut, datang tepat waktu lalu berakting dengan baik.

Langkah kedua terhenti sebelum memasuki lobi rumah sakit. Disana mereka melihat Lee Yoonji datang menghampiri mereka. Kyuhyun dan Sooyoung pun memberi salam.

“Kalian datang bersama ?” tanya Yoonji yang lebih mengarah pada Sooyoung.

“Benar, kami berangkat bersama.” jawab Kyuhyun dengan cepat dan sedikit ketus sebelum Sooyoung sempat mengeluarkan suara.

“Sebelum datang kemari, kami ada beberapa urusan yang harus diselesaikam dengan pihak manajement. Lalu kami memutuskan berangkat bersama untuk menghemat waktu.” Jelas Sooyoung

Yoonji mengangguk paham. “Kyuhyun-ssi, lebih baik kau dan Sooyoung-ssi berjalan terpisah. Kau bisa melewati lorong lain untuk menuju ruang VIP.”

Kyuhyun dan Sooyoung mengerutkan dahi bingung.

“Mengapa kami tidak satang bersama saja ?” Tanya Kyuhyun terkesan tidak suka.

“Disini termasuk tempat umum. Aku hanya tidak mau ada scandal yang tidak enak di dengar terjadi pada kalian.”

Kyuhyun memicingkan matanya. “Scandal ?” gumamnya.

Sooyoung melihat Kyuhyun yang seperti tidak menyukai Yoonji itu berusaha mencegah pertengkaran. Ia tahu Kyuhyun adalah tipe orang yang pencemburu.

“Sepertinya…kata Produser Lee itu benar. Kyuhyun oppa kita berpisah saja sampai disini.” kata Sooyoung.

“Apa ?”

“Kau dan Produser Lee lewat lorong utama saja. Sedangkan aku dan manajerku akan melewati lorong lain.”

“Tidak. Aku akan pergi denganmu Sooyoung-ah. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan.” sahut Yoonji.

Belum sempat Sooyoung menjawab, Yoonji sudah menariknya begitu saja.

.

Selama perjalanan ke ruang VIP, Sooyoung sengaja menelfon seseorang untuk menghindari pembicaraan dengan Yoonji. Ia masih tak habis fikir kenapa Yoonji terkesan berusaha mendekatinya.

Sooyoung melihat Kyuhyun sudah yang duduk di depan ruang VIP di ujung lorong. “Kyuhyun Oppa!”

Kyuhyun pun menoleh dan tersenyum lalu beranjak dari duduknya lalu menghampiri Sooyoung. Sooyoung juga mempercepat langkahnya dan meninggalkan Yoonji dibelakangnya.

Namun tanpa Sooyoung sadari tiba-tiba ada seorang pasien dengan kursi roda yang muncul dari tikungan kanan dan hampir menabrak Sooyoung.

“Sooyoung-ah!” Seru Yoonji sambil menarik tangan Sooyoung hingga yeoja itu jatuh ke dalam pelukannya.

Waktu terasa berhenti. Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap adegan itu dengan hati yang membara. Tanpa sadar Kyuhyun sudah mengepalkan tanganya kuat-kuat menahan amarah.

Sementara Sooyoung merasakan jantungnya berdetak cepat. Ia juga bisa mendengar detak jantung Yoonji dengan posisi seperti ini. Namun Sooyoung segera tersadar dan melepaskan pelukannya. Ia merasa suasana menjadi sedikit canggung.

Suster yang mendorong kursi roda pasien itu segera meminta maaf. Sooyoung juga tersenyum dan mengatakan bahwa ia baik-baik saja. Suster itu pun melanjutkan perjalanannya. Tapi senyum Sooyoung memudar saat melihat Kyuhyun tak lagi ada di hadapannya. Sooyoung langsung melangkahkan kakinya menuju ruang VIP untuk mencari Kyuhyun dan mengabaikan Yoonji yang memanggilnya.

Namun tubuh Sooyoung terasa lemas saat tak menemukan sosok Kyuhyun dalam ruangan itu.

Dimana dia ?

.
.

Haii…i’m back ^^
Saya mohon maaf karena update lama banget. Ceritanya juga makin amburadul. Semoga kalian nggak kecewa sama kelanjutannya.

Terima kasih untuk semuanya yang masih setia menunggu kelanjutan ff ini. Saya juga sangat berterima kasih sama komentar dan dukungan kalian semua ^^

Komentar dan dukungan kalian berpengaruh juga buat update selanjutnya ^^

Tetap berikan dukungan dan komentar kalian yaa
Kamsahamnida

Advertisements

9 thoughts on “[Series] Queen Of My Heart part. 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s