[Special] New Year, New Kiss

[Special] New Year, New Kiss

image

Tittle : New Year, New Kiss
Author : Shikshingamer a.k.a Adiva Yusella
Cast : Kyuhyun and Sooyoung
Genre : Romance
Rating : PG-13
Leght : one shoot

Note : annyeong. Happy new year ^^ aku kembali dengan cerita kencan Kyuyoung di malam tahun baru. Kali ini genrenya happy ^^ Semoga suka yaa

Happy reading ^^

.
.
.

Hari ini adalah hari terakhir di tahun ini. Tapi kenapa Kyuhyun malah harus bekerja ?. Bukankah ia mendapat libur untuk akhir tahun ?. Aku tahu itu perusahaan milik appanya, tapi tak bisakah ia meninggalkanya sehari saja ?

Aku memutuskan berjalan-jalan seharian di sekitar kota Seoul. Menonton bioskop, shopping, pergi ke cafe semua aku lakukan seorang diri. Betapa sakitnya hatiku melihat pasangan lain menggumbar kemesraan di hadapanku. Sementara kekasihku sedang kencan bersama seperangkat personal computer miliknya. Menyebalkan.

Hari sudah siang dan aku memutuskan kembali ke apartement. Sesampainya di sana, ku letakkan belanjaanku di sembarang tempat. Suasana sepi langsung menyelimutiku. Appa, eomma, dan Soojin eonie bahkan tidak mengunjungiku di akhir tahun. Apa mereka sudah melupakan putri bungsunya ?

Ku dengar nada dering ponselku. Aku pun mencarinya di dalam tas. Tapi pertama-tama aku harus menemukan tasku terlebih dulu. Karena aku menaruhnya di sembarang tempat tadi. Setelah menemukannya aku langsung mengangkat panggilan itu.

” Halo ”

” yobeosaeyo, Chagi-ah “. Ku dengar suara Kyuhyun dengan nada manja dari seberang sana. Dari nada bicaranya, sepertinya ia tak menyadari kesalahanya telah menelantarkanku pagi ini.

” ada apa ? ” jawabku ketus.

” kau kenapa ? “. Dia malah balik bertanya. Dasar Cho Kyuhyun.

” cepat katakan apa maksudmu menelfonku. Aku tak punya banyak waktu ”

” kau sibuk ?. Kau marah padaku ? “. Anak ini memang polos atau bodoh. Sudah jelas nada bicaraku menunjukkan aku sedang marah saat ini.

” cepat katakan atau aku tutup ”

” baiklah, sore ini kau masakan aku sesuatu yang enak, ya. Aku ingin makan malam di sana “

” mwo ? ”

” kau keberatan ? “

” aniyo. Kau mau ku masakan apa ? ”

” terserah saja. Asalkan tidak ada sayur “

Dia selalu tidak mau sayur.

” aish! Kau ini. Baiklah akan aku buatkan ”

” kau sudah tidak marah kan ? “

Aku diam sejenak. Benar juga apa yang ia katakan. Aku kan sedang marah tadi.

” siapa bilang ? Awas saja kalau kau datang terlambat, Tuan Cho ”

” baiklah aku akan datang jam 7. Setelah itu kita pergi melihat lonceng Bongishak “

” mwo ? lonceng Bongishak ? ”

” ne. Kau maukan pergi bersama ? “

” tentu saja “. Sesaat aku melompat kegirangan.

” baiklah dandanlah yang cantik, yaa “

ne

Pip

Sambungan terputus. Aku pun melesat menuju super market untuk berlanja kebutuhan membuat makan malam bersama Kyuhyun nanti. Kira-kira apa yang aku masak ya ?. Lebih baik aku masak Tteokguk saja. Tteokguk adalah makanan tahun baru Korea berupa Tteok yang dibuat dari serealia, terutama beras atau ketan yang dimasak menjadi sup bersama daging sapi atau daging ayam. Bumbu sup adalah kecap asin, garam dapur, dan bawang putih. Mengingat Kyuhyun tidak suka sayur. Jadi aku memilih menggunakan daging sapi.

Setelah selesai berbelanja, aku pun kembali ke apartement dan mulai memasak.

Butuh waktu berjam-jam untuk membuat Tteokguk. Menurutku membuat Tteok yang paling sulit. Mulai dari mengkujus dan menumbuk. Aku juga harus membuatnya satu demi satu.

Waktu menunjukkan pukul 6.30 sore saat semua persiapan makan malamnya selesai. Masih ada 30 menit sebelum Kyuhyun datang. Aku masih sempat berdandan.

Aku langsung berlari ke kamar mandi dan mengganti pakaian. Aku mengenakan Long Coat miliku yang bewarna soft pink. Aku juga menenakan celana panjang bewarna hitam. Setelah merias sedikit wajahku dengan warna-warna yang natural dan segar, aku menambil topi rajutanku dan keluar dari kamar karena aku mendengar bell apartementku berbunyi. Bergegas aku membukakan pintu. Terlihat Cho Kyuhyun sedang berdiri dengan membersihkan rambutnya dari salju. Ia pun tersenyum padaku. Aku mempersilahkan dia masuk.

” woah! Kau masak Tteokguk ” seru Kyuhyun saat kami menuju meja makan dan ia melihat apa yang aku masak.

ne. Masakan khas tahun baru “. Aku pun duduk di hadapannya. ” walaupun menu yang tidak terlalu istimewa, tapi aku memasaknya dengan spesial ”

” ini pasti lezat “. Kyuhyun segera menagmbil mangkuk berisi nasi miliknya dan mulai memasang sumpit di tangan kananya.

Melihat hal itu, aku langsung menuangkan Tteokguk ke mangkuknya. Ia langsung tersenyum cerah begitu melahapnya.

” ini jauh lebih enak dari masakan eomma “. Ia berbicara dengan mulut penuh makanan.

” jangan bicara saat makan, Kyu ”

Setelah itu Kyuhyun dan aku menikmati makan malam dengan tenang diiringi percakapan yang ringan diantara kami.

Waktu menunjukkan pukul 8 malam. Aku pun bersiap untuk pergi dengan Kyuhyun. Ia sudah berjanji mengajakku melihat lonceng Bongishak. Aku sangat bersemangat. Ku kenakan sepatu musim dinginku dan Kyuhyun membantuku memasang topi rajutan ini di kepalaku.

Kyepopta “. Pujinya dengan mencubit pipiku. Akupun mengadu kesakitan padanya. Dengan kesal aku menatapnya dan mengusap kedua pipiku yang sakit.

Selama perjalanan kami pun banyak bicara tentang harapan-harapan di tahun depan yang ingin terwujud dan semua kenangan-kenagan kami di tahun ini. Mulai dari berkencan, Kyuhyun yang nenyatakan cintanya padaku, pertengkaran, dan masih banyak lagi.

.
.
.

” K.. Kyu…”

Kulihat Kyuhyun hanya menyeringai dengan senang melihat wajahku yang ketakutan. Ini pertama kalinya bagiku bermain ski. Aku pun merentangkan kedua tanganku berusaha mendapat keseimbangan. Karena tak kunjung mendapatkanya aku memutuskan untuk berjongkok. Aku sungguh takut. Tapi apa reaksi Kyuhyun ?. Ia malah menertawakanku. Ck! Dasar

Saat ini kami sedang berada di arena bermain ski di daerah Han Gang, Seoul. Karena waktu masih terlalu lama untuk menghitung detik-detik tahun baru, jadi kami memutuskan untuk pergi ke arena Ski yang tak jauh letaknya dengan paviliun Bongishak berada.

Kyuhyun pun mendekat dan mencoba membantuku untuk berdiri lagi. Dia menggenggam tanganku erat sambil meluncur secara perlahan. Sungguh aku sangat takut bermain ski. Sangat berbeda dengan Kyuhyun yang justru tertawa lepas.

Perlahan Kyuhyun mencoba melepaskan genggaman tanganya dan membiarkan ku meluncur sendiri. Mulutku jadi kaku dan tak bisa melarangnya melepas genggamanya. Awalnya aku meluncur dengan pelan namun semakin lama semakin cepat membuatku berteriak. Dan untung saja Kyuhyun cepat-cepat meraih tanganku dan menariknya. Saat sudah berhenti aku memeluknya dengan sangat erat. Aku bergetar ketakutan di pelukanya. Aku sungguh takut.

mianhae aku membuatmu takut “. Kyuhyun berusaha menenangkanku dengan mengusap lembut rambutku. Ia juga membalas pelukanku hangat. Aku tak dapat menjawab. Mulutku masih bergetar.

” kita istirahat saja “. Perlahan Kyuhyun menarikku menuju tepi arena, sedangkan aku hanya diam seperti membeku karena salju. Sesampainya di tepi ia menyuruhku berpegangan pada pagar pembatas dengan kuat. Takut-takut aku akan meluncur lagi.

” aku akan membelikan coklat panas untukmu, kau disini saja ya ”

” aku ikut “. Sahutku.

” tempatnya jauh, kau tunggu di sini saja. Pegangan pada pagar ini dengan kuat. Aku akan segera kembali ”

Aku hanya mengangguk menamnggapi nasihatnya untuk tetap berpegangan. Sungguh aku tak melepaskan pegangan ini. Bahkan untuk menggaruk hidungku. Aku cukup khawatir karena Kyuhyun pergi cukup lama dan tak kunjung lembali. Bahkan aku merasa tanganku mulai kaku. Aku juga terlihat seperti orang bodoh jika begini.

Tiba-tiba saja ada segerombol namja yang mendekatiku. Jumlahnya 3 orang. Tunggu, apa yang akan mereka lakukan ?

” hai Nona, kau sendirian saja “. Salah satu namja yang berambut jabrik itu berbicara padaku.

Aku menggelengkan kepalaku. ” ani. Aku pergi dengan kekasihku ”

” oh ya ? Dimana ?. Aku tak melihatnya “. Si namja kurus yang ada di sebelahnya menyahut.

” daripada kau sendiri, lebih baik kita bermain ski bersama “. Namja yang berambut panjang itu mulai menariku.

Mereka semua menarikku hingga ke tengah-tengah area. Aku memberontak sekuat mungkin. Si rambut jabrik mulai membekap mulutku. Aku pun menggigit tanganya hingga membuatnya kesakitan. Si Kurus dan Si rambut panjang masih saja menyeretku. Aku pun memberontak hingga keduanya melepaskanku. Ini hal yang bagus. Tapi hal buruk langsung menimpaku, aku meluncur bebas dengan cukup cepat.

Berteriak, meminta tolong, memanggil nama Kyuhyun sudah aku lakukan untuk menyelamatkanku. Tapi tak ada satupun yang datang dan menolongku. Hingga aku melihat Kyuhyun di bawah sana dengan dua gelas coklat panas di tanganya. Ia melotot melihatku berteriak dan meluncur bebas ke arahnya. Bukanya menghindar, Kyuhyun justru diam saja. Hingga akhirnya aku menabrak tubuhnya yang menghadap padaku. Hingga kami pun berguling-guling bersama di atas salju untuk beberapa kali. Dan akhirnya kami berhenti dengan posisi aku yang menindih tubuh Kyuhyun.

Aku pun mencoba bangkit saat merasakan sekujur tubuhku sakit. Aku mendudukkan diriku di samping Kyuhyun yang terkapar. Aku melihat Kyuhyun hanya diam dan menutup matanya. Apa dia mati ?

” Kyu..”. Dengan khawatir aku menangkupkan kedua tangaku pada wajahnya. Dia tak bergeming.

” yak! Cho Kyuhyun! ” aku mulai mengguncang-guncangkan tubuh dinginya. Orang-orang mulai memperhatikan kami. Ia sama sekali tak bergerak. Itu membuatku takut.

” ugh! “. Kudengar rintihan kesakitan darinya. Ia mulai membuka matanya dan mendudukan dirinya. Ia masih mencengkram kepalanya. Apa kau sakit kepala ?

” kau baik-baik saja, Kyu ? ”

Kyuhyun hanya menatapku tanpa ekspresi. Ia diam dan tak menjawab. Apa ia tak mengenaliku?. Apa ia amnesia ?

” kau baik-baik saja, Soo ? “. Kenapa dia mengembalikan pertanyaanku ?. Tapi setidaknya ia masih ingat namaku.

Aku pun memgangguk. ” keningmu terluka. Ayo kita obati dulu ”

Aku mulai berdiri dan membantunya berdiri juga. Kami pun keluar dari arena permainan ski.

.
.
.

Dengan tangan yang masih bergetar, aku menempelkan plester di sudut dahi Kyuhyun. Aku menggigil karena kedinginan. Ku lihat Kyuhyun juga menggigil, walau tak separah diriku. Aku juga mendapatkan tempelan pleater yang sama di hidungku.

” kau kedinginan ?”. Di saat ia terluka, ia masih sempat menghawatirkanku. Ini sukses membuatku terharu.

” bergulung-guling di salju bukan ide yang bagus “. Aku berkata dengan sedikit tertawa. Kyuhyun juga tertawa.

” kenapa kau meluncur di arena itu ? Bukankah aku menyuruhmu berpegangan dengan kuat ? ”

” aku diganggu segerombolan namja

namja ? ”

” mereka menyeretku hingga ke rengah area. Dan aku jadi meluncur seperti itu ”

” begitu ya ”

Apa? Hanya itu tanggapanya. Hey tuan Cho! Yeojamu di ganggu namja lain dan kau hanya diam saja ?. Ck! keterlaluan. Aku hanya menunduk melihat sifatnya yang begitu. Untuk beberapa kalinya aku harus bilang ‘dia tidak romantis’.

Aku merapatkan jaketku begitu angin dingin beserta salju yang turun bersamaya menerpa tubuhku. Sekarang aku dan Kyuhyun ada di Han Gang Park. Tempatnya tak jauh dari arena ski.

mianhae, aku membuatmu terluka “. Aku kembali melihat wajahnya yang terdapat beberapa goresan luka di sana.

gwaenchanha, aku senang kau baik-baik saja “. Aku rasa, aku akan mati dengan senyum lembut yang ia berikan.

” kau mau kopi ?. Biar aku belikan. Tubuhmu masih menggigil”

” seharusnya aku yang bilang begitu, Soo. Kau lebih menggigil dari pada aku. Akan ku belikan coklat panas “. Kyuhyun pun beranjak dari duduknya. Aku mencegahnya. Ia menatapku dengan bingung lalu kembali duduk.

Aku pun memeluknya dengan erat. Membuatnya sedikit terkejut. ” jika aku kedinginan, yang perlu kau lakukan hanya memberikanku pelukan hangat. Bukannya malah pergi dariku ”

Kyuhyun pun membalas pelukanku dan mengusap rambutku. ” jika pelukan, tanpa kau minta aku pasti akan memberikanya untukmu. Tapi tubuhmu tetap membutuhkan minuman hangat. “.

Ia melepas pelukanku. ” kali ini aku hanya pergi sebentar. Jangan kemana-mana dan membuatku khawatir lagi “. Ia mengacak rambutku dan mulai beranjak pergi.

” Kyu..”. Dasar dia malah pergi. Dasar namja tidak romantis.

Aku hanya terduduk dan melihat sekeliling taman ini. Banyak pasangan yang saling berdandeng tangan berjalan mengelilingi taman, ada juga yang saling tertawa, berfoto bersama,  bermain bola salju, dan masih banyak lagi. Sedangkan aku haya seorang diri di sini. Bagaimana jika aku diganggu segerombolan pria tadi ?. Kyuhyun pasti tidak peduli.

” hai Nona, kau di sini rupanya “. Ku dengar suara cempreng namja-namja yang menggangguku di arena ski tadi. Dan benar  saja, mereka bertiga suda berdiri di hadapanku. Aku pun bangkit dan mencoba menjauh dari mereka. Tapi mereka menarik tanganku.

” ternyata kau memang sendirian, ayo kita pergi bersama “. Si rambut panjang bicara padaku.

” sudah ku bilang aku pergi dengan pacarku “. Bentakku.

” wah kau kasar sekali ya “. Si kurus mulai mendekatiku.

Dengan kasar aku melepas cengkraman tanganku dari si rambut panjang dan mendorong si kurus ini bukanlha hal yang sulit. Aku pun berjalan dengan cepat dan manjauh. Ku dengar langkah kaki mengejarku. Aku semakin mempercepat langkahku dan sekarang aku sedang berlari. Tiba-tiba ada yang meraih tanganku dan mencengramnya kuat.

” lepaskan aku “. Teriakku dan berusaha melepas genggamanya dengan tetap berlari. Merasa tak juga dilepaskan aku pun nenampar pipinya keras.

” aaawww “. Dai mengerang kesakitan dan mengusap pipinya.

” Kyu.. “. Aku melihatnya merintih kesakitan. Aku bernafas lega karena dia dalah Kyuhyun. Bukan salah satu dari tiga namja tadi. ” maaf.. Aku tidak tahu ini kau ”

” kau menampar tepat di bekas pukulan itu “. Keluhnya

Pukulan ?. Aku melihat tiga namja itu terkapar dan tertatih di belakang sana. Apa Kyuhyun menghajarnya ?

” kita pulang saja, kau sudah cukup terluka “. Ucapku dengan khawatir pada Kyuhyun. Sungguh ini kencan yang cukup buruk.

” jangan! lonceng Bongishak akan di bunyikan dua jam lagi. Sangat di sayangkan jika kita pulang sekarang ”

” tapi kau..”

Kyuhyun tersenyum lembut padaku. ” aku baik-baik saja “. Perlahan ia menarik tanganku menuju tempat pavilium Bongishak itu berada.

Dari Han Gang dengan menggunakan mobil, perjalanan hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Tapi di malam tahun baru yang ramai perjalanan itu menjadi setengah jam lamanya. Memang kawaasan sekitar pavilium selalu ramai dengan event-event tahun baru seperti ini.

Tak peduli seberapa dingin udara di sini, namun orang-orang tetap berkerumun untuk merayakan detik-detik tahun baru akan datang. Bahkan sejak sore kawasan ini sudah ramai dengan pengunjung. Tapi sekrang masih pukul 22.30 KST. Masih ada satu setengah jam lagi untuk menunggu.

Di halaman pavilium terdapat beberapa stand bazar. Biasanya mereka menjual makanan, minumam, mainan, beberapa barang-barang menyambut tahun baru seperti topi, terompet, dan masih banyak lagi. Di sini juga ada beberapa stand permainan yang biasanya ada di sebuah perayaan pasar malam. Aku dan Kyuhyun berkeliling untuk melihat barang-barang yang di jual di sini. Meski cukup sesak karena banyaknya orang. Tapi kami cukup menikmatinya.

Kami berhenti di sebuah stand pelengkapan tahun baru. Aku memakaikan sebuah topi ulangtahun di kepala Kyuhyun. Kami pun tertawa bersama. Kyuhyun memilih beberapa trompet dan menyerahkanya padaku. Kamipun mencobanya dan kembali tertawa. Kyuhyun memutuskan membeli terompet itu. Untuk topi, ia mengembalikanya. Kyuhyun berkata bahwa ia malu menggunakan topi yang seperti itu. Padahal niatku memang membuatmu malu.

Kami kembali berhenti di sebuah stand yang menjual makanan ringan dan minuman. Ada banyak sekali yang di jual. Aku tak bisa menyebutkanya satu per satu. Kami memutuskan membeli beberapa makanan dan minuman. Lalu kami menghabisakan waktu dengan melihat pertunjukan tradisonal yang di selenggarakan oleh pihak pengurus pavilium. Ada anak-anak kecil yang menari beberapa tarian tradisional. Sangat menggemaskan.

Tak terasa waktu menunjukan pukul 23.30 KST. Setengah jam lagi pembunyian Lonceng Bongishak akan berlangsung. Kyuhyun mengajakku untuk mendekat ke daerah paviliun. Udara mulai sesak karena orang-orang yang berdatangan mulai mendekati paviliun. Kyuhyun terus mengenggam tanganku dengan kuat sambil terus mencari jalan agar kami semakin dekat dengan paviliun. Genggaman tanganya sungguh kuat dan hangat. Aku baru sadar. Ternyata sejak kami datang ke paviliun, Kyuhyun terus menggengam tanganku dengan hangat. Apa ia takut meninggalkanku lagi ?. Aku sudah merasakan sakit di tubuhku karena berdesak-desakkan dengan banyak orang. Aku juga menabrak beberapa orang dan itu membuat bahuku sakit. Kyuhyun masih saja terus menarikku. Padahal posisi kami sudah cukup dekat.

” kyu, kita akan kemana ? “. Tanyaku dengan sedikit berteriak. Disini sangat ramai dengan pengunjung. Jadi aku harus berteriak agar ia mendengarnya. Kyuhyun hanya diam saja dan tak menjawab. Mungkin ia tak mendengar apa yang ku katakan.

Kyuhyun terus menarikku hingga tiba-tiba aku bisa bernafas lega. Dan yang aku lihat adalah sebuah lonceng Bongishak yang besar di hadapanku. Ternyata aku dan Kyuhyun ada di barisan depan. Dimana banyak sekali orang-orang yang datang sore hari agar mendapat posisi terdepan. Aku melihat Kyuhyun dengan haru. Kyuhyun terus menarikku hingga ke posisi depan, aku terharu. Tak sengaja aku melihat plaster di ujung dahinya, membuatku teringat akan luka yang ia dapat karena menolongku. Aku menjadi sedih.

” tersenyumlah. Tahun baru akan segera datang “. Dia berkata dengan tetap memandang kedepan.

” berapa lama lagi ?”

Ia melihat ponselnya. Lalu di tunjukkanya padaku dengan senyum.  Aku dapat melihat wallpaper ponselnya yang merupakan foto kami saat mengunjungi Lotte World beberapa bulan yang lalu. ” satu menit lagi “. Setelah ia mengucapkan itu, baru aku mengerti maksudnya menunjukkan ponsel miliknya padaku. Pukul 23.59. Benar. Kurang satu menit lagi. Aku pun tersenyum padanya.

Hingga tibalah saat-saat menghitung detik-detik datangnya tahun baru. Semua pengunjung menghitung dengan semangat dan kompak. Saat sampai di angka satu, lonceng Bongishak di bunyikan dengan cukup nyaring meningat aku ada di barisan depan. Aku dan Kyuhyun meniup terompet dengan senang. Kembang api juga mulai di nyalakan. Mewarnai lagit malam yang gelap. Aku dan Kyuhyun menatap langit dengan senang. Kembang api itu suangguh bagus. Kurasakan genggaman tangan Kyuhyun semakib erat. Aku melihatnya sekilas, ia sedang tersenyum padaku. Aku dan Kyuhyun memandang lagit dengan diam, karena masing-masing dari kami sedang memanjatkan do’a untuk tahun yang baru datang ini.

.
.
.

Pukul 01.30, aku dan Kyuhyun kembali ke apartementku. Aku memaksanya untuk ke apartementku dulu sebelum ia punlang, karena aku mau mengobati lukanya.

” agh! “. Kyuhyun mengadu kesakitan begitu aku mengkompres luka lebam di pipi kirinya. Aku rasa aku menekannya terlalu kuat.

mianhae. Apa sesakit itu ? ”

” tidak. Hanya saja ini cukup mengejutkan ”

” terima kasih sudah menolongku “. Ku berikan senyum tulus untuknya.

” asal kau baik-baik saja, aku sudah sangat bersyukur “. Dia mengacak-acak pelan rambutku. ” apa harapanmu di tahun baru ini ? ”

Aku berfikir sesaat. Mencoba mengingat apa saja harapanku tadi. ” aku hanya ingin semua yang aku harapkan terwujud, apa yang aku usahakan dapat membuahkan hasil yang baik, aki selalu di beri kesehatan dan kebahagiaan ”

” kau tak berdo’a untuk kita ? ”

” hm.. Semoga kita bisa terus bersama hingga tahun-tahun berikutnya “. Jawabku. ” kau sendiri, apa harapanmu ? ”

” aku berdo’a untuk kita juga. Semoga kita bisa saling melengkapi, melindungi, dan memberi kekuatan. Dan yang paling penting kau harus ada disampingku selamanya ”

” tentu aku akan ada di sampingmu, Kyu “. Ucapku dan mulai mengkompres luka lebam di pipinya.

Suasan kembali hening karena tak ada di antara kami yang bicara. Ku rasakan Kyuhyun menatap mataku dengan lekat. Membuatku yang berjarak sangat dekat denganya juga menatap bola matanya. Wajahnya semakin dekat padaku. Perlahan ia mengusap ujung bibirku lembut.

” di tahun baru, aku akan memberikan ciuman yang baru juga “. Bisiknya menggelitik telingaku.

” apa ?. Tu..tunggu apa yang akan kau lakukan ?”. Aku mulai panik dan gugup. Tuan Cho yang sekarang lebih berani.

Kyuhyun meraih pergelangan tanganku yang mencoba mendorongnya menjauh. Karena aku tak bisa lagi menjauh. Tubuhku sudah sampai di ujung sofa.

” kenapa kau gugup. Seperti tak pernah melakukanya saja “. Guraunya. Sementara aku hanya mati kutu di hadapanya. Diam tak mengatakan apapun.

Ia kembali mendekatkan wajahnya padaku. Dengan perlahan dan lembut, ciuman di awal tahun yang baru ini mulai ku rasakan. Ku pejamkan mataku. Mencoba merasakan cinta yang mendalam ini. Ciuman yang baru di tahun yang baru, menutup perayaan tahun baruku hari ini. Sebuah ciuman yang manis, menjadi penutup yang indah untuk hari ini.

.
.
.

End

Yeeay selesai ^^
Harapanku untuk Kyuyoung senoga lebih real, lebih deket, lebih banyak moment, lebih bikin knight geregetan ^^ makin langgeng, makin kompak, makin unyu, dan makin evil. Hahaha

Maaf ya kalau ceritanya jelek dan alurnya terlalau cepat. Karena aku bikinya ngebut benget ^^

Ditunggu komentarnya 😀

Advertisements

15 thoughts on “[Special] New Year, New Kiss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s