[Series] Queen Of My Heart Part. 7

image

By ShikshinGamer

Sirine ambulance itu menggema di seluruh jalanan kota Seoul. Mobil itu melaju dengan cepat karena seseorang yang ada di dalam mobil itu bisa sedang dikerjar kematian.

Kyuhyun yang berada di dalam mobil ambulance terus mengenggam tangan Sooyoung yang sedang berjuang mempertahankan hidupnya sambil memanjatkan doa untuk orang yang terluka di hadapannya. Petugas rumah sakit itu melakukan pertolongan pertama di tengah guncangan ambulance karena berjalan dengan begitu cepat. Sedangkan manager Sooyoung terlihat sedang menghubungi seseorang entah siapa itu, Kyuhyun tidak mau tahu.

Begitu sampai di halaman rumah sakit, para perawat sudah siap ditempatnya sambil membawa ranjang dorong. Sooyoung segera dipindahkan ke ranjang tersebut lalu digiring menuju ruang UGD.

Kyuhyun dan manager Sooyoung harus menunggu di luar ruangan selama proses pengobatan berlangsung.

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kasar dan bersandar pada tembok sambil menghembuskan nafasnya keras. Manager Sooyoung dapat melihat bahwa Kyuhyun begitu khawatir.

“Bagaimana bisa ini terjadi ?” manager Sooyoung mengambil tempat duduk di ruang UGD.

Kyuhyun yang awalnya menatap langit-langit kini menatap sang manager. “Entahlah, ini terjadi begitu cepat.”

Manager Sooyoung menghela nafas kasar, ia tak kalah khawatirnya dengan Kyuhyun. “Duduklah, Kyuhyun-ssi. Aku yakin kau juga lelah.” Namun ajakan tu tak dihiraukan oleh Kyuhyun. Hingga manager Sooyoung terpaksa menarik Kyuhyun untuk duduk di sampinya. Ia lihat Kyuhyun hanya terus menghadap kedepan dengan tatapan kosong. Ia jadi khawatir dengan Kyuhyun juga. Namun ia memilih diam.

Suasana sunyi itu kembali terasa. Baik Kyuhyun maupun manager Sooyoung, tak ada yang mampu bicara untuk mencairkan suasana. Kyuhyun sendiri masih sangat terkejut. Ia benar-benar masih tak menyangka hal ini bisa terjadi, kejadiannya begitu cepat. Pikiran-pikiran buruk terus saja membayangi Kyuhyun. Perlahan namja itu melihat kedua tanganya yang penuh dengan bekas darah Sooyoung. Rasa khawatir semakin menyelimutinya.

Tap! tap! tap!

Manajer Sooyoung dan Kyuhyun bersama-sama menatap ke sumber suara. Terlihat Taeyeon, Tiffany dan Soongmi berlari beriringan menuju tempat Kyuhyun dan Manager Sooyoung berada. Terlihat jelas raut ke khawatiran dari mereka.

“Bagaimana keadaan Sooyoung ?” tanya Taeyeon yang lebih dulu sampai.

“Dokter masih mengobatinya.” jawab singkat manajer Sooyoung.

“Bagaiamana bisa hal ini terjadi ?” Tanya Tiffany kemudian. Namun tak ada seorangpun yang sanggup menjawabnya. Tiffany pun enggan menanyakannya lagi.

“Kyuhyun-ssi…tanganmu…” Soongmi terlihat shok begitu secara tidak sengaja melihat tangan Kyuhyun yang penuh dengan bercak darah yang sudah mulai mengering.

Taeyeon dan Tiffany tak kalah terkejutnya. “Da-darah…”

Kyuhyun pun tersadar dan kembali melihat kedua tangannya. “Eng…sebaiknya…aku membersihkan diriku terlebih dahulu.”

Saat Kyuhyun berdiri dari duduknya dan hendak menuju ke kamar mandi, tiba-tiba pintu ruang pengobatan Sooyoung terbuka dengan begitu keras.

“Dokter ?!” hampir semua menyerukan kata tersebut.

“Apakah dari kalian ada yang bergolongan darah O ?! Pasein butuh transufi darah sekarang!”

Butuh waktu beberapa detik bagi mereka untuk mengatasi keterkejutannya. Perkataan dokter mengisyaratkan bahwa kondisi Sooyoung cukup serius.

“A-aku! Aku bergolongan darah O!” Seru Taeyeon.

“Kalau begitu silahkan masuk! Kita akan melakukan pemeriksaan sebelum transfusi dilakukan.” Seru dokter itu lagi.

“B-baik.” Taeyeon yang masih terkejut berjalan sedikit kaku menuju ruang pengobatan Sooyoung.

Beberapa saat setelah masuknya Taeyeon, Kyuhyun segera melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi.

.

Kyuhyun memasuki kamar mandi dengan langkah lesu. Ia bersyukur hanya ada dirinya seorang di kamar mandi ini. Ia berjalan ke wastafel dan membasuh tanganya dengan pelan. Selama membasuh tanganya, Kyuhyun kembali mengingat tentang apa yang sedang terjadi.

Ceklek!

“Kyu! Kau baik-baik saja ?” Seru Manager Kyuhyun yang baru saja memasuki kamar mandi pria. Ia segera menghampiri Kyuhyun yang masih membasuh tanganya. Terlihat jelas bahwa ia juga khawatir.

“Aku baik-baik saja, Hyung…”

Manager Kyuhyun bisa sedikit bernafas lega. “Bagaimana keadaan Choi Sooyoung ?”

Kyuhyun menggeleng dengan lesu. “Aku tak tahu, Hyung.”

“Hhh~ kau pasti sangat terkejut,” namja itu menepuk pundak Kyuhyun untuk memberikan kekuatan, “Kaja, kita kembali ke ruangan Sooyoung-ssi.”

Kyuhyun berjalan dengan lesu ditemani dengan manager Hyung di sebelahnya. Ia melihat masih ada manager Sooyoung, Titfany, dan Soongmi yang ada di depan ruang pengobatan Sooyoung. Tak lama kemudian ia melihat Taeyeon keluar dari ruangan itu dengan plester yang menempel di lengan kirinya. Begitu keluar dari ruangan itu, Taeyeon segera memeluk Tiffany.

“Apa yang terjadi ?”, tanya Tiffany pada Taeyeon yang tetap menangis di pelukannya.

“Aku…aku milihat banyak darah…Sooyoung…” jawab Taeyeon tak jelas. Tiffany pun mengerti dan mencoba menenangkan Taeyeon.

Soongmi pun juga turut khawatir. Ia menatap kedatangan Kyuhyun yang lesu. Kyuhyun juga pasti shok begitu melihat banyak darah yang keluar dari kepala Sooyoung. “Kyuhyun oppa…”

Semua pandangan termasuk Taeyeon yang sudah tenang pun tertuju pada kedatangan Kyuhyun dan managernya. Manager Kyuhyun pun memberi salam hormat pada semuanya.

“Mianhae…” itulah satu kata yang Kyuhyun sampaikan begitu tiba di depan ruang perawatan Sooyoung. Ia menundukkan kepalanya dalam. “Aku…tidak bisa menjaganya. Aku membiarkan hal ini terjadi. Aku benar-benar minta maaf.”

“Kyuhyun oppa…” Taeyeon berjalan mendekati Kyuhyun. “Ini sama sekali bukan salahmu. Aku yakin diantara kami…kau lah yang paling merasa khawatir dan terkejut. Karena kau menyaksikan secara langsung kejadian ini.”

“Tidak…ini memang salahku. Ini terjadi karena diriku.” elak Kyuhyun.

“Tidak, Cho Kyuhyun. Ini…”

“Kau tidak mengerti Taeyeon-ah!” ucap Kyuhyun sedikit keras. Membuat semuanya terdiam.

“A-apa maksudmu ?”

Tepat seusai pertanyaan dari Taeyeon itu terlontar, pintu ruang perawatan Sooyoung terbuka namun tidak sekeras sebelumnya. Dokter keluar sambil melepas masker dan mengusap peluhnya.

“Bagaimana keadaanya ?” tanya Kyuhyun mewakili semuanya.

“Sebenarnya ini tidak sangat serius, namun pecahan kaca yang banyak cukup memakan waktu untuk kami mengobatinya. Tapi kondisinya melemah karena dia dalam keadaan yang kurang baik. Aku duga dia kelelahan. Mungkin jika kecelakaan ini tidak terjadi, dia akan tetap di rawat di rumah sakit karena kelelahan. Aku juga menemukan adanya kandungan alkohol di dalam tubuhnya. Dan ini akan sedikit menghambat pemulihanya. Tapi keadanya sekarang sudah lebih baik.”

Penjelasan dokter membuat semuanya dapat sedikit bernafas lega walau mereka tahu keadaan Sooyoung belum sepenuhnya baik.

“Joesonghamnida, uisa-nim. Saya manager pasien. Bisakah saya meminta waktu anda sebentar ? Ada hal yang ingin saya bicarakan.” pinta manager Sooyoung.

“Baiklah, silahkan ke ruangan saya.”

“Oppa, aku ikut denganmu!” pinta Taeyeon.

Manager pun mengangguk dan mereka berjalan menuju ruangan dokter.

.

Ceklek!

Kyuhyun membuka pintu ruang rawat Sooyoung dengan pelan. Ia dapat melihat seorang yeoja cantik yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya. Alat penanda detak jantung seolah mengiringi langkah Kyuhyun menghampiri ranjang Sooyoung. Ia mengambil tempat duduk di sebelah ranjang Sooyoung dengan pelan. Sebisa mungkin tidak menimbulkan suara yang bisa mengganggu istirahatnya.

“Hai Choi Sooyoung…bagaimana keadaanmu ?” bisik Kyuhyun yang sudah pasti tak mendapat balasan dari Sooyoung.

“Kau memang sangat cantik jika tertidur. Tapi aku tak suka melihatmu tidur dalam keadaan seperti ini.” Kyuhyun melihat perban yang membalut luka Sooyoung dan tangan dengan jari-jari lentik yang tertancap jarum infuse. Kyuhyun tak suka melihatnya.

“Bagunlah, Choi Sooyoung! Aku sangat mencintaimu!…kau harus tahu hal itu.”

Kyuhyun meraih tangan Sooyoung yang terbebas dari jarum infuse dan menciumnya dengan lembut. Kyuhyun merasa benar-benar gagal menjaga Sooyoung.

Pintu kamar terbuka dan menampakkan Tiffany yang mulai memasuki ruangan. Kyuhyun segera bangkit dari duduknya begitu melihat Tiffany.

“Bagaimana keadaannya, Kyuhyun oppa ?” Tiffany tampak berbasa-basi.

“Ya…seperti yang kau lihat ini,” Kyuhyun menatap Sooyoung sejenak, “dia masih suka tidur.”

Kyuhyun mencoba mencairkan suasana. Namun melihat senyum tipis Tiffany, Kyuhyun sadar ia telah gagal menghangatkan suasana.

“Eng…sebaiknya…aku segera pergi dati sini.” kata Kyuhyun.

“Eoh ? Waeyo ?”

“Sebentar lagi member yang lain pasti akan datang melihat keadaan Sooyoung. Sebaiknya…aku memberi kesempatan untuk kalian bersama Sooyoung.”

Tiffany tersenyum melihat Kyuhyun yang begitu pengertian. “Terima kasih. Kyuhyun oppa sudah mengantar Sooyoung kemari sehingga dia bisa mendapatkan pengobatan dengan cepat.”

“Kau tidak perlu khawatir. Choi Sooyoung adalah yeoja yang kuat. Ia akan baik-baik saja.”

“Aku tahu itu. Ini bukan pertama kalinya Sooyoung mengalami insiden.”

Kyuhyun terkekeh pelan. Ia mengalihkan pandangannya pada Sooyoung. “Dasar gadis nakal. Kau suka sekali membuat orang lain khawatir.”

“Maaf Kyuhyun oppa. Aku harus menemui Taeyeon eonnie dan menanyakan apakah ia sudah menghubungi keluarga Sooyoung atau belum.”

“Ah, baiklah. Aku juga akan segera pergi.”

Setelah berpamitan baik pada Tiffany maupun Sooyoung. Kyuhyun segera melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit. Namun di sebuah lorong, langkahnya terhenti karena ia melihat Yoona yang berjalan cepat kearahnya.

“Kyuhyun Oppa!” serunya saat sampai di depan Kyuhyun. Ia mengatur nafasnya sejenak sebelum mulai berbicara.

“Ada apa ?”

“Diluar banyak sekali wartawan. Sebaiknya…kau keluar menggunakan pintu lain.” jelas Yoona. “Aku juga sempat melihat reporter Hwang sedang bertugas.”

Kyuhyun mengangguk paham. “Ya…bagaimana pun juga ia adalah seorang reporter. Ia harus tetap bekerja.”

“Apa kau akan pergi ?”

Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Yoona menghela nafas sebentar.

“Aku tahu…kau pasti merasa bersalah…”

Kyuhyun yang awalnya menatap lantai rumah sakit kini menatap Yoona dengan intens.

“Tapi ini bukan kesalahanmu…kau bahkan sudah menjaganya dengan baik.”

Kau tidak mengerti…

.

Blam!

Kyuhyun menutup pintu kamarnya dan berbaring di atas kasurnya. Ia bersyukur Sungmin belum kembali dari jadwalnya, jadi ia bisa leluasa untuk bergelut dengan pikiranya sendiri. Meski sebelumnya, begitu sampai di dorm, Kyuhyun dihujani dengan berbagai pertanyaan dari hyung-hyungnya yang mengkhawatirkan Sooyoung. Terutama Choi Siwon. Jika namja itu tak ada pertemuan penting, mungkin sekarang ia sudah ada di rumah sakit.

Kyuhyun mengepalkan tanganya dengan kuat.saat sebuah nama melintas diotaknya.

Produser Kim…

.

Di sebuah lorong rumah sakit yang terlihat sengang, seorang pria yang sekarang sudah berkepala tiga berjalan dengan elegan sambil sesekali merapikan jas hitamnya yang mahal. Sepatu fantovelnya yang mengkilat berbenturan dengan lantai rumah sakit. Suaranya lebih mendominasi lorong ini. Tak ada satu barang pun ditanganya yang biasa dibawah seseorang yang akan menjenguk orang yang sakit.

Langkahnya terhenti di depan sebuah ruang perawatan. Ia membuka pintu dengan perlahan mencoba tidak menimbulkan suara apapun. Beruntung tak ada satupun orang yang berada di ruangan ini selain yeoja cantik yang sedang berbaring di atas ranjang rumah sakit. Jadi pria itu tak perlu repot-repot untuk bersikap baik.

Ruangan disini gelap, karena sudah hampir mencapai tengah malam dan lampu akan dimatikan agar pasien dapat beristirahat dengan tenang. Pria itu tidak mencoba untuk menyalakan lampu, ia tak butuh itu.

Dengan langkah pelan ia berjalan menghampiri ranjang Sooyoung dan berdiri di sisinya. Ia menatap Sooyoung dengan senyum yang meremehkan. Lama ia terdiam, perlahan-lahan tanganya terulur mengusap pipi lembut Sooyoung. Tak hanya itu, ia juga meraih rambut lembut Sooyoung lalu menghirup aroma yang menggoda dari rambut Sooyoung.

Pria itu membungkuk dan membisikan sesuatu di telinga Sooyoung.

“Maafkan aku nona Choi Sooyoung. Awalnya kau bukanlah sasaranku. Tapi entah mengapa…ini begitu menyenangkan.”

Pria itu terkekeh pelan.

“Sebaiknya…kau dan anak ingusan itu bersiap-siap. Ini bukan seberapa. Aku harap berita yang akan datang tidak membuatmu terkejut.”

Pria itu kembali berdiri tegak dan merapihkan selimut Sooyoung. Sebelum ia pergi, ia kembali menatap wajah Sooyoung yang memang belum sadarkan diri dengan diam. Lalu melangkah keluar dari ruangan.

.

Pagi ini sesudah sarapan, semua member Suju yang memang belum memiliki jadwal pagi hari ini sudah terlihat rapi. Mereka berencana akan menjenguk Sooyoung.

Kemarin begitu sampai di dorm, Kyuhyun langsung dihujani bernagai macam pertanyaan dari hyung-hyungnya mengenai keadaan Sooyoung. Kyuhyun yang memang tak tahu apa-apa tentang keadaan Sooyoung secara detail, hanya menjawab kalau yeoja itu baik-baik saja.

Ceklek

Pintu kamar Kyuhyun terbuka, membuat sang pemilik kamar yang sedang mengenakan jaketnya menatap Sungmim yang ada di balik pintu.

“Kyuhyun-ah, kalau sudah siap segeralah keluar. Kami akan menunggumu di luar.” kata Sungmin yang langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun yang pasti sudah mengerti.

Kyuhyun tak mau ambil pusing dan memilih menata rambutnya saat ponselnya yang ada di atas nakas berdering. Kyuhyun mengambilnya dan mengerutkan dahi begitu mengetahui siapa yang menghubunginya.

Rupanya Kyuhyun sudah bertukar nomor ponsel dengan yeoja ini.

“Yeobosaeyo.”

“Kyuhyun-oppa, akhirnya aku akan mendapatkan peran.” kata seseorang di seberang sana dengan senang.

Deg!

Raut wajah Kyuhyun berubah menjadi terkejut dan takut. Apa yang ia perkirakan sepertinya akan terjadi.

.

Kyuhyun melangkah dengan cepat menyusuri koridor gedung ini. Kakinya yang panjang sangat membantu langkahnya menjadi cepat. Ia tak peduli tatapan aneh orang-orang disekitarnya yang melihatnya berjalan dengan cepat. Soal hyungdeulnya, ia sudah menyuruh mereka untuk berangkat terlebih dahulu dan ia akan menyusul setelah urusanya selesai.

Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, Kyuhyun membuka pintu coklat ruangan yang sempat ia datangi untuk mengambil naskah dramanya. Ia masih ingat dan yakin tak akan salah masuk ruangan.

Pintu itu terbuka dengan keras dan menampakan Cho Kyuhyun yang berdiri di ambang pintu dengan nafas terengah. Ia alihkan pandanganya pada Jihyeon, yeoja yang menghubunginya sebelum ia datang kemari. Yeoja itu awalnya menundukan kepalanya lalu menatap kedatangan Kyuhyun dengan tatapan sendu. Kyuhyun langsung berfikir bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi.

Seorang laki-laki dengan jas hitamnya, berdiri dari duduknya dan menyambut kedatangan Kyuhyun.

“Ah, Cho Kyuhyun Super Junior, akhirnya kau datang juga.”

Kyuhyun menatap tidak suka orang itu. “Produser Kim…katakan padaku apa maumu ?” tanya Kyuhyun dengan sengit.

Produser Kim terkekeh. “Ku dengar, Semua artis SMent mempunyai tatakrama yang baik…tapi ternyata, fikiranku salah.”

Kyuhyun mengepalkan kedua tanganya erat. Ia tak suka keluarganya, anggota SMEnt dijelek-jelekan seperti ini.

“Peran apa yang kau berikan pada Han JiHyeon ? Katakan padaku!” nada bicara Kyuhyun mulai meninggi.

Jihyeon langsung berdiri dari duduknya dan menggenggam lengan Kyuhyun. Takut jika namja itu akan melakukan sesuatu yang buruk pada produser Kim.

“Kyuhyun oppa…”

Kyuhyun menatap Jihyeon yang mencengkram lenganya.

“Aku…akan menggantikan Choi Sooyoung.”

Mata Kyuhyun membulat seketika. “Mwo ?”

Sedangkan Produser Kim tersenyum melihat keterkejutan Kyuhyun. Menurutnya, ini menarik.

“Kenapa kau lakukan hal ini ?” Kyuhyun menatap Produser Kim dengan marah.

“Choi Sooyoung sedang sakit sekarang, tentu kau tahu hal itu. Dia baru bisa keluar dari rumah sakit 1 bulan kemudian. Jangan kau fikir aku mengada-ngada…kemarin aku datang ke rumah sakit dan menanyakan langsung pada dokter.” Produser Kim menjawabnya dengan ringan.

“Lalu ?” desis Kyuhyun dengan tak sabar.

“Bukankah sudah ku katakan sejak awal…bahwa pembuatan drama ini terus diburu waktu. Jadi…aku tidak bisa menunggu hinga Choi Sooyoung keluar dari rumah sakit.”

“Kau…” gigi Kyuhyun bergemeretuk menahan amarah.

“Tapi Produser Kim, aku belum memutuskan akan menerimanya atau tidak…Jika hanya itu yang ingin anda sampaikan, kami permisi. Masih ada hal yang harus kami selesaikan.”

Jihyeon membungkuk memberi hormat, tapi tidak dengan Kyuhyun. Namja itu masih melihat Produser Kim dengan penuh amarah. Tanpa pikir panjang, Jihyeon segera menarik tangan Kyuhyun untuk pergi dari ruangan ini.

Produser Kim hanya mengukir senyum misterius di bibirnya.

“Tolong segera hubungi Choi Sooyoung.” perintahnya pada sang bawahan yang selalu mengikutinya kemanapun.

.

“Lepaskan tanganku.” Kata Kyuhyun begitu mereka sampai di tangga darurat.

Jihyeon melepasnya begitu saja. Ia menatap sekeliling mencoba memastikan tidak ada orang lain ataupun CCTV yang melihat mereka. Setelah aman, Jihyeon menatap Kyuhyun dengan helaan nafas panjang. Sementara Kyuhyun hanya diam sambil menunduk.

“Kyuhyun Oppa…”

Kyuhyun pun mengangkat kepalanya dengan perlahan. “Apa benar yang kau katakan tadi ?”

“Seharusnya…kau berhati-hati dengan orang itu.”

“Bukankah aku yang seharusnya mengatakan itu ?”

Jihyeon menggeleng. “Tidak…aku pernah bekerja sama denganya. Walau drama yang ia hasilkan sangat bagus. Tapi dalam prosesnya…selalu ada pertikaian sacam ini.”

“Apa kau akan menerimanya ?”

Jihyeon menunduk dalam mendengar pertanyaan itu. “Aku tak tahu…menerima, rasanya aku tak sanggup. Menolak pun…aku tak mau kehilangan kesempatan.”

Kyuhyun menghela nafasnya. Ia mengerti posisi Jihyeon. Ia juga tak mau begitu saja melarang Jihyeon menerimanya. Tapi ia juga tak bisa tinggal diam jika Jihyeon ataupun Sooyoung kehilangan peranya.

“Aku harus ke rumah sakit.”

.

Ceklek!

Pintu itu terbuka dengan pelan. Kyuhyun melihat Sooyoung yang sudah sadar, duduk bersandar di atas ranjang dengan tatapan lurus kedepan. Kyuhyun pun melangkah masuk. Pada saat itu juga Sooyoung menatap kedatangan Kyuhyun dan memberi senyum lemah.

“Kau sudah sadar rupanya.” Kata Kyuhyun sambil meraih tempat duduk di sebelah Sooyoung.

Sooyoung mengangguk lemah.

“Seharusnya kau tetap berbaring.”

“Punggungku pegal jika harus berbaring terus.” Sooyoung mengadu.

“Kemana yang lain ?”

“Mereka juga butuh makan jadi mereka pergi untuk mencari makan bersama Soojin eonnie. Ada juga yang pergi untuk menjalankan jadwalnya.”

Kyuhyun mengangguk merengerti. “Seharusnya mereka tak meninggalkanmu sendirian.”

“Aku baik-baik saja.” Sooyoung mencoba menenangkan Kyuhyun. Ia sudah bosan. Mendengar kata-kata khawatir dari banyak orang hari ini. “Tadi oppadeul super junior datang untuk menjenguk…tapi aku tdak melihat dirimu.”

Kyuhyun berfikir sejenak. “Ada…urusan yang harus aku selesaikan sebelum kemari.”

“Ku dengar…kau adalah orang yang membawaku ke rumah sakit. Aku berterima kasih untuk itu.”

“Ah, itu bukan apa-apa. Kau tak tahu betapa khawatirnya aku saat melihatmu terluka.”

“Maaf…lagi-lagi aku membuat semuanya khawatir. Sebelum aku pingsan…kau adalah orang terakhir yang aku lihat sebelum mataku tertutup, dan saat aku terbangun…kau lah orang pertama yang ingin aku lihat. Tapi…kau tidak ada di sampingku.”

Kyuhyun mengusap rambut Sooyoung. “Aku juga harus memberi waktu untuk membermu yang sama khawatirnya sepertiku. Mereka juga ingin selalu ada di sampingmu. Jadi aku mengalah saja.”

Sooyoung dan Kyuhyun pun diam. Tak tahu mereka akan mengatakan apa lagi.

“Choi Sooyoung…ada sesuatu yang ingin aku katakan.” Kyuhyun berubah menjadi serius dan Sooyoung siap untuk mendengarkan.

“Saat melihatmu terluka…aku benar-benar merasa takut. Aku takut kau pergi sebelum mengetahui perasaanku yang sebenarnya. Aku tidak mau menyesal seumur hidup, Choi. Terima kasih…kau sudah mau bertahan dan tidak meninggalkan kami.”

Sooyoung merasa terenyuh mendengar kata-kata tulus Kyuhyun.

“Choi Sooyoung…gadis yang mampu membuatku cemburu…gadis yang mampu membuat seorang manja penakut seperti ku menyatakan perasaanya…gadis yang mampu membuatku tidak bisa tidur…gadis yang mampu membuatku  hampir mati karena khawatir.”

Mata Sooyoung mulai berkaca-kaca walau bibirnya tetap mengulas senyum.

“Aku mencintaimu…sangat mencintaimu, Choi Sooyoung.”

Kyuhyun menggenggam tangan kanan Sooyoung yang terbebas dari jarum infuse dengan hati-hati dan menciumnya. Satu tetes air berhasil lolos dari mata Sooyoung dan disusul dengan tetesan-tetesan lain.

“Ah, menyatakan cinta dirumah sakit…benar-bemar tidak romantis.” Kyuhyun terkekeh pelan.

“Cho Kyuhyun…namja yang mampu membuatku cemburu…namja yang mampu membuatku khawatir…namja yang mampu membuatku suka memasak..namja yang mampu membuatku tak bisa tidur…namja yang mampu mencuri ciumanku…” Sooyoung mengatakannya dengan air mata yang mengalir. “Aku juga mencintaimu.”

Kyuhyun tak bisa menahan senyum dan harunya. Matanya juga berkaca-kaca. Tanpa berkata apa-apa lagi ia segera menarik Sooyoung ke dalam pelukanya. Sooyoung membalas pelukan Kyuhyun dan menangis sejadi-jadinya di sana.

Ceklek!

“Chukkae!!!”

Teriak member SNSD, Super Junior dan Choi Soojin bersamaan. Ternyata sedari dari mereka menguping pembicaraan Kyuhyun dan Sooyoung. Dan jadilah ruang perawatan Sooyoung penuh dengan seruan-seruan senang dan ucapan selamat dari semua orang yang menguping. Wajah Kyuhyun dan Sooyoung sudah seperti kepiting rebus karena menahan malu.

.

Malam telah tiba. Semua orang yang menjenguk Sooyoung sudah kambali dari rumah sakit. Kakak perempuanya, Choi Soojin juga sudah terlelap di sofa tak jauh dari ranjang Sooyoung.

Sooyoung sendiri belum tertidur dan duduk bersandar sambil memegang ponselnya tanpa memainkanya.

Choi Sooyoung….aku tahu kau sedang sakit dan akan keluar dari rumah sakit 1 bulan lagi. Dan aku tidak bisa menunggu semala itu”

Percakapannya dengan Produser Kim sebelum Cho Kyuhyun datang keruangan Sooyoung tadi siang kembali berputar dalam otaknya. Sooyoung terdiam dan perlahan satu tetes air mata jatuh membasahi pipinya tanpa terisak sedikit pun.

“Apa yang harus aku lakukan ?”

.

“Berita sudah cepat menyebar di media.” Gumam Siwon sambil membaca koran paginya. Ia dan semua member sudah mengetahui tentang rencana penggantian peran Sooyoung. Ia sesekali menyeruput kopi panasnya.

“Hhh~ jadi bagaimana sekarang ? Apa Choi Sooyoung akan benar-benar kehilangan perannya ?” ucap Ryeowook sambil mengoles selai di rotinya.

Pagi ini hampir semua member Super Junior sudah berkumpul di meja makan. Demikian pula dengan Cho Kyuhyun.

“Padahal…aku senang sekali saat melatihnya bermain biola untuk perannya.” guman Henry yang pagi itu sudah datang di dorm bersama Zhoumi.

“Tapi…kita juga tidak bisa membiarkan Han Jihyeon kehilangan kesempatan.” sahut Kangin.

Setelah itu tak ada yang berucap. Secara tak sadar semua Hyungnya menatap Kyuhyun yang sedang melamun, seakan meminta pejelasan.

Kyuhyun pun tersadar. “Kenapa kalian semua manatapku seperti itu ?”

“Ng…kau kan yang ikut berperan dalam drama itu. Jadi seharusnya kau tahu sesuatu…” gumam Shindong.

“Aku tak tahu apa-apa…jadi sebaiknya aku ke rumah sakit. Jadwal syuting sementara ditiadakan.” ucap Kyuhyun lalu berdiri dari duduknya. Sepertinya, topik pembicaraan ini cukup sensitif untuk Kyuhyun.

.

Pagi hari ini adalah hari keempat dimana mengunjungi rumah sakit telah menjadi aktifitas rutin Cho Kyuhyun. Di tanganya sudah ada satu porsi sup ikan yang ia beli sebelum datang kemari. Ia hanya membeli seporsi karena ia sudah memastikan sebelumnya bahwa semua member SNSD sedang ada jadwal dan tidak bisa datang ke rumah sakit, begitu pula dengan Choi Soojin.

Kyuhyun membuka pintu kamar rawat Soyoung dan mendapati gadis yang sedang dirawat itu sedang terfokus pada layar televisi di hadapannya. Kyuhyun benar-benar terkejut saat Sooyoung melihat berita tentang dirinya sendiri.

“Choi Sooyoung…” Kyuhyun menghampirinya dan meletakan makanan itu di meja begitu saja. Kyuhyun sadar, Sooyoung sudah mengetahui semuanya. “Aku…bisa menjelaskan semuanya…”

“Aku sudah tau semuanya…” Sooyoung menatap kosong kearah televisi. “…bahkan beberapa jam setelah aku siuman.”

Kyuhyun semakin terkejut.

“Aku harus bagaimana…? Apa yang harus aku lakukan…?” Gumam Sooyoung.

Kyuhyun duduk dan mengenggam tangan Sooyoung. “Sooyoung-ah…”

“Aku…” Sooyoung menatap Kyuhyun bersamaan dengan air matanya yang menetes. “…tidak ingin menyerah begitu saja. Tapi aku…juga tidak mau mengambil kesempatannya.”

“Aku mengerti.” Kyuhyun mengusap rambut Sooyoung untuk menenangkan. “Aku tidak akan menyuruhmu untuk menyerah. Dan aku tidak akan membiarkan Han Jihyeon kehilangan kesempatanya.”

“Tapi…hiks…hanya satu minggu lagi…dia hanya memberiku waktu satu minggu lagi. Jika aku tidak juga kembali dan bahkan jika Han Jihyeon menolak tawaran itu…Proses syuting akan dihentikan sampai waktu yang tidak di tentukan. Aku tidak hanya mengkhwatirkan karierku…aku juga mengkhawatirkan kru, dan pemeran yang lainnya.” Sooyoung sesekali mengusap air matanya.

“Shit! Kenapa dia begitu kejam pada kita ?” umpat Kyuhyun.

“Selama ini…aku tetap bertahan dalam drama ini demi fans. Mereka…sangat menanti-nanti drama terbatuku ini.”

Kyuhyun mengangguk pelan. “Ya…begitu pula denganku.”

Tanpa mereka sadari Jihyeon yang datang hendak menjenguk Sooyoung mendengar pembicaraan mereka sedari tadi. Ia jadi mengurungkan niatnya untuk mengetuk pintu.

Aku harus menghentikan ini…

.

Soongmi dan Insoo buru-buru memasuki sebuah ruangan yang akan menjadi konversi pers hari ini. Acara ini begitu peting dan dinanti-nantikan oleh banyak media. Maka dari itu ruangan ini sudah penuh sesak oleh banyak wartawan.

“Aish..kita terlambat dan tidak mendapat barisan depan.” gumam Soongmi dengan kesal.

“Gwaenchanha. Ini lebih baik daripada tidak sama sekali.” kata Insoo sambil mengeluarkan kameranya dari dalam tas dan mulai menatanya.

“Sebenarnya aku lebih memilih untuk menjenguk Choi Sooyoung di rumah sakit.”

“Kita sudah melakukanya kemarin.” jawab Insoo sambil menghentikan sebentar aktifitasnya.

“Apa salahnya melakukannya lagi ?”

“Ah, Sudahlah…acaranya akan dimulai.”

Tak lama kemudian masuklah Han Jihyeon bersama managernya. Ia membungkuk hormat dan kemudian menempati tempat duduk yang telah disediakan.

Setelah pembawa acara membuka acara konversi pers ini, Han Jihyeon pun mulai berbicara.

“Di konversi pers hari ini, saya akan memberikan klarifikasi bahwa saya telah menolak tawaran dari Produser Kim Yeojoon untuk menggantikan peran Choi Sooyoung.”

Berbagai gumaman-gumaman dari wartawan mulai terdengar.

“Jadi…berita yang tersebar di media…bahwa aku ingin mengambil posisi Choi Sooyoung, itu tidak benar.” Lanjut Jihyeon dengan penekanan pada kalimat terakhirnya.

“Apa anda benar-benar telah memikir keputusan ini dengan baik ?” tanya salah eorang wartawan.

“Ya. Aku sudah memikirkanya beribu-ribu kali. Dan ini adalah jawaban yang tepat.”

“Lalu kapan Choi Sooyoung akan kembali ?”

Soongmi terdiam sejenak mendengar pertanyaan wartawan itu.

“Dia…akan segera kembali. Aku yakin itu. Dia adalah yeoja yang kuat. Jadi aku mohon kalian semua berdoa untuk kesembuhan Choi Sooyoung.”

.

Jihyeon melangkah menyusuri koridor rumah sakit dengan cepat. Ia langaung melesat kemari semenjak acaranya selesai. Kemarin niatannya untuk menjenguk Choi Sooyoung batal. Dan hari ini ia ingin menjenguk Sooyoung lagi.

Namun langkahnya terhenti saat melihat Kyuhyun yang duduk di kursi tunggu depan ruangan perawatan Sooyoung sambil menyangga kepalanya di atas paha. Saat itu juga pikiran buruk mulai menghantuinya. Ia mempercepat langkahnya.

“Kyuhyun Oppa, kenapa kau ada disini ? Apa terjadi sesuatu dengan Choi Sooyoung ?”

Kyuhyun yang melihat Jihyeon pun berdiri dari duduknya dan membawa gadis yang tak jauh lebih ringgi darinya itu ke dalam pelukannya. Jinhyeon yang terkejut tak sempat membalas pelukan Kyuhyun sebelum laki-laki itu melepasnya.

“Aku tahu ini cukup berat untukmu. Terima kasih…kau sudah mengambil keputusan ini. Aku akan tetap berterima kasih dan mendukung apapun keputusanmu itu. Tapi…bagaimana dengan dirimu ?”

Jihyeon tersenyum. “Aku ini adalah artis papan atas. Pasti akan banyak tawaran yang datang untukku setelah ini. Jadi kau jangan khawatir.”

Kyuhyun merasa gemas dan mengacak rambut Jihyeon. “Kau ini…percaya diri sekali.”

“Aku belajar darimu.”

Kyuhyun tertawa lepas mendengar perkataan Jihyeon.

“Aku yakin…suatu hari nanti akan ada tawaran untuku bekerja sama dengan Kyuhyun oppa.”

Kyuhyun mengangguk mantap. “Ya. Aku harap juga begitu.”

.

Satu masalah sudah terselasaikan. Namun kini masalah baru muncul kembali. Choi Sooyoung yang sudah sepakat untuk kembali berakting setelah dirawat di rumah sakit selama satu minggu sesuai dengan perjanjian bersama Produser Kim, namun kini kondisi gadis itu menurun padahal waktu yang tersisa tinggal lima hari lagi.

Malam hari ini, gadis itu ditemukan tidak sadarkan diri di atas kasurnya.

“Sepertinya dia terlalu banyak pikiran dan tertekan. Ini juga mempengaruhi kondisinya.” Jelas dokter pada Yoona dan Kyuhyun yang kebetulan berada di rumah sakit saat kejadian pingsanya Sooyoung.

“Jadi aku mohon untuk lebih menjaga kondisi dan pikirannya. Jangan biarkan dia melamun atau memikirkan hal-hal yang terlalu berat.” lanjutnya.

“Baik, dok. Saya mengerti. Terima kasih banyak.” Yoona membungkukkan badanya diikuti dengan Kyuhyun.

Setelah dokter pergi, tubuh Yoona langsung lemas dan Kyuhyun menghela nafas beratnya.

“Bagaimana ini ?” tanya Yoona pada Kyuhyun.

“Sepetinya…ia terlalu memikirkan tuntutan Produser Kim.”

“Bukankah semua masalah sudah selesai ? Lalu apa lagi yang ia fikirkan ?”

“Sooyoung harus kembali ke lokasi syuting lima hari lagi sebagai konsekuensi dari penolakan tawaran Han Jihyeon. Jika Sooyoung tak kembali…proses syuting akan diberhentikan begitu saja dan produksi drama ini akan dibatalkan.”

Yoona membelalakan matanya tanda ia terkejut.

“Jadi apapun yang terjadi, orang yang bernama Kim YeoJoon itu ingin Sooyoung kembali 5 hari lagi. Ia tak peduli kondisi Sooyoung.”

-Continue-
.
.
.

Hulf…
Ff ini panjang banget….semoga gk kehabisan cerita.

Well, Terima kasih banyak buat yang undah kasih koment di part-part sebelumnya. Banyak mengatakan aku kelamaan update..kkk~ maaf.

Sekali lagi Terima Kasih buat yang masih setia mengikuti ff ini ^^

Setelah baca harap dikasih komentar ya ^^

Advertisements

17 thoughts on “[Series] Queen Of My Heart Part. 7

  1. aduhh kok produser kim.tega banget.. kasihan sooyoung kondisi nya malah tambah drop. semoga kyuhyun bisa membantu sooyoung. ditunggu next partnya..

  2. kyuyoung udah tau perasaan masing-masing. senengnya.. tapi kok produser kim tega banget ke soo. dia kan lagi sakit masa’ harus segera syuting lagi. padahal kondisi nya malah tambah parah. ditunggu part selanjutnya ..

  3. ini kok kayaknya produser kim jahat bgt deh haaaahhh… padahala jihyeon udah baik banget engga nerima tawaran buat ngegantiin perannya sooyoung ckckck

  4. Sedihhh bgts ehh sebenarnya maux produser kim itu seperti ap n sipa sih dia kya punya niat jahat sma kyuyoung tpi aku senang krn kyuyoung sdh saling jujur tentang perasaan mereka berdua bagian dia nyatakan cinta aku ikutan terharu next partx di tnggu wajib lanjut jng lama ne

  5. huh produser kim itu nyebelin banget, waktu kyu sakit juga digituin….
    jadi pingin tau maunya produser kim itu apa……
    ditunggu lanjutannya 🙂
    semangat 😀

  6. hehe sempat kaget pas buka wp ini. biasanya post ditanggl muda, eh tibatiba udh post ditanggal tua lagi 😀
    SEMANGAT chingu untk melakukan perbaikan

  7. Ya emang kasian kru sama pemain lainnya sih kalo dramanya dibatalin..
    Tapi syo nya sakit gt, mending di lepasin deh terus bikin sendiri sama kyu di bawah manajemennya sendiri kekeke~ 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s