[Series] Queen Of My Heart Part. 6

[Series] Queen Of My Heart Part. 6

image

Kyuhyun tiba-tiba menarik tangan Sooyoung dan mendaratkan ciumannya di bibir Sooyoung. Sooyoung yang sangat terkejut hanya membelalakkan matanya. Tubuhnya terasa kaku dan tak bisa bergerak karena terlalu terkejut. Ia menatap Kyuhyun yang memejamkan matanya dan entah mengapa ia juga ikut memejamkan matanya dan menikmati apa yang sedang di kerjakan Kyuhyun.

Perlahan Kyuhyun melepaskan ciumannya, nafasnya memburu sama seperti Sooyoung. Ia menatap Sooyoung dengan sendu. Dimatanya Sooyoung beribu-ribu kali lebih cantik malam ini. Entah mengapa. Ia membelai rambut Sooyoung dengan sayang dan tersenyum lembut. Ia heran mengapa Sooyoung tak marah atau tak mengatakan apapun ?

“Masuklah….ini sudah larut.” kata Kyuhyun dengan senyum manis tetap di bibirnya.

Sooyoung hanya tersenyum samar dan mengangguk. Ia menurut dan turun dari mobil. Ia berjalan memasuki gedung apartementnya sambil sesekali menatap mobil Kyuhyun yang mulai pergi.
.
.
.
Queen Of My Heart
Part 6

By ShikshinGamer
.
.
.

Di sebuah ruangan yang gelap, tepatnya di dalam kamarnya, Sooyoung merebahkan tubuhnya di atas kasur. Ia menarik selimut dan menutupi tubuhnya hingga sebatas perut. Namun bukannya menutup matanya, Sooyoung justru terlihat melamun dan manatap langit-langit kamarnya.

Ia kembali teringat semua kejadian yang ia alami bersama Kyuhyun. Mulai dari perkenalan Sooyoung dan Kyuhyun untuk pertama kalinya saat mereka bertemu di gedung SMEnt. Dan saat Sooyoung begitu memuji suara emas Kyuhyun saat di acara radionya. Sooyoung yang menjadi DJ saat itu tak henti-hentinya mengatakan bahwa ia adalah fans berat Kyuhyun.

Bukan hanya itu saja, Sooyoung juga mengingat saat-saat mereka sepanggung bersama. Penutupan tour konser SMTOWN dimana mereka sering terlihat berinteraksi satu sama lain. Sooyoung juga teringat saat ia menjadi bintang tamu di acara yang Kyuhyun bawakan. Ia tertawa dan saling mengobrol di acara itu.

Semua kenangan bersama Kyuhyun, ia mampu mengingatnya. Bahkan ingatan tentang masa-masa syuting dan ciuman terakhirnya dengan Kyuhyun masih begitu membekas.

Karena sudah terlalu lelah melamun Sooyoung pun memutuskan untuk tidur. Perasaan bahagia menyeruak di dalam hatinya dan itu membuatnya tertidur dengan tenang.

Keadaan Sooyoung sangat berbanding terbalik dengan Kyuhyun. Ia tidak beranjak tidur walau ini sudah lewat tengah malam. Namja itu hanya duduk di kursi ruang makan sambil menatap ponselnya. Ponsel dengan wallpaper foto selca dirinya bersama Sooyoung beberapa hari yang lalu.

Setelah lama memandangi foto itu. Kyuhyun pun menghela nafasnya. Seakan ada beban berat yang dipikulnya.

Puk!

Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Kyuhyun.

“Apa yang kau lakukan disini, Kyuhyun-ah ?”

Mendengar suara Leeteuk, Kyuhyun buru-buru menutup layar ponselnya dengan menjatuhkannya dimeja supaya Leeteuk tak dapat melihat gambar yang menjadi wallpaper di ponselnya.

“Ah…Hyung, kau mengagetkanku.”

Leeteuk duduk di kursi yang ada di depan Kyuhyun. Memang sudah menjadi kebiasaanya memastikan dongsaengdeulnya tertidur dengan tenang setiap malam. Namun malam ini ia tak mendapatkan Kyuhyun tertidur di kasurnya dan malah duduk merenung di ruang makan.

“Hyung baru pulang ?”

Leeteuk mengangguk. “Aku baru saja pulang dari jadwalku di radio.”

Kyuhyun termenung melihat senyum Leeteuk yang seakan berusaha menyembunyikan wajah lelahnya. “Hyung kelihatan lelah sekali.”

Leeteuk terkekeh. “Bukankah kita sudah biasa seperti ini ? Jadi mau bagaimana lagi ?”

“Hyung harus segera istirahat.”

“Aku mana bisa tidur dengan tenang sementara kau sedang termenung disini,” Leeteuk mengusap rambut Kyuhyun, “apa yang sedang mengganggu pikiranmu.”

Kyuhyun menunduk dan menggeleng. “Tidak ada.”

“Kau tidak mau mengatakannya padaku ?”

Kyuhyun langsung mengankat kepalanya. “Ah, bukanya aku tidak mau cerita hyung…” Kyuhyun khawatir Leeteuk akan marah. Sang leader tidak suka jika ada dongsaeng nya yang menyembunyikan sesuatu darinya. Itulah mengapa Leeteuk mengetahui perasaan Kyuhyun pada Sooyoung. Memang tidak lucu jika seorang leader tak mengetahui apa saja yang terjadi pada membernya.

“Lalu apa ?”

Kyuhyun menghela nafasnya. Sebenarnya ia tak suka jika harus menceritakan setiap masalah yang sebenarnya tidak ingin ia ceritakan. Tapi sepertinya tak baik juga jika dia hanya menyimpannya seorang diri.

“Kyu…”Oh, sepertinya Leeteuk sudah tak sabar ingin mendengar apa yang menjadi masalah bagi Kyuhyun. Ia memang tak suka jika dongsaenya mengalami kesulitan seperti ini.

“Sepertinya… Aku melakukan suatu kesalahan yang besar.”

“Kesalahan yang besar ?” Leeteuk sedikit terkejut. Setahunya Kyuhyun bukanlah orang yang suka membuat onar.

Kyuhyun hanya mengangguk dan tak mengatakan apa-apa lagi. Leeteuk tak tahu bagaimana caranya membuat Kyuhyun mau berbicara lagi. Jawaban singkat Kyuhyun tentu saja tak mengurangi sedikit pun rasa penasarannya.

Tiba-tiba ia teringat sesuatu. Sebelum menepuk pundak Kyuhyun tadi. Ia sempat melihat layar ponsel Kyuhyun yang menjadi satu-satunya pusat perhatian Kyuhyun saat itu.

Leeteuk pun mengangguk paham. “Ini pasti tentang Choi Sooyoung ‘kan ?”

Kyuhyun terkejut karena tebakan Leeteuk sangat tepat. “Hyung…”

“Tak apa. Katakan saja, siapa tahu aku bisa membantu.”

Kyuhyun terlihat ragu, namun ia tetap menceritakannya. “Aku sudah melakukan kesalahan besar. Aku menciumnya tadi.”

“MWO ?”

“Ssstt…” Kyuhyun menempelkan jari telunjuk di mulutnya. Mengisyaratkan Leeteuk agar tidak berisik. “jangan berteriak! Yang lain bisa terbangun!”

Leeteuk mengangguk dan memelankan suaranya. “Apa kau menciumnya dalam adegan akting ?”

“Tidak.” kata Kyuhyun dengan polosnya.

Plak!

Leeteuk memukul kepala Kyuhyun. Walau tidak keras tapi Kyuhyun tetap mengadu kesakitan. “Ya! Kenapa hyung memukul kepalaku ?”

“Kau yang kenapa ?! Apa kau sudah gila ?! Bagaimana jika orang lain tahu ?! Ini akan jadi masalah!!”

“Itulah mengapa aku khawatir, hyung!! Aku bercerita supaya kau membantuku! Bukanya memarahiku!”

Leeteuk terdiam, ia melupakan niat awalnya. Leeteukpun kembali duduk dan mengatur amarahnya. “Maaf, aku tidak akan marah lagi. Tapi kenapa kau nekad melakukan hal itu ? Kau tahu resikonya kan ?”

“Aku juga tak tahu kenapa Hyung. Tiba-tiba aku melakukannya dan baru menyadari apa yang aku lakukan begitu aku sampai di dorm.” Kyuhyun terlihat gusar. “Aku takut Sooyoung akan mengetahui perasaanku.”

Leeteuk mengerut bingung. “Memang apa masalahnya jika Sooyoung tahu kau menyukainya ?”

“Walau aku tak tahu apakah dia memiliki perasaan yang sama sepertiku atau tidak, tapi kita berada di satu agensi yang sama. Akan sangat sulit bagi kita untuk menjalin suatu hubungan, bukan ?”

“Ya, itu benar. Apa itu membuatmu merasa putus asa ?”

Kyuhyun mengangguk. “Sedikit…”

“Jadi…kau akan menyerah begitu saja ?”

Kyuhyun terkejut mendengar pentanyaan Leeteuk dan cepat-cepat membantahnya. “Tentu saja tidak, Hyung.”

“Itu bagus. Kau harus punya semangat yang tinggi jika kau ingin mendapatkan cintamu. Tapi kau juga jangan membuatnya menunggu terlalu lama. Kebanyakan wanita yang memiliki perasaan padamu akan menunggumu untuk menyatakan perasaanmu. Apa Choi Sooyoung memberikan tanda-tanda bahwa ia menyukaimu juga ?”

Kyuhyun terlihat berfikir sejenak. “Sepertinya begitu. Ia begitu perhatian padaku dan sering membawakanku makan siang. Bahkan ia juga sama sekali tidak menolak saat aku menciumnya. Dan malah terkesan sangat menikmatinya.”

“Woah…” Leeteuk bersorak. “Kalian belum mempunyai hubungan apapun tapi sudah berani mencuri start dengan berciuman.” Leeteuk menggeleng-nggelengkan kepalanya tak percaya dengan tindakan berani magnaenya. Sementara Kyuhyun yang merasa malu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Ia menerima ciumanmu…itu adalah sebuah kode yang bagus. Kemungkinan besar ia menyukaimu juga.”

Kyuhyun begitu senang mendengarnya. “Jinjja ? Ah, kenapa kau begitu pengalaman soal cinta ?”

“Walau mantan pacarmu banyak, tapi kau tak tahu apa-apa soal cinta sejati.” cibir Leeteuk yang langsung mendapat seruan tidak terima dari Kyuhyun.

“Sudah kau kembalilah ke kamarmu. Sungmin pasti akan mencarimu begitu ia tahu kau tidak ada di ranjangmu.” perintah Leeteuk.

Namun Kyuhyun diam dan tak beranjak dari tempatnya. “Tapi Hyung sebenarnya…aku takut tidur.”

“Takut tidur ?”

“Akhir-akhir ini aku sering mimpi buruk. Sebentar apapun aku memejamkan mata, mimpi itu akan selalu muncul.”

“Mimpi buruk tentang apa ?”

Kyuhyun menghela nafas berat, terlihat enggan untuk mengungkitnya lagi. “Sooyoung…ah sudahlah aku tak ingin membicarakannya lagi.”

Kyuhyun pun beranjak pergi menuju kamarnya meninggalkan Leeteuk seorang diri di ruang makan. Leeteuk pun yang pikirannya sudah penuh tidak beranjak dari posisinya. Dia malah menggantikan Kyuhyun merenung di sana.

.

“Annyeonghaseyo, Nam Jihyeon Inminda.”

Kyuhyun dan Sooyoung menatap gadis muda yang ada di hadapannya dengan lekat. Gadis cantik berusia 20 tahun dengan kulit putih dan tinggi yang tak jauh di bawah Sooyoung. Rambut panjang sebahunya ia gerai begitu saja di tambah dengan bando yang membuatnya terlihat feminim. Rok diatas lutut dan pakaiannya yang simple membuatnya terlihat lebih segar. Lesung pipi yang bertengger manis di senyumnya serasa memperlengkap penampilannya.

“Ah..annyeonghaseyo.” Kyuhyun dan Sooyoung juga membungkuk hormat.

“Senang bertemu denganmu JiHyeon-ssi. Aku dengar kau akan ikut ambil peran dalam drama ini.”

Sooyoung menatap Kyuhyun sedikit terkejut. Bagaimana bisa Kyuhyun sudah sedikit tahu tentang gadis ini sementara Sooyoung tak tahu apa-apa.

“Itu benar. Walau belum di tentukan apa peran yang akan ku mainkan, tapi aku sengaja datang untuk menyapa kalian.”

“Terima kasih sudah mau datang menyapa.” Sooyoung sedikit membungkuk.

“Ah tidak. Seharusnya aku yang berterima kasih karena kalian sudah mau menerimaku. Aku mohon bantuannya.” JiHyeon membungkuk memberi hormat.

“Ngomong-ngomong aku masih baru dalam berakting. Jadi kita akan sama-sama membantu.” Kata Kyuhyun dengan tawa yang khas.

“Ah itu tidak benar, aku selalu menonton drama musikal yang Kyuhyun-ssi mainkan. Kau terlihat sangat mempesona.”

“Kau menontonya ?” Kyuhyun terlihat bersemangat.

“Ya, bahkan aku juga menonton drama musikalmu yang ada di Jepang walau aku sudah menontonnya di Seoul. Aku juga sering menonton Super Show.” Jihyeon tak kalah semangatnya.

Kyuhyun terlihat takjub mendengar cerita Jihyeon. “Woah, kau fans Super Junior ?”

“Tentu saja.” Jawab Jihyeon pasti. “Terutama Kyuhyun-ssi. Aku fans beratmu.”

Kyuhyun merasa tersanjung mendengar ada seorang aktris yang begitu mengidolakannya. “Kamsahamnida…”

“Suara Kyuhyun-ssi benar-benar bagus. Kemampuan dance mu juga hebat. Dan aku suka magnae yang evil sepertimu.”

“Aku sebenarnya tidak seperti itu.” Kyuhyun tertawa mendengarnya menyebut dirinya evil. “Tapi menurutmu lebih tampan mana, aku atau Choi Siwon ?”

“Tentu saja Choi Siwon.”

Jawaban mutlak Jihyeon membuat Kyuhyun mati kutu. “A-pa?”

Jiyeon tertawa renyah melihat wajah terkejut Kyuhyun yang begitu lucu menurutnya. “Semua orang pasti sudah tahu jawabanya tanpa kau harus bertanya seperti itu. Tapi kau juga tampan, jadi tenang saja. Walau kau dan Siwon-ssi memiliki katampanan yang berbeda, tapi kalian sama-sama menarik.”

Kyuhyun akhirnya tertawa mendengar penjelasan Jihyeon. Memang seharusnya semua orang tahu, siapa yang lebih tampan antara dirinya dan Siwon. Kyuhyun jadi merasa ia telah salah melontarkan pertanyaan.

Dan tanpa mereka sadari, Sooyoung sedari tadi merasa keberadaanya tidak dianggap. Ia menatap tak suka pada Kyuhyun dan Jihyeon yang tertawa bersama. Ingin rasanya Sooyoung berteriak dan mengatakan dia ada di sini, jadi tak seharusnya mereka berdua mengacuhkannya.

“Jadi…” Jihyeon mengeluarkan sebuah poster Kyuhyun dari dalam tas dan juga merogoh ponselnya, “bisakah kau memberiku tanda tangan dan berfoto bersama ?”

“Ah baiklah…” Dengan senang hati Kyuhyun menorehkan tanda tangan di poster itu. “Aku terlihat tampan di poster ini.”

“Ternyata Kyuhyun Oppa orang yang sangat percaya diri.” Jihyeon terkekeh. “Boleh aku manggilmu begitu ?”

“Tidak masalah.”

Kyuhyun meraih ponsel Jihyeon dan menyerahkannya pada Sooyoung. Sooyoung yang tak mengerti maksud Kyuhyun menautkan kedua alisnya.

“Tolong ambil foto kami.”

Ingin rasanya Sooyoung memukul kepala Kyuhyun dengan batu. Apa ia pikir Sooyoung menjadi tukang foto sekarang ? Ia sudah mengacuhkan Sooyoung dan Kyuhyun seenaknya menyuruhnya mengambil foto. Benar-benar!

“Kenenapa diam ? Apa kau tak tahu cara mengoperasikannya ?”

Oh, rasanya habis sudah kesabaran Sooyoung. Sekarang Kyuhyun malah meremehkannya. Apa maunya namja ini ?

Sooyoung hanya menghela nafas melihat ekspresi polos Kyuhyun. Ia pun berjalan beberapa langkah di depan Kyuhyun dan mulai memotret. Dan ia mengembalikan ponsel itu pada Kyuhyu.. Tapi apa ? Mereka malah kembali asyik mengobrol berdua. Dengan kesal Sooyoung melangkah menjauhi ke duanya.

Ia duduk di sebuah kursi dan mulai membaca naskahnya. Mencoba tak peduli dengan apa yang Kyuhyun lakukan. Namun ia sama sekali tak bisa fokus pada apa yang dibacanya. Hingga tak lama kemudian terdengar suara tawa antara Kyuhyun, Jihyeon, dan Sutradaa Park.

Sooyoung melihat ternyata Kyuhyun memperkenalkan Jihyeon pada Sutradara dan beberapa staff. Sooyoung hanya menghela nafas dengan kasar. Menurutnya Kyuhyun sudah berlebihan.

.

“Kyuhyun oppa!”

Sooyoung sedikit berlari menghampiri Kyuhyun yang sudah menenteng ranselnya di punggung. Sepertinya, ia sudah siap untuk meninggalkan lokasi syuting.

“Ada apa?”

Sooyoung terdiam sejenak melihat Kyuhyun yang sepertinya buru-buru akan pergi. “Apa…tidak ada yang ingin kau katakan padaku ?”

Sooyoung sebenarnya menyinggung soal kemarin. Biasanya seorang namja akan menyatakan perasaanya setelah berciuman. Dan Sooyoung menunggu hal itu dari Kyuhyun. Tapi seharian ini Kyuhyun sibuk dengan Nam Jihyeon dan itu sedikit membuat Sooyoung kesal.

Kyuhyun terlihat mengingat-ingat sesuatu. “Hm…aku rasa tidak ada.”

Ah… Kyuhyun pura-pura lupa atau sengaja melupakannya ?

“A-apa ?” Sooyoung terlihat sedikit kecewa mendengarnya. Namun ia menyembunyikannya. “Ah mungkin…ada sesuatu yang tertinggal ?”

“Tidak ada…semua barang-barangku sudah di bereskan oleh manajer hyung.”

Sooyoung kini diam, dia bingung mau bicara apa lagi.

“Hanya itu saja ? Maaf aku harus buru-buru pergi. Annyeong.”

Secepat kilat Kyuhyun meninggalkan Sooyoung yang hanya tebengong melihat kelakuan Kyuhyun. Namun yang membuat Sooyoung semakin tercengang adalah ia melihat sosok Jihyeon yang mengikuti Kyuhyun menaiki mobilnya. Kemana sebenarnya mereka akan pergi ?

.

Pintu dorm mewah SNSD itu terbuka dan suasana sepi langsung menyambut kedaangan Sooyoung. Hari masih belum terlalu larut. Sooyoung yakin semuanya masih ada jadwal malam ini.

Sooyoung melepas sepatunnya dengan sembarangan dan menggantinya dengan sandal rumah. Ia melempar tasnya begitu saja di sofa yang berada di depan televisi. Di letakkanya kantung belanjaanya di atas meja. Ia mengeluarkan isinya yang ternyata adalah tiga botol soju. Sooyoung pergi ke dapur sebentar untuk mengambil gelasnya.

Sooyoung pun duduk di lantai di depan meja. Ia membuka botol soju pertamanya dan menuangkannya. Sudah seperti peminum handal, Sooyoung menghabiskannya hanya dalam satu teguk. Tak berhenti di situ, Sooyoung terus menuangkan sojunya untuk gelas ke dua dan seterusnya. Entah sudah berapa gelas Sooyoung menenggak sojunya.

Ceklek!

Blam!

Pintu itu terbuka dan tertutup lagi. Masuklah Yoona ke dalam dormnya. Ia mengerutkan dahinya begitu melihat sepatu Sooyoung tergeletak di tengah jalan.

“Dia sudah pulang ?” Monolognya.

Yoona segera masuk untuk menemui Sooyoung. Namun langkahnya terhenti begitu melihat apa yang terjadi dengan Sooyoung.

Yoona menghampirinya dengan tergesa-gesa. “Ya ampun Choi Sooyoung, apa yang kau lakukan ?”

Ia melongo meliha botol-botol soju yang berserakan di atas meja. Ditambah dengan keadaan Sooyoung yang sudah mabuk menggeletakkan kepalanya di atas meja.

Yoona mengibas-ngibaskan tangannya di depan hidungnya begitu mencium bau alkohol yang menyeruak dari tubuh Sooyoung. “Apa yang membuatmu sampai minum-minum seperti ini ?”

“Ng…ini semua…karena namja itu…” gumam Sooyoung.

“Namja itu ?”

Sooyoung terbangun dan menunjuk ke arah televisi dengan wajah marahnya. “Dia! Namja bodoh itu yang sudah buat aku begini!”

“Mwo ?” Yoona melongo melihat televisi yang sedang menampilkan sebuah iklan minuman. Namja mana yang Sooyoung maksud ?

Namun wajah bingung itu segera berganti dengan wajah terkejut tak kala televisi menayangkan acara radio star yang pastinya sudah di rekam beberapa hari yang lalu. Di telvisi itu terlihatlah Kyuhyun yang sedang memandu acara dengan beberapa MC lainya.

“Kyuhyun oppa ?!”

“Ne! Kau fikir siapa lagi ?!” teriak Sooyoung. “Beraninya dia menciumku!”

Yoona semakin tidak mengerti dengan Sooyoung. Ia hanya diam dan mencoba mendengarkan Sooyoung.

“Pria macam apa dia ? Bahkan dia sudah melupakan ciuman yang dia lakukan sendiri…dia sama sekali tak mengatakan apapun setelah menciumku.”

Seketika itu Sooyoung kembali tertidur si meja meninggalkan Yoona yang masih bingung dengan pikirannya.

“Ya! Apa yang terjadi ?!” Tiba-tiba terdengar lengkingan suara dari Taeyeon. Rupanya ketujuh member yang lain sudah pulang.

“Ng…” Yoona bingung mencari jawaban yang tepat. Sebenarnya ia juga masih bingung dengan kondisi Sooyoung.

Tiba-tiba Sooyoung terbangun dari tidurnya dan berlari ke kamar mandi. Yoona ingin menyusulnya namun Taeyeon menahan tangannya dan kembali menanyakan apa yang terjadi. Namun, belum sempat Yoona menjawab, terdengar suara benda terjatuh yang cukup keras dari arah kamar mandi. Semua pun bergegas pergi ke kamar mandi.

“Sooyoung-ah!!”

Semua terkejut melihat Sooyoung yang sudah tergeletak di lantai kamar mandi. Sepertinya ia pingsan setelah memuntahkan isi perutnya.

“Im Yoona, tolong segera hubungi dokter dan manager oppa!” perintah Taeyeon begitu ia bersiap akan mengangkat tubuh Sooyoung dibantu dengan yang lainnya.

Setelah itu Sooyoung dibaringkan di kasurnya. Dan mereka menunggu dokter dan manager oppa datang.

“Im Yoona, ikut denganku!” Taeyeon manarik tangan Yoona untuk keluar dari kamar Sooyoung dan bicara bersama. Ia tak mau menganggu Sooyoung yang sedang sakit.

Sesampainya di ruang tamu, mereka pun mulai berbicara.

“Apa yang membuatnya sampai seperti ini ?”

“Aku juga tidak tahu. Mungkin…ia tertekan karena scandalnya.”

Taeyeon mengerut. “Separah itu kah ?”

Yoona mengendikan bahu. “Aku tdak tahu.”

Tak lama dokter datang bersama manager yang berjalan lebih bulu darinya. Dokter itupun langsung masuk dan memeriksa Sooyoung sementara manager memberikan beberapa petuah pada Taeyeon agar menjaga kondisi kesehatan setiap member.

.

Kyuhyun sedari tadi duduk di bangku taman dengan gelisah. Sudah sejak 30 menit yang lalu ia datang ke lokasi syuting. Namun, lawan mainnya itu tidak juga menampakkan batang hidungnya. Tidak biasanya Choi Sooyoung akan terlambat seperti ini. Kyuhyun sudah mencoba bertanya pada staff yang lain tentang keberadaan Sooyoung. Tapi, tak satupun dari mereka yang tahu.

Tiba-tiba terdengar suara deru mobil yang Kyuhyun yakini ada Sooyoung di dalamnya. Dan benar saja, yeoja itu keluar dengan pakaian hangat dan syal tebal menutupi leher dan sebagian wajahnya.

Kyuhyun berdiri dari duduknya dan menghampirinya dengan tergesa.

“Ku fikir kau tidak akan datang. Apa yang membuatmu terlambat seperti ini ? Kau membuatku khawatir saja.”

Namun, Sooyoung terus berjalan tak memperdulikan Kyuhyun. Seakan suara itu hanya angin lalu. Kyuhyun yang melihat itupun menjadi geram dan meraih tangan Sooyoung. Ekspresi kesalnya hilang seketika begitu melihat wajah pucat Sooyoung yang sedang ia coba sembunyikan dari Kyuhyun.

“Kau sakit ?”

Sooyoung memilih mendiamkan Kyuhyun. Ia masih marah dengan masalah yang kemarin.

“Jika kau sakit, tidak seharusnya kau memaksakan diri seperti ini.”

“Siapa kau yang berani-beraninya menyuruhku untuk tidak datang ?” Kata Sooyoung dengan ketus.

“Kenapa bicaramu ketus sekali padaku ? Apa kau marah ?”

Sooyoung melepas cengkraman tangan Kyuhyun dengan sedikit kasar. “Sudahlah Cho Kyuhyun. Aku lelah denganmu yang tidak pernah mengerti.” Setelah itu ia berlalu begitu saja meninggalkan Kyuhyun.

.

Tiffany dan Soongmi terlihat sedang duduk bersama di sebuah cafe sambil menikmati secangkir kopi dan beberapa potong kue.

Tiffany meneguk secangkir kopinya dan tersenyum begitu kehangatan mulai merasuki tubuhnya. “Senang bisa bertemu denganmu lagi, Reporter Hwang.”

Soongmi tersenyum sambil mengaduk kopinya. “Aku juga. Aku tak menyangka bisa mengobrol langsung dengan artis terkenal seperti mu.”

Tiffany ikut tersenyum. “Sebelumnya terima kasih sudah menyelamatkan Sooyoung dan Kyuhyun.”

“Ah, itu bukan apa-apa. Aku senang bisa membantu idolaku sendiri.”

“Jadi kau fans Sooyoung ?”

“Lebih tepatnya Sooyoung dan Kyuhyun.” Soongmi tersenyum dengan aneh.

“Jinjja ?” Tiffany terlihat sangat bersemangat. “Yaa!! Mengapa kau tak mengatakannya padaku ? Aku juga sangat mendukung hubungan Kyuhyun dan Sooyoung.”

“Jeongmal ?!” Soongmi tak kalah semangatnya. “Hua~ senangnya… Fans seperti kami mendapat dukungan yang kuat.”

“Karena kita memiliki marga yang sama dan ketertarikan yang sama…jadi kita adalah saudara.” kata Tiffany dengan heboh.

“Wah…tepat sekali.” Sahut Soongmi tak kalah heboh.

“Kuberi tahu satu hal, ya. Tapi sebelumnya kau harus berjanji padaku dulu kalau kau tak akan membocorkannya pada siapapun. Bagaimana pun kau ini ‘kan seorang reporter. Apa yang akan aku katakan ini adalah informasi yang sangat bagus.”

“Walaupun aku ini seorang reporter, tapi aku masih bisa menjaga rahasia.”

Tiffany mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru cafe. Mencoba mecari tahu apakah ada seseorang yang mengintai mereka atau seseorang yang mencurigakan. Saat ia merasa kondisi dan situasi sudah aman, Tiffany mulai mencondongkan sedikit tubuhnya pada Soongmi.

Tiffany pun berbisik, “Sebenarnya, Cho Kyuhyun itu sangat menyukai Choi Sooyoung.”

“APA ?!”

Tiffany segera membungkam mulut Soongmi. “Aish~ tutup mulutmu! Kau bisa membuat semua orang yang ada disini mengenalku.”

Soongmi mengangguk sambil menatap sekelilingnya dengan takut. “Tapi…apa kah benar yang kau katakan ini ?”

Tiffany menampakkan wajah sungguh-sungguhnya. “Apa ekspresiku ini mengatakan aku sedang berbohong ?”

Soongmi menggeleng dengan polos.

“Asal kau tahu…aku, Im Yoona, Kim Taeyeon, Lee Sungmin, dan Leeteuk oppa sudah mengetahui hal ini.”

“Lalu…kenapa Cho Kyuhyun dan Choi Sooyoung belum bersatu ?”

Tiffany mengendus kesal. “Ini karena bocah itu terlalu takut untuk mengatakannya pada Sooyoung. Rasanya ingin aku katakan saja pada Sooyoung yang sebenarnya. Aku sudah tidak sabar.”

“Mungkin…Kyuhyun oppa masih menunggu saat yang tepat.”

Tiffany menaikkan bahunya. “Entahlah.”

.

Hari ini, tidak ada moment antara Kyuhyun dan Sooyoung. Mereka sama-sama menjauh dan sibuk melakukan kegiatan masing-masing. Kyuhyun yang sedari tadi membaca naskahnya, sesekali terlihat mencuri pandang pada Sooyoung yang sedang membicarakan sesuatu dengan sutradara.

“Apa dia marah padaku ?” Gumamnya pada diri sendiri.

Sooyoung tampak serius mendengar setiap arahan dari sutradra. Adegan kali ini adalah dimana Sooyoung akan bermain di sebuah taman bersama beberapa anak taman kanak-kanak sebagai pekerjaan sambilan selain sebagai pemain biola.

Setelah mendengar arahan dari sutradara, Sooyoung menghampiri beberapa gerombolan anak TK yang sedang bermain bersama guru mereka. Sebenarnya sekolah TK dimana mereka berasal adalah sekolah yang didirikan untuk anak yatim piatu yang masih dini dan beberapa anak kecil yang merupakan pengungsi dari korban bencana alam. Mereka sengaja datang jauh-jauh dari Seongnam untuk membantu syuting ini demi mendapat donasi.

“Annyeonghaseyo, Choi Sooyoung-ssi.” Salah satu guru tersebut datang untuk menyapa Sooyoung.

“Ouh, Annyeonghaseyo. Senang bisa berjumpa dengan anda.” Sooyoung memberikan salam hormat.

“Kami juga merasa senang bisa bertemu langung denganmu. Kau terlihat jauh lebih cantik daripada saat di televisi.”

“Kamsahamnida.” Sooyoung tersenyum malu.

“Mengenai kedatangan kami…kami sangat berterima kasih atas segala bantuan yang sudah kalian berikan.”

“Ah…itu bukan apa-apa. Kami sangat senang bisa membantu siapapun yang membutuhkan. Aku juga akan menyisihkan sebagian penghasilanku untuk didonasikan.” Sooyoung tersenyum ramah. “Suatu hari nanti, aku juga ingin datang berkunjung ke Seongnam.”

“Ne, tentu saja Sooyoung-ssi dan semuanya boleh datang berkunjung kapan saja. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak.” Wanita itu kembali membungkuk.

“Ahjumma tak perlu sungkan. Ah, aku ingin menyapa anak-anak dulu.”

Sooyoung berjalan menyapa segerombolan anak-anak yang sedang bermain sambil menunggu waktu syuting dimulai.

“Selamat pagi semuanya…” Sapa Sooyoung dengan ramah pada anak-anak itu. Dan semua anak-anak itu langsung mengerubuni Sooyoung.

“Noona…Selamat pagi.”

“Imo (Tante) cantik sekali.”

“Aku sering melihat Eonnie di TV.”

“Aku suka dengan Eonnie.”

Anak-anak itu langsung berceloteh tanpa memberi kesempatan untuk Sooyoung berbicara. Sooyoung pun berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan anak-anak itu. Ia merasa sangat senang.

Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang menarik-narik lengan Sooyoung dengan tangan mungilnya. “Eonnie…eonnie…aku bisa menirukan gerakan tarian eonnie.”

“Jinjja ?” Sooyoung merasa penasaran dengan apa yang sebenarnya gadis kecil ini ingin tunjukkan pada Sooyoung.

” Neomu banjjak banjjak nooni booshuh no no no no no….” Gadis kecil yang belum diketahui namanya ini menirukan gerakan SNSD dengan sangat percaya diri. Ia juga bahkan menyanyikan liriknya dengan benar.

Sooyoung langsung memeluk gadis itu dengan gemas dan mencium pipi chubbynya. “Wah, kau pintar sekali. Apa kau fans SNSD ?”

“Ne…” Jawab gadis kecil itu dengan menganggukan kepalanya lucu.

“Siapa diantara sembilan member yang paling kau suka ?”

“Im Yoona.”

“Mwo ? Kau tidak mengidolakanku ?”

“Aniyo…” jawabnya dengan mantap.

Sooyoung sedikit terkik. “Jangan-jangan…kau tidak tahu siapa aku ?”

Gadis kecil itu teilihat berfikir sejenak lalu menggelengkan kepalanya dengan polos. Hal ini sukses membuat Sooyoung tertawa dengan keras. Namun gadis itu segera menjawabnya dengan cepat, “member SNSD!!”

Sooyoung tak henti-hentinya tertawa. “Ne… Aku salah satu member SNSD. Tapi, apakah kau tahu siapa namaku ?”

Lagi-lagi gadis kecil itu kembali menggeleng dan membuat Sooyoung kembali tertawa keras.

“Siapa namanu gadis cantik ?” Tanya Sooyoung sambil sedikit mencubit pipi gadis itu.

“Sung Jin Mi.”

“Baiklah, Jinmi-ya. Namaku adalah Choi Sooyoung. Mulai sekarang kau harus mengidolakanku yaa.” Sooyoung tersenyum dengan manis.

“Geurae…tapi aku tetap menyukai Yoona eonnie.”

Sooyoung kembali tertawa dan memeluk yeoja itu dengan gemas.

Kyuhyun yang berada tidak jauh dari Sooyoung jiga ikut tersenyum melihat tingkah keduanya. Ia berfikir ternyata Sooyoung suka dengan anak kecil dan bisa cepat akrab dengan mereka. Sangat berbeda dengan dirinya yang cenderung takut dengan anak kecil.

.

Saat ini Sooyoung sedang berakting bermain bersama anak-anak itu di sebuah taman. Mulai dari membacakan dongeng, bermain tebak-tebakan, bernyanyi bersama, hingga mereka membuat sebuah lingkaran dengan saling bergandengan lalu saling berputar bersama.

Kyuhyun yang melihat akting Sooyoung sangat suka saat melihat yeoja itu tertawa lepas.

Kini anak-anak itu saling berpencar dan bermain bersama sedangkan Sooyoung memulai dialognya dengan pemeran laki-laki lainnya. Kyuhyun tampak tidak suka saat Sooyoung kembali tertawa lepas kepada namja itu sedangakan sekarang Sooyoung sedang sedikit menjauhi Kyuhyun.

Karena semua orang terlalu sibuk mengawasi akting Sooyoung, tak ada satupun yang tahu bahwa ada dua anak laki-laki sedang bermain saling mengejar satu sama lain di dekat lampu penerangan dan berbagai properti lainnya.

Saat salah satu dari dua namja kecil itu berlari menjauh, namja kecil yang lebih pendek darinya mencoba mengejar, namun ia terjatuh karena tersandung berbagai macam kabel yang ada di tanah. Namja kecil itu menangis begitu merasakan sakit di bagian kakinya.

Sooyoung yang mendengar tangisan itu pun segera mencari sumber suaranya. Matanya terbelalak saat melihat namja kecil itu duduk di lantai sambil memegang lutut kanannya. Namun ia jauh lebih terkejut saat melihat sebuah benda besar yang akan jatuh menimpa anak tersebut.

Tanpa pikir panjang, Sooyoung segera berlari menghampiri anak tersebut dan langsung memeluknya, mencoba melindunginya dari benda besar yang akan menimpanya.

BRAAK!! PPYAAR!!!

Semua orang seakan diam membatu. Terkejut dengan kejadian yang begitu tiba-tiba ini. Namun diantara semuanya, Kyuhyun lah yang pertama kali tersadar dan langsung berlari menghampiri Sooyoung yang ternyata tertimpa lampu penerangan dan beberapa papan properti lainnya.

Ia dengan sekuat tenaga memindahkan barang-barang yang menimpa Sooyoung. Kekhawatirannya semakin bertambah saat melihat keadaan Sooyoung. Yeoja itu tak sadarkan diri dengan kepala yang bersimbah darah dan beberapa wajahnya tergores terkena serpihan kaca. Namja kecil yang ada di pelukan Sooyoung masih menangis dengan pelan.

“Choi Sooyoung! Buka matamu!!” Kyuhyun menopang tubuh Sooyoung dengan tangan yang gemetar.

Mimpi buruknya menjadi kenyataan.

“Kenapa diam saja ?!! Cepat panggil Ambulance!!”

-Continue-

I’m back ^^
Maaf update lama. Tapi kali ini aku gk mau banyak alasan.

Oh iya nama aku Adiva. Agak gimana gitu ya kalo aku dipanggil thor 😛
Bisa panggil eonnie atau apa ajalah. Tapi gk maksa kok hehehe

Entah kenapa kometarnya agak berkurang. Apa udah bosen sama ffnya ? Padahal aku perkirakan ffnya masih panjang. Mungkin sekitar part 10 lebih baru selesai…jadi tetap mohon dukunganya ya 😀

Terima kasih banyak buat yang udah koment, like, follow blog ini ^^

Koment dan dukungan masih selalu di harapkan ^^

-ShiksinGamer-

Advertisements

21 thoughts on “[Series] Queen Of My Heart Part. 6

  1. Ahh gilla bagian terakhirnya tegang bgts jantung serasa mau copot baca semoga sooeoni baik2 saja kyuppa jga kok bsa lpa itu nah aduhh n knp jng mimpix kyuppa jadi kenyataan aduh next part jng lama2 ne penasaran bgts ini tingkat dewa sudah argghh masih shokk ehh rasax

  2. Wah.. Smoga syo nya nggak sampe parah ya
    well, si kyu ini luar biasa nggak peka ya kekeke~ dan kurang gentle.. Nyatain perasaan aja susah bgt 😀

  3. Haa, aku nunggu ff ini nih…
    Daebak,, Kyuppa peka dikit knapa… Soo eon smoga ngga apa-apa aja ya… Dan segera kawin dan nikah deh… hehe
    Next, palli palli kalo bs ne?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s